Kamis
20 Agustus 2026 | 8 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

APBD Kota Surabaya 2025 di-Dok, Fokus di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Kemiskinan

pdip-jatim-240820-apbd-sby-2025

SURABAYA – Pimpinan DPRD Surabaya bersama Wali Kota Eri Cahyadi telah menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Kota Surabaya senilai Rp 12,3 triliun saat rapat paripurna di kantor DPRD, Kamis (15/8/2024).

Angka APBD 2025 naik jika dibandingkan APBD Kota Surabaya 2024 yang berjumlah Rp 10,9 triliun. Kemudian, beberapa waktu lalu, Perubahan APBD 2024 ditetapkan sebesar Rp 11,5 triliun.

Peningkatan APBD Surabaya itu dilakukan untuk mempercepat pembangunan di Kota Pahlawan dengan mengakselerasi layanan publik, memudahkan layanan kesehatan, memajukan pendidikan, dan memperkuat pengentasan kemiskinan.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan bahwa peningkatan APBD bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan segala bidang.

“Ini menjadi kado bagi masyarakat Surabaya di Hari Kemerdekaan Ke-79 RI sekaligus pelecut semangat untuk terus memajukan daerah,” ujar pria yang karib disapa Cak Awi itu dalam siaran pers kepada media, Senin (19/8/2024).

APBD 2025, lanjutnya, memiliki tiga prioritas kerja, yakni kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Bidang kesehatan serta pendidikan ditekankan pada kemudahan akses layanan bagi warga Surabaya.

Pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu pun menyebutkan bahwa alokasi bidang pendidikan mencapai lebih dari 21 persen dari total APBD 2025. Anggaran itu salah satunya dialokasikan untuk pembangunan sekolah menengah pertama negeri (SMP) baru.

“Pembangunan SMPN baru dapat menjadi jawaban atas problematika penerimaan peserta didik baru (PPDB). Banyak peserta didik baru tidak terakomodasi dengan jumlah SMP yang ada,” sebutnya.

Adapun anggaran di bidang kesehatan yang mencapai Rp 353 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit di Surabaya Selatan dan puskesmas, termasuk puskesmas pembantu.

“Sebelum dikerjakan, akan dilakukan studi kelayakan terlebih dulu. Selain itu pembangunan infrastruktur, pembenahan perkampungan, dan pengentasan pengangguran harus menjadi perhatian serius. Pada 2025, (daerah terdampak) banjir dan genangan di Surabaya juga harus berkurang,” jelas Adi.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa pembangunan rumah sakit di Surabaya Selatan merupakan salah satu upaya Pemkot Surabaya untuk menciptakan pemerataan kesehatan.

Menurut Eri, pembangunan RS dilakukan agar tak ada penumpukan pasien di RS Soewandhi. Ketika fasilitas layanan kesehatan sudah merata, maka antrean pasien yang berobat tidak akan mengalami penumpukan.

“Terlebih, Pemkot Surabaya juga tengah merampungkan pembangunan rumah sakit di Surabaya Timur,” jelas Eri.

Sementara, pada upaya penanggulangan kemiskinan dan pengentasan pengangguran, langkah-langkah kebijakan taktis untuk merangkul warga yang berkategori miskin, salah satunya melalui program padat karya.

“Semoga (seluruh program tersebut) bisa segera didorong untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Kota Surabaya, menekan pengangguran, serta meningkatkan pembangunan di bidang- bidang lain,” ucap Adi.

Pada kesempatan itu, DPRD Kota Surabaya juga mendorong Pemkot Surabaya untuk melakukan percepatan penanganan banjir.

Menurut Adi, terdapat beberapa indikator yang perlu diterapkan dalam penanganan banjir, mulai dari mempersempit luas genangan, memperkecil kedalaman genangan, hingga mempersingkat durasi genangan.

Selain itu, perbaikan infrastruktur juga harus dilakukan. Menurut Adi, program penanggulangan banjir harus menjadi salah satu program prioritas pada 2025.

”Saya memaklumi, banjir masih akan pada 2025. Tapi, skala genangan air harus berkurang. Apalagi, pada waktu curah hujan deras dan terjadi rob laut,” ucap Adi.

Seluruh jajaran dewan berharap agar penggunaan APBD dapat dilakukan secara proporsional dan bijaksana. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh warga merasakan dampak pembangunan, baik secara bangunan fisik maupun layanan.

“Dewan akan terus mengawal pemanfaatan APBD 2025 ini dengan baik. Tujuannya satu, memastikan pembangunan merata dan dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkot Surabaya Bidik Investasi Rp43 Triliun pada 2026, Layanan Digital Diperkuat

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membidik realisasi investasi sebesar Rp43 triliun pada 2026. Untuk ...
KRONIK

Tiga Politisi Muda PDIP Tapal Kuda Masuk Nominasi Penghargaan Nasional

JEMBER – Tiga politisi muda PDI Perjuangan dari kawasan Tapal Kuda masuk nominasi penghargaan yang digelar salah ...
KRONIK

Korban TPPO Asal Jawa Barat Dipulangkan, Sinung Harap Kasus Serupa Tidak Terjadi Lagi

BONDOWOSO – Tiga perempuan asal Jawa Barat yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ...
SEMENTARA ITU...

Doding Dorong Pedagang Pasar Melek Teknologi agar Tak Tergusur Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mendorong pedagang pasar tradisional beradaptasi dengan ...
LEGISLATIF

Komisi B DPRD Jember Soroti Gerobak Cinta dan Kebocoran Retribusi Pasar

JEMBER – Komisi B DPRD Jember meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat menggeser anggaran sejumlah program ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Jember Tolak Tanggung Jawab atas Utang Rp786 Miliar

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menolak ikut bertanggung jawab atas rencana pinjaman daerah Rp786,573 ...