Senin
19 Oktober 2026 | 11 : 44

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Banjir, DPRD Banyuwangi Minta DLH Awasi Alih Fungsi Lahan Kawasan Hulu

PDIP-Jatim-Patemo-21122024

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi minta kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk memgawasi alih fungsi lahan dan program perkebunan hortikultura di kawasan hulu yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinya banjir saat musim hujan.

Hal itu mengemuka pada rapat koordinasi (Rakor) Komisi IV DPRD Banyuwangi bersama SKPD mitra kerja di Gedung DPRD setempat, Jumat (20/12/2024).

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, mengatakan, ada beberapa wilayah yang kerab dilanda banjir saat hujan deras dengan intensitas tinggi, yakni Kecamatan Banyuwangi Kota, Kecamatan Pesanggaran dan kalibaru.

“Beberapa titik kawasan hulu ditengarai menjadi penyebab banjir karena adanya penggantian komoditas tanaman, dari awalnya tanaman keras yang bisa menyerap air beralih ke tanaman hortikultura,” ujar Patemo, Jum’at (20/12/2024).

Karena itu, Komisi IV berharap kepada dinas maupun pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dan memastikan agar kawasan hulu aman dari risiko banjir.

Patemo juga menyampaikan, saat ini, masyarakat beberapa wilayah di Kecamatan Banyuwangi dihantui kekhawatiran akan terjadinya bencana banjir mengingat puluhan hektar lahan hutan, baik di wilayah perhutani, kehutanan dan perkebunan di daerah gantasan maupun erek-erek kawasan Ijen Kecamatan Licin, sudah ditebangi pohon-pohonnya.

“Kawasan erek-erek di Kecamatan Licin berisiko sebab tempat itu menjadi area pembangunan sutet Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal. Ini harus menjadi perhatian,” tuturnya.

Tebangan-tebangan kayu bekas pembangunan sutet yang saat ini belum disingkirkan berpotensi menghambat aliran air. Material kayu juga bisa saja terbawa aliran hingga ke sungai apabila tak segera disingkirkan.

“Kayu-kayu bekas tebangan harus segera disingkirkan agar tidak menghambat aliran air. Langkah pembersihan segera sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya bencana yang dapat membahayakan masyarakat di wilayah hilir,” pinta politisi PDI Perjuangan itu.

Pada kesempatan tersebut, Komisi IV juga melakukan evaluasi kinerja pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2024. Hingga awal bulan Desember 2024, serapan anggaran pembangunan fisik telah mencapai 70 persen. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...