Senin
20 Juli 2026 | 2 : 31

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sholawatan di Kali Kedinding, Jamaah Kangen Kepemimpinan Risma

pdip-jatim-241121-sholawatan-kalikedinding-1

SURABAYA – Ribuan warga Surabaya sambut kedatangan Calon Gubernur (Cagub) Tri Rismaharini, sebelum sholawatan di halaman Rusunawa Kali Kedinding, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (20/11/2024).

Dari pantauan di lokasi, ribuan warga dan jamaah sholawatan langsung berteriak memanggil, saat mengetahui Cagub Jatim yang biasa disapa Risma ini keluar dari kendaraannya.

“Bu Risma-Bu Risma,” teriak warga di lokasi.

Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar menanyakan pada massa yang hadir saat ini, perihal keinginan warga bertemu dengan Cagub Risma.

“Ada yang kangen dipimpin Bu Risma?” tanya Baihaki, dan dijawab teriakan, “saya” oleh warga.

Di kesempatan ini Baihaki mengatakan, kalau memang warga Surabaya rindu dipimpin Risma, maka pada tanggal 27 November untuk memilih dan memenangkan mantan Menteri Sosial tersebut.

“Kalau memang warga Surabaya ingin dipimpin Bu Risma lagi, ya nanti saat pemilu pilih Bu Risma, biar nanti Jawa Timur dipimpin dan ditata oleh Bu Risma,” ucapnya.

Sementara itu, Cagub Risma memberikan pengakuan di hadapan jamaah dan para kyai, saat menjadi Wali Kota Surabaya, dirinya kerap datang ke rusunawa Kali Kedinding, guna menemui para warga, khususnya ibu-ibu.

“Saya sebetulnya sering kali ke sini, yai. Temuin ibu-ibu yang ada di sini, cuma ingin ngobrol dengan mereka,” ungkap Risma yang diiya-kan oleh para ibu-ibu.

Wali Kota Surabaya dua periode ini mengatakan, saat SMA dan SMK masih di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, banyak yang gratis.

Beda dengan sekarang saat di bawah naungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

“Mungkin saat di bawah Pemkot masih gratis, sekarang sudah tidak ikut Pemkot bayar. Mahal lagi,” ungkapnya.

Karena mahalnya biaya SMA/SMK, maka Risma banyak menemui anak-anak Surabaya putus sekolah, terutama bagi keluarga yang kurang mampu.

“Banyak sekarang anak-anak yang putus sekolah karena tak ada biaya. Nanti kalau SMA/SMK gratis, ibu-ibu harus sekolahkan anaknya,” ucap Risma.

Selain itu, ibu-ibu yang hadir di acara tersebut minta Risma membangunkan gedung sekolah di sekitar rusunawa Kali Kedinding. (*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...
RUANG MERAH

Tak Ada Tarian Tango di Grahadi

Oleh Diana Sasa* RENCANA saya sederhana: nobar di warkop. Di Magetan. Bareng warga. Gagal. Senin pagi ini ada ...