SIDOARJO – Memasuki masa reses, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi SH MHum menjaring aspirasi dari konstituen di dapil 1 Jatim (Surabaya-Sidoarjo).
Sabtu (2/4/2016) malam, legislator yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu bertemu dengan masyarakat di kawasan Sukodono, Sidoarjo,.
Tidak hanya melakukan serap aspirasi soal bermacam persoalan. Pada kesempatan itu, Kusnadi juga mengulas nilai-nilai Pancasila dan kebhinnekaan.
“Ini kesekian kalinya saya ke sini. Saya harus ke sini sebagai kewajiban saya sebagai legislatif dari PDI Perjuangan yang telah bapak dan ibu sekalian percaya menjadi anggota DPRD Jatim,” kata Kusnadi.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah warga menyampaikan aspirasinya. Di antaranya dari petani Wilayut yang berharap ada bantuan mesin singkal dari pemerintah.
Pancasila Bintang Penuntun
Usai serap aspirasi, Kusnadi menjlentrehkan terkait nilai nilai Pancasila. “Pancasila sebagai ideologi negara bersifat final. Tidak boleh diutak atik lagi. Kalau belakangan ada warga negara Indonesia bergabung atau mengidolakan ISIS, jelas tidak benar,” tandas Kusnadi.
Pancasila sesuai dipidatokan Bung Karno pada 1 Juni 1945, paparnya, menjadi semacam bintang penuntun rakyat Indonesia.
Pancasila, urai dia, memuat nilai-nilai. Yakni, pertama, nasionalisme atau kebangsaan Indonesia, kedua internasionalisme atau perikemanusiaan, dan ketiga mufakat atau demokrasi.
Berikutnya, ke empat, kesejahteraan sosial dan kelima, ketuhanan yang berkebudayaan. (hs)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS