Jumat
11 September 2026 | 6 : 18

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program Sekolah Rakyat Dimatangkan, Indriani Dukung Penuh Realisasi di Madura

PDIP-Jatim-Indriani-26042025

SUMENEP – Pemerintah terus mematangkan rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025–2026.

Sekolah Rakyat dirancang untuk membantu percepatan pengentasan kemiskinan dengan skema pembiayaan penuh oleh negara. Mulai dari biaya pendidikan, seragam, makanan, hingga akomodasi, seluruhnya akan ditanggung oleh pemerintah.

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jatim, Indriani Yulia Mariska, menyatakan bahwa program Sekolah Rakyat sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami sangat mendukung adanya Sekolah Rakyat. Ini adalah langkah konkret untuk mengatasi kemiskinan, khususnya di Jawa Timur,” ujar Indriani, Sabtu (26/4/2025).

“Tentu kami juga siap memberikan masukan agar program ini dapat berjalan dengan optimal,” imbuh politisi PDI Perjuangan itu.

Ia juga menekankan pentingnya kejelasan tata kelola program agar pelaksanaannya tidak tumpang tindih dengan sekolah-sekolah yang sudah ada.

Menurutnya, koordinasi antarinstansi, termasuk penentuan leading sektor apakah tetap di bawah Kementerian Sosial atau melibatkan APBD, harus diperjelas sejak awal.

“Mulai dari tata laksana, manajemen, hingga pendanaan perlu dikaji dengan baik. Harapannya, semua anak dari keluarga kurang mampu benar-benar bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik lewat program ini,” tambahnya.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini berharap Sekolah Rakyat dapat hadir di seluruh kabupaten di Pulau Madura. Terutama di Sumenep yang memiliki banyak wilayah kepulauan dengan akses pendidikan yang masih terbatas.

“Saya berharap daerah-daerah di Madura, termasuk wilayah kepulauan di Sumenep, bisa menjadi bagian dari pelaksanaan program ini. Banyak anak di daerah kami yang masih kesulitan mengakses pendidikan karena faktor ekonomi dan geografis,” terangnya.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak Madura untuk putus sekolah,” tandasnya. (hzm/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gelar Maulid Nabi, Bupati Lukman: Teladani Rasulullah untuk Pelayanan Publik Berintegritas

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan ...
KRONIK

Ketua DPRD Banyuwangi Dorong Pemkab Bentuk BUMD Kepelabuhan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mendorong eksekutif untuk membentuk Badan Usaha Milik ...
KRONIK

Wali Kota Eri Tegaskan Bagi Hasil Parkir 60:40 Milik Warga, Bukan Perorangan

SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjaga ...
KRONIK

Pawai Endhog-Endhogan Maulid Nabi di Banyuwangi, Ribuan Telur Dibagikan pada Warga

BANYUWANGI – Pawai Endhog-Endhogan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memperingati Maulid Nabi ...
EKSEKUTIF

P-APBD Surabaya Tambah Belanja Rp151,63 M, Eri Pastikan Kembali untuk Kebutuhan Warga

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama DPRD Kota Surabaya menyepakati Rancangan Peraturan Daerah ...
EKSEKUTIF

Wabup Kediri Pastikan Bantuan Beras Tepat Sasaran, 251.412 Keluarga Jadi Penerima

Wabup Kediri Dewi Maria Ulfa memastikan bantuan pangan beras tepat sasaran. Sebanyak 251.412 keluarga di Kediri ...