Jumat
19 Juni 2026 | 2 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Paslon Ony-Antok Kerap Blusukan di Pasar Tradisional, Ternyata Gegara In

IMG-20241025-WA0047

NGAWI – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dan Dwi Rianto Jatmiko selalu berkampanye di pasar tradisional. Rupanya, ada maksud tertentu di balik aktivitas kampanye keduanya.

Berdasarkan salinan surat pemberitahuan kegiatan kampanye yang diterbitkan oleh Tim Pemenangan Ony-Antok, sebanyak 6 titik lokasi pasar tradisional menjadi sasaran kegiatan kampanye keduanya. Sejumlah titik tersebut, tersebar dari Ngawi bagian timur hingga ujung barat.

Seperti halnya kegiatan kampanye hari ini, pada Jumat (25/10/2024). Ony-Antok bersama dengan tim blusukan di pasar Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. Sembari berkeliling area pasar, keduanya menjaring aspirasi dan mendengarkan keluhan warganya.

Dalam sebuah kesempatan kampanye di pasar tradisional, Calon Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan maksud dan tujuan berkampanye di pasar tradisional. Ada sejumlah alasan, yang melatarbelakangi kampanye di pasar tradisional.

“Pertama, karena efisien,” kata Ony Anwar Harsono.

Ony Anwar Harsono menjelaskan, dengan mendatangi pasar tradisional, aktivitas sah untuk memaparkan visi misi itu tidak perlu lagi mengumpulkan banyak orang. Sebab, pasar masih menjadi sentra aktivitas jual beli masyarakat.

“Pasar menjadi pusatnya orang berkumpul, ada aktivitas jual beli, ada silaturahmi sesama warga di pasar tradisional,” ucapnya.

Kader PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi itu mengatakan, dengan mengunjungi pasar tradisional, maka akan terjalin komunikasi interaktif dengan warga. Bertanya langsung dengan warga, sebagai salah satu cara mendalami kegelisahan masyarakat untuk dicarikan solusi terbaiknya.

Selain itu, pengunjung pasar juga heterogen. Tidak hanya warga sekitar, melainkan juga banyak masyarakat luar daerah yang berbelanja atau berdagang di pasar yang menjadi jujugan kegiatan kampanye.

“Kadang kala, keluhan warga itu munculnya di pasar tradisional,” ucap Ony Anwar Harsono.

Selain alasan itu, berkampanye di pasar juga menjadi sarana untuk memantau pergerakan harga komoditas. Pun juga menjadi sarana untuk mengenalkan komoditas lokal kepada pedagang pasar.

“Kalau ada harga komoditas yang tinggi, kita bisa langsung respon. Misalnya harga bawang merah mahal karena harus dikirim dari luar daerah, maka kita bisa mengenalkan pedagang dengan komunitas di Ngawi yang juga fokus tanaman hortikultura seperti bawang merah,” tandasnya. (and/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Saat Ribuan Warga Berkumpul di Pantai Serang, Merawat Tradisi dan Menjaga Harapan

Ribuan warga memadati Pantai Serang, Blitar, untuk mengikuti tradisi Larung Sesaji menyambut 1 Suro. Tradisi ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Kecamatan dan Kelurahan Kawal Sensus Ekonomi 2026

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya Anas Karno mengajak kecamatan dan kelurahan mengawal Sensus Ekonomi 2026 agar ...
LEGISLATIF

DPRD Trenggalek Cari Solusi Agar PPPK Tak Terdampak Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi meminta Pemkab mengoptimalkan PAD untuk mengantisipasi dampak kebijakan ...
HEADLINE

Said Abdullah Tegaskan PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Tekankan Sikap Objektif dan Proporsional

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Said Abdullah menegaskan bahwa posisi ...
LEGISLATIF

Kondisi Geopolitik Timur Tengah jadi Tantangan Penyelenggaraan Haji ke Depan

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri mengingatkan Kementerian Haji dan Umrah perihal tantangan ...
LEGISLATIF

Selaraskan Aturan Pusat, DPRD dan DPMD Jombang Bakal Revisi Perda Pilkades

JOMBANG – Komisi A DPRD Kabupaten Jombang menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pemberdayaan ...