Selasa
26 Mei 2026 | 3 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Bincang Gayeng Megawati-Risma, Soal Kodok

pdip-jatim-risma-131120-1

pdip-jatim-risma-sambut-megaSURABAYA – Ada obrolan gayeng yang menarik antara Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Saat keduanya di dalam mobil dari Bandara Juanda, Risma mengatakan kepada Mega, telah membeli kodok.

Kata Risma, kodok dari Kediri itu dibeli sebagai salah satu upaya memberantas nyamuk demam berdarah.

“Begitu duduk bersama Ibu Megawati, Bu Risma langsung menyampaikan bagaimana arahan Ibu Megawati agar pemberantasan demam berdarah terus dilakukan. Selain membentuk pemantau jentik, dengan penuh semangat, Bu Risma menyatakan telah membeli kodok dari Kediri,” kata Hasto, sebagaimana rilisnya kepada wafrtawan, Sabtu (30/4/2016).

Menurut Hasto, Megawati pernah menceritakan kepada Risma bagaimana kodok dipelihara di kediaman Megawati di Teuku Umar, Jakarta. Hewan amfibi itu bisa dimanfaatkan untuk memberantas nyamuk.

Saat itu, tambah Hasto, Megawati menyarankan kepada Risma untuk membeli kodok dari Tabanan, Bali. Risma pun mengikuti saran Megawati, dan membeli kodok untuk ditempatkan di taman kota Surabaya.

“Kodok dari Tabanan, meski bentuk tubuhnya tidak begitu besar, efektif untuk memangsa nyamuk,” kata Hasto, menirukan ucapan Megawati saat itu. (Baca: Megawati Terima Naskah Akademik 1 Juni Harlah Pancasila dari NU)

Seperti diketahui, Megawati pada Sabtu dan Minggu 30 April-1 Mei 2016) menghadiri Apel Besar Harlah ke 93 NU, di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Pasuruan. Saat tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 16.00 WIB, Megawati disambut Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana, Bupati Ngawi Budi Sulistyono, dan serta Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi.

Sementara, rombongan dari Jakarta yang mendampingi Megawati, di antaranya Hasto Kristiyanto, Wagub DKI Djarot Syaiful Hidayat, anggota DPR Rieke Diah Pitaloka, serta Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo. (Foto-foto Apel Besar Harlah ke-93 NU)

Hasto menambahkan, bincang-bincang Megawati-Risma terlihat sangat akrab dan mesra. Keduanya merupakan penggemar tanaman, dan menjadikan tanaman sebagai bagian dari warna politik kemanusiaan yang menjadi perhatian utama Megawati.

“Semua kepala daerah PDI-P didorong untuk mencintai tanaman, dan sekiranya memungkinkan, membuka kebun raya sebagaimana dilakukan kepala daerah PDI-P di Kalteng, Kalbar, Kuningan, Tabanan, Jateng, dan Kota Surabaya,” kata Hasto. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Bersinergi dengan Pesantren, Salurkan Daging Kurban 6 Sapi untuk Santri dan Warga

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Bojonegoro bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren dalam ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Putusan MK Soal Kuota Perempuan Jadi Peringatan Keras bagi Parpol

Anggota DPRD Jatim Diana Sasa menilai putusan MK soal kuota 30 persen perempuan menjadi peringatan keras agar ...
LEGISLATIF

Doding Persilakan Mahasiswa Kritik Kebijakan Pemkab Trenggalek yang Dinilai Kurang Tepat

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta mahasiswa tidak ragu mengkritik kebijakan pemerintah yang dinilai ...
SUARA MUDA

Dari Dapur ke Digital: Kisah Perempuan Muda Bondowoso Menemukan Suara Politik di Bawah Payung PDIP

Kisah inspiratif generasi-Z Bondowoso yang ditempa politik lewat pendekatan personal Shanti, istri Ketua DPC PDIP ...
KRONIK

Ponpes Darul Falah Balongbendo Sidoarjo Terima Hewan Kurban dari DPD Jatim, Siap Distribusikan Daging ke Warga

SIDOARJO – Pondok Pesantren Darul Falah Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo menerima penyerahan hewan kurban dari ...
KRONIK

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten ...