Minggu
20 September 2026 | 11 : 50

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

77 Persen Difabel di Situbondo Pengangguran, Cabup Mas Rio Siapkan Skema Perlindungan dan Fasilitasi

IMG-20240923-WA0062

SITUBONDO – Ratusan difabel di Situbondo tidak bekerja alias pengangguran. Hal itu diungkapkan calon bupati, Yusuf Rio Wahyu Prayogo alias Mas Rio saat merayakan Hari Bahasa Isyarat Internasional 23 September 2024 bersama para difabel.

Acara diselenggarakan di pusat kota alun-alun Situbondo wujud  keberpihakan Mas Rio kepada warga disabilitas.

Dalam wawancaranya, pria asal Dawuhan itu, mengatakan bahwa salah satu misi yang tertuang dalam visi dan misi pasangan Mas Rio – Mbak Ulfi adalah perlindungan dan penguatan peran perempuan, anak dan disabilitas.

“Teman difabel memiliki hak yang sama dengan semua orang sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Nah, hak mereka ini yang harus kita lindungi. Jangan sampai hak mereka untuk mendapatkan informasi dirampas hanya karena mereka difabel,” ujar Mas Rio.

Masih menurut Mas Rio, Hari Bahasa Isyarat Internasional haruslah menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh stakeholder memfasilitasi para difabel dengan menyediakan juru bahasa isyarat dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

“Minimal untuk mempermudah bagi teman difabel mendapatkan informasi pekerjaan,” katanya.

Tahun 2022 lalu, kata Mas Rio,  salah satu organisasi difabel di Situbondo pernah melakukan penelitian dan mengambil  811 respon disabilitas. Dari 811 responden 23 persen bekerja dan 77 persen tidak bekerja.

“Nah, dari 23 persen tersebut hanya 1 persen yang bekerja di sektor formal sisanya kerja non formal atau serabutan yang sama sekali dalam hal gaji dan pelayanan kesehatan tidak berpihak kepada mereka,” lanjut Mas Rio.

Bagi Mas Rio, semua berawal dari kurangnya akses informasi yang mereka dapatkan. Kurangnya Informasi bisa berdampak terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, bebas dari stigma  dan 22 hak disabilitas seperti yang tertuang di UU Nomor 8 Tahun 2016.

“Momentum Hari Bahasa Isyarat internasional 23 September 2024 haruslah menjadi langkah awal menggerakkan pola hidup inklusi. Jangan biarkan teman difabel berjuang sendiri. Kita harus bersama-sama.  Patenang-Pamenang Mas Rio-Mbak Ulfi,” pungkasnya. (isa/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Tuban Lantik Pengurus Ranting Se-Kecamatan Senori dan Parengan

TUBAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tuban resmi melantik dan mengukuhkan jajaran Pengurus ...
LEGISLATIF

Amirah Dorong Pokir DPRD Kota Batu Sasar Pemulihan Ekonomi hingga Kelompok Inklusif

BATU — Anggota Komisi C DPRD Kota Batu dari Fraksi PDI Perjuangan, Amirah Ghaida Dayanara, mendorong agar ...
KRONIK

Seusai Berlari, Peserta Soekarno Run BWX Disambut Sport Massage Terapis Disabilitas Netra

BANYUWANGI — Kaki pegal dan tubuh yang mulai terasa lelah menjadi hal biasa setelah pelari menyelesaikan lomba. ...
KRONIK

Ribuan Orang Ramaikan Soekarno Run, Bupati Ipuk: Sarana Edukasi Sosok Sang Proklamator

BANYUWANGI – Gelaran Soekarno Run di Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah pada Minggu (20/9/2026). Event lari ...
UMKM

Pendampingan UMKM Kuliner Tuban; Pentingnya Cerita di Balik Rasa

TUBAN – Bisnis kuliner tak sekadar bagaimana menghadirkan rasa masakan yang istimewa. Cerita di ralik rasa sebuah ...
LEGISLATIF

Mia Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS Kesehatan Pekerja

MALANG — Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat ...