Jumat
04 September 2026 | 2 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Antisipasi Banjir, DPRD Banyuwangi Minta DLH Awasi Alih Fungsi Lahan Kawasan Hulu

PDIP-Jatim-Patemo-21122024

BANYUWANGI – Komisi IV DPRD Banyuwangi minta kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk memgawasi alih fungsi lahan dan program perkebunan hortikultura di kawasan hulu yang ditenggarai menjadi penyebab terjadinya banjir saat musim hujan.

Hal itu mengemuka pada rapat koordinasi (Rakor) Komisi IV DPRD Banyuwangi bersama SKPD mitra kerja di Gedung DPRD setempat, Jumat (20/12/2024).

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo, mengatakan, ada beberapa wilayah yang kerab dilanda banjir saat hujan deras dengan intensitas tinggi, yakni Kecamatan Banyuwangi Kota, Kecamatan Pesanggaran dan kalibaru.

“Beberapa titik kawasan hulu ditengarai menjadi penyebab banjir karena adanya penggantian komoditas tanaman, dari awalnya tanaman keras yang bisa menyerap air beralih ke tanaman hortikultura,” ujar Patemo, Jum’at (20/12/2024).

Karena itu, Komisi IV berharap kepada dinas maupun pihak terkait untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi dan memastikan agar kawasan hulu aman dari risiko banjir.

Patemo juga menyampaikan, saat ini, masyarakat beberapa wilayah di Kecamatan Banyuwangi dihantui kekhawatiran akan terjadinya bencana banjir mengingat puluhan hektar lahan hutan, baik di wilayah perhutani, kehutanan dan perkebunan di daerah gantasan maupun erek-erek kawasan Ijen Kecamatan Licin, sudah ditebangi pohon-pohonnya.

“Kawasan erek-erek di Kecamatan Licin berisiko sebab tempat itu menjadi area pembangunan sutet Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal. Ini harus menjadi perhatian,” tuturnya.

Tebangan-tebangan kayu bekas pembangunan sutet yang saat ini belum disingkirkan berpotensi menghambat aliran air. Material kayu juga bisa saja terbawa aliran hingga ke sungai apabila tak segera disingkirkan.

“Kayu-kayu bekas tebangan harus segera disingkirkan agar tidak menghambat aliran air. Langkah pembersihan segera sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya bencana yang dapat membahayakan masyarakat di wilayah hilir,” pinta politisi PDI Perjuangan itu.

Pada kesempatan tersebut, Komisi IV juga melakukan evaluasi kinerja pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2024. Hingga awal bulan Desember 2024, serapan anggaran pembangunan fisik telah mencapai 70 persen. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...
LEGISLATIF

Ama Siswanto Desak Biaya Pengobatan Siswa SMPN 1 Kabuh Ditanggung, Dugaan Insiden MBG Harus Diinvestigasi

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Ama Siswanto, mendesak agar puluhan siswa SMPN 1 Kabuh yang ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan Tambahan Rp1,235 T Jangan Berujung SiLPA

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim agar tidak ...
KRONIK

Madura Berselawat, Bupati Fauzi Berharap Berdampak Positif bagi Pembangunan

SUMENEP – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama masyarakat mengikuti ...
KRONIK

Bupati Lukman: Jabatan Kepala Sekolah Itu Amanah Besar, Muaranya Harus untuk Kepentingan Anak

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menekankan pentingnya kebersamaan seluruh elemen pendidikan agar setiap ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Boyong Peternak ke DPR RI dan Kementan Terkait Anjloknya Harga Telur

MAGETAN — Komisi B DPRD Kabupaten Magetan memboyong perwakilan peternak dan koperasi peternak daerah bertolak ke ...