Selasa
02 Juni 2026 | 9 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Hadiri Psikotes Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR, Megawati: Upaya Pelembagaan Partai dan Membangun Merit System

pdip-jatim-241101-psikotes-dpr-1

JAKARTA – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Prof Dr Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP Hasto Kristiyanto, menghadiri proses pendalaman kepribadian melalui psikotes yang dilakukan terhadap seluruh anggota Fraksi PDI PerjuanganDPR RI.

Psikotes seluruh anggota fraksi Partai berlambang kepala banteng itu dilakukan dalam dua gelombang, sejak Rabu (30/10/2024). Lokasinya di Sekolah Partai PDI Perjuangan di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Megawati hadir di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB bersama Ketua DPP Bidang Perempuan dan Anak Bintang Puspayoga, serta Ketua DPP Bidang Hukum, Prof Dr. Yasonna Laoly.

Para peserta melakukan psikotes tersebut dari pagi sampai malam hari. Dimulai dari psikotes online selama kurang lebih 4-5 jam, diskusi kelompok, dan wawancara mendalam.

DPP PDI Perjuangan bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) untuk melaksanakannya. Puluhan ahli dari Himpsi tampak terlibat di lokasi.

Usai psikotes dan memasuki masa istirahat, Megawati memberikan arahan yang dilakukan secara tertutup.

Usai arahan, dalam keterangannya kepada pers, Hasto Kristiyanto menyampaikan pesan utama Megawati kepada peserta. Yakni agar para peserta serius dalam melakukan seluruh tahapan psikotes.

Selanjutnya, Megawati menjelaskan latar belakang pelaksanaan psikotes yang ditempatkan untuk penguatan merit system.

“Ibu Megawati juga menyampaikan bahwa psikotes ini merupakan bagian dari pelembagaan partai dan upaya PDI Perjuangan membangun merit system di dalam partai politik,” kata Hasto Kristiyanto, di lokasi.

Dengan melakukan psikotes, Megawati menegaskan pentingnya potret diri yang bisa dipakai bagi penugasan dan pengembangan setiap kader Partai.

Psikotes juga akan dimanfaatkan untuk evaluasi ke internal partai, tools untuk melakukan kritik dan otokritik, sekaligus pengembangan penugasan ke depan.

“Sehingga Ibu Megawati menekankan bahwa bagaimana segala sesuatunya pelaksanaan fungsi partai dan penugasan dilaksanakan secara obyektif,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, ia mengatakan, PDIP memang berkomitmen teguh untuk melaksanakan pelembagaan partai secara sistemik dan sesuai kultur partai.

Psikotes juga ditempatkan sebagai bagian dari resolusi konflik, terutama yang berkaitan dengan penempatan jabatan strategis di Tiga Pilar Partai.

“Psikotes ini selain memotret personality, leadership, komitmen terhadap ideologi dan nilai-nilai kepartaian, juga berkaitan dengan daya juga juang, serta bagaimana pemahaman terhadap masa depan,” kata Hasto.

Usai memberikan arahan, Megawati dan Hasto melakukan foto bersama dengan para peserta psikotes dan para psikolog yang terlibat. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Dari Upacara ke Arena Jaranan, Cara PDIP Trenggalek Merayakan Harlah Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila di DPC PDI Perjuangan Trenggalek ditutup dengan pagelaran jaranan yang menghadirkan ...
KABAR CABANG

Yudi Meira: Sekretariat Baru PAC Sukorejo Harus Jadi Titik Awal Penguatan Organisasi

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar Yudi Meira menegaskan sekretariat baru PAC Sukorejo harus menjadi pusat ...
RUANG MERAH

Menjemput Pancasila di Labirin Algoritma

Oleh Martin Rachmanto* HARI ini, 1 Juni, ingatan kita melompat kembali ke tahun 1945. Di bawah rindang pohon sukun ...
KABAR CABANG

Hari Lahir Pancasila, Ketua DPC PDIP Jombang: Rakyat adalah Kekuatan Kita

JOMBANG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Gelar Upacara Harlah Pancasila, Kader Diminta Bersiap Jalankan Agenda Bulan Bung Karno

NGAWI – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni idealnya tidak hanya sebatas simbolisasi semata. Bagi setiap ...
KRONIK

Untari Ingatkan Dana Masyarakat untuk Kopdes Merah Putih Digunakan Proporsional

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, meminta para pemangku kepentingan untuk lebih selektif ...