Selasa
03 November 2026 | 1 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Temukan Camilan Terindikasi Boraks, Ning Ita Imbau Masyarakat Lebih Berhati-hati

pdip-jatim-250320-ningita-sidak-toko-2

MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita melakukan inspeksi mendadak (sidak) beberapa toko dan swalayan di Kota Mojokerto.

Ning Ita mengecek langsung aneka produk makanan dan minuman yang terpajang di lokasi penjualan. Dia didampingi Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya dan Kepala Dinkes PPKB dr Farida Mariana.

Dalam temuannya, setidaknya terdapat 3 produk camilan yang terindikasi mengandung boraks atau bahan kimia pembersih. Sementara beberapa yang lain, kurang layak edar karena cacat packaging.

Saat sidak di sebuah swalayan misalnya, Ning Ita menemukan produk susu atau krimer yang kemasannya rusak. “Maka kami berikan saran kepada pengelola toko untuk ditarik karena itu berbahaya,” terangnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (20/3/2025).

Di lokasi yang sama, petugas juga menguji kandungan formalin dan boraks terhadap sampel sejumlah makanan. Hasilnya, 3 produk makanan ringan terindikasi mengandung boraks, yakni 2 kerupuk rambak dan 1 camilan ceker ayam.

“Kami temukan 3 produk makanan siap konsumsi yang terindikasi kandungan boraksnya melebihi batas maksimal yang diperbolehkan untuk dikonsumsi manusia,” ungkapnya.

Sidak ini digelar Pemkot Mojokerto saat masyarakat banyak belanja makanan dan minuman untuk Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya tak lain untuk menjamin mamin yang beredar di Kota Mojokerto aman dikonsumsi masyarakat.

Ning Ita mengimbau masyarakat lebih jeli sebelum membeli mamin, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun parsel lebaran.

“Harus dicek dengan lebih hati-hati, mulai dari edar dari BPOM, kalau muslim ada label halal, tanggal kedaluwarsa. Sehingga bisa memenuhi keamanan untuk dikonsumsi manusia,” tuturnya.

Sementara itu, dr Farida menambahkan, 3 produk makanan ringan yang terindikasi mengandung boraks itu langsung ditarik dari peredaran.

Pihaknya juga membawa sampel ketiga produk ke Labkesda Kota Mojokerto dan memberi pembinaan kepada produsennya.

“Ini tadi masih terindikasi ya, nanti kami tindaklanjuti ke labkesda apakah positif boraks atau tidak,” jelasnya. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Inovasi Sosialisasi Regulasi, Pemkab Ngawi Gelar Lomba Cerdas Cermat Tata Ruang Libatkan Warga

NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menggelar Festival Tata ...
KRONIK

Aris Sulawan Bersama Warga Walikukun Gotong Royong Bangun Sejumlah Bak Sampah

NGAWI – Keterbatasan fasilitas pembuangan sampah masih menjadi persoalan kebersihan lingkungan di sejumlah wilayah ...
EKSEKUTIF

BKK Desa di Ngawi dari P-APBD 2026 Kisaran Rp 100 – 200 Juta

NGAWI – Sebanyak 122 desa di Kabupaten Ngawi mendapatkan alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa pada perubahan ...
KRONIK

Buyer Filipina Tertarik Kopi Banyuwangi, Bupati Ipuk Dorong Peluang Ekspor

BANYUWANGI – Kopi Banyuwangi menarik perhatian buyer asal Filipina. Sembilan calon pembeli dari negara tersebut ...
LEGISLATIF

Untari Ajak Warga Kota Malang Jadi Pionir Lingkungan Bersih, Mulai dari Pilah Sampah di Rumah

MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno mengajak masyarakat Kota Malang menjadi pionir ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Gagas Koperasi untuk Perkuat Ekonomi Sinden Blitar Raya

BLITAR – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menggagas pembentukan koperasi bagi anggota ...