Jumat
30 Oktober 2026 | 10 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pengamat Adi Prayitno Yakin PDI Perjuangan Tetap Bertahan sebagai Partai Besar di 2029

pdip-jatim-250112-adi-prayitno

SURABAYA – Pengamat Politik dati UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno meyakini PDI Perjuangan masih menjadi partai besar yang harus diperhitungkan di 2029.

Hal tersebut dia sampaikan saat menjadi pembicara pada Seminar HUT PDI Perjuangan: Refleksi 52 Tahun PadI Perjuangan “Perjalanan Panjang Serta Berliku Merawat dan Mengawal Demokrasi” di Grand Mercure Surabaya, Sabtu (11/1/2025).

“Basis PDI untuk pemilihan legislatif antara 14-16 persen, perolehan tetap di situ walaupun sempat babak belur. Ini hebat di tengah perang terbuka PDI melawan Jokowi. Ini menjelaskan kerja politik solid dan signifikan,” ungkapnya.

Sayangnya, kata Adi, hal tersebut dinilai belum maksimal jika PDI Perjuangan masih mepertahankan citra partai yang keras dan cenderung menyerang.

Adi menjelaskan, di pandangan publik, citra PDI Perjuangan terbagi dua.

Ada tokoh yang menampilkan citra keras dan menyerang. Namun ada pula yang menunjukkan citra bersahabat yang berhasil menampilkan pemilu sekadar kompetisi tanpa memengaruhi hubungan ke depan.

Menurutnya, citra inilah yang perlu evaluasi. Mengingat jumlah pemilih berusia 17-40 tahun berkisar 56 persen dan mendominasi Pemilu mendatang, maka perlu pendekatan berbeda.

“Per hari ini publik melihat PDI Perjuangan wajahnya terbelah dua. Kalau melihat Hasto dan kawan kawannya adalah wajah yang cukup marah, menyerang habis-habisan dan membabi buta. Ini jadi pertaruhan politik yang tidak mudah,” sebut Adi.

“Selama ini ada dugaan kalau galak dan agresif suaranya akan naik itu gak terkonfirmasi juga,” lanjutnya.

Pandangan politik pun telah berubah. Generasi muda tak lagi menyukai komunikasi politik yang agresif. Mereka lebih menyukai narasi edukatif yang menyenangkan.

“Membangun citra politik adalah syarat penting bagi partai karena pertarungan antara wajah PDI Perjuangan yang lunak dan keras itu perlu dipikirkan,” tambah dia.

Untuk itu tantangannya adalah mengkolaborasikan pandangan ideologis khas PDI Perjuangan dengan pembawaan yang lebih fleksibel.

“Untuk pemilih muda yang mereka tahu adalah politik penuh kesantaian tanpa huru hara. Harus mengawinkan ideologi itu dengan basis massa yang lebih fleksibel,” tuturnya.

Selain itu, peluang lainnya juga ada di ceruk pemilih kritis. Namun hal itu juga perlu sangat cermat dan penuh pertimbangan.

“Ceruk pemilih kritis dan orang yang kecewa pada pemerintah saat ini masih bisa menjadi peluang PDI Perjuangan,” ujar Adi. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Paguyuban Langen Beksan Blitar Terkendala Gamelan, Guntur Wahono Dorong Bantuan APBD Jatim

BLITAR – Keterbatasan perangkat gamelan masih menjadi kendala bagi sejumlah paguyuban Langen Beksan di Kabupaten ...
KRONIK

Sonny Salurkan 37 Alsintan pada 36 Kelompok Tani Bondowoso

BONDOWOSO – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menyerahkan bantuan 37 unit alat dan mesin pertanian ...
KRONIK

Peringati Sumpah Pemuda, Aktivis Repdem Jatim Bersihkan Sampah Gunung Penanggungan

Lebih dari 100 aktivis Repdem PDI Perjuangan Jatim membersihkan sampah di Puncak Bayangan Gunung Penanggungan dalam ...
KRONIK

HGU PT Makarti Dipersoalkan Warga Karangsari, Sonny: Banyak Opsi untuk Aksi

BANYUWANGI – Persoalan Hak Guna Usaha (HGU) PT Makarti mencuat dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang ...
LEGISLATIF

Lewat GCC, Novita Hardini Dorong Kesadaran Warga Kelola Sampah dari Rumah

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah dan ...
LEGISLATIF

Gus Falah Minta Pengedar Narkoba Diproses Maksimal, Soroti Bahaya Penyalahgunaan Vape

LAMONGAN – Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, meminta aparat kepolisian memproses hukum ...