PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, meresmikan jembatan baru di Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Selasa (6/5/2025) sore.
Jembatan tersebut baru saja selesai dibangun selama 22 hari, karena sebelumnya roboh gara-gara abutment pondasi jembatan tergerus aliran hujan pada 17 Maret 2025.
Padahal, jembatan itu merupakan akses utama untuk aktivitas penduduk setempat seperti bersekolah hingga bertani. Sehingga kebutuhannya sangat mendesak untuk segera dibangun jembatan.
“Ini prosesnya sangat mendesak, darurat, dan harus dikerjakan bersama-sama. Meskipun sudah jadi, jalannya ke sana masih dalam proses, tapi masih bisa dipakai,” ujar Sugiri usai meresmikan jembatan.
Dengan dibangunnya jembatan itu, Kang Giri, sapaan akrabnya, berharap, masyarakat sekitar bisa kembali beraktivitas normal seperti biasanya.
“Masyarakat hidup kembali ekonominya, tidak terputus di jembatan itu dan semuanya bisa berjalan baik,” terang politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun, mengungkapkan bahwa jembatan dengan lebar 3 meter dan panjang 8 meter itu merupakan satu-satunya akses bagi 400 penduduk (4 RT).
Putusnya jembatan itu sebelumnya berstatus darurat, karena mengancam kehidupan dan penghidupan.
“Anak sekolah nggak bisa, ngangkut hasil pertanian nggak bisa, sehingga diputuskan dengan skema darurat pembangunannya. Darurat itu mengikuti pernyataan status bencana,” ujarnya.
“Jadi, harus diperbaiki segera agar bisa mengembalikan tatanan kehidupan masyarakat yang terganggu,” tandasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













