Rabu
26 Februari 2025 | 7 : 07

Wakil Ketua DPRD : Pengendalian Miras di Jember Tak Cukup Hanya dengan Regulasi

pdip jatim 250227 dialog publik unej 1

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember Widarto, S.S menegaskan, mengendalikan peredaran minuman keras (miras) di Jember khususnya, tak cukup hanya dengan regulasi. Tapi penyelesaian persoalan ekonomi dan pendidikan juga penting.

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan itu, dalam acara dialog publik bertajuk “Penyakit Mabuk Miras, Adakah Solusinya?”

Di acara yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia di gedung Soetardjo Universitas Negeri Jember (Unej) Selasa (25/2/2025) itu Widarto menyatakan bahwa, Kabupaten Jember ini lebih baik terkait pengendalian penjualan miras. Karena Jember punya peraturan daerah (Perda).

“Bahkan tak hanya urusan peraturannya, penganggaran terkait penegakan perda juga ada. Meskipun dalam kondisi keterbatasan fiskal,” tegas Widarto.

Tapi perlu dipahami, tambah pria 43 tahun kelahiran Kabupaten Pacitan ini, menyelesaikan persoalan pengendalian miras juga harus dipetakan dari dua item. Yakni internal dan eksternal.

Dan untuk internal yang dimaksud adalah perlindungan kepada korban pengguna miras.

Contohnya, agar tidak jatuh ke komunitas pengguna miras, pendidikan dari internal keluarga atas dampak negatif yang diakibatkan jika mengonsumsi miras itu penting.

“Karena kalau keluarga dalam istilah Jawa bisa ngayomi, ngayemi, dan ngayani (menaungi, menenangkan dan menyejahterakan), maka jika mendapat persoalan larinya tidak ke miras sebagai pelampiasan,” tuturnya.

Dari sisi eksternal, lanjut Widarto,
Adalah upaya pengendalian peredaran miras dari sisi penegakan hukum.

Meskipun upaya ini tidak semudah membalik telapak tangan tetapi hal ini tetap harus dilakukan. Karena jika tidak, marak terjadi seperti saat ini, beredarnya minuman oplosan.

“Alkohol yang semula peruntukannya untuk kesehatan dicampur atau dioplos dengan obat-obatan kimia lain, dan itu membahayakan,” sebutnya.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan persoalan ini,.bagi Widarto tidak hanya perwakilan Polres, DPRD dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) saja. Keberadaan dan kehadiran eksekutif atau pemerintah juga penting. (art/pr)

 

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Surati Operator Pelayaran, DPRD Sumenep Minta Kapal Sediakan Tempat Khusus Pemulangan Jenazah

SUMENEP – Komisi III DPRD Sumenep berencana mengirim surat kepada operator pelayaran yang beroperasi di Kota Keris. ...
KRONIK

Hadiri Kongres Demokrat, Puan Ucapkan Selamat AHY Terpilih Kembali Jadi Ketum

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memenuhi undangan penutupan Kongres VI ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Kenang Sosok Legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi turut mengenang sosok Bejo Sugiantoro, libero legendaris Persebaya Surabaya, yang ...
KRONIK

Basarah Tegaskan Megawati Tidak Pernah Larang Kepala Daerah Ikut Retret

JAKARTA – Juru bicara PDI Perjuangan Ahmad Basarah menjelaskan soal instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ...
KRONIK

Keakraban Bupati Kediri Mas Dhito Bersama Kepala Daerah Lain Saat Retret

MAGELANG – Kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang menguatkan keakraban antar kepala daerah. Keakraban ...
KRONIK

Sambut Ramadan, Banyuwangi Gelar Festival Ngerandu Buko

BANYUWANGI – Menyambut bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menyiapkan Pasar Takjil Ramadan yang ...