Jumat
14 Agustus 2026 | 8 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upaya Percepat Penurunan Stunting, Bupati Malang Turut Launching Rumah Pangan

pdip-jatim-240614-abahsan-rumah-pangan

MALANG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaunching Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan Launching Rumah Pangan B2SA berlangsung di delapan kabupaten/kota di Jatim, termasuk di Kabupaten Malang.

Agenda launching yang di Kabupaten Malang diselenggarakan di Kantor Desa Bululawang, Jumat (14/6/2024).

“Kehadiran Rumah Pangan B2SA ini menjadi sarana untuk sosialisasi, edukasi, dan implementasi kepada masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan,” ujar Bupati Malang HM. Sanusi dalam sambutannya.

Rumah Pangan B2SA, jelas Sanusi, merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat. “Sehingga muaranya ditujukan dalam menunjang percepatan penurunan stunting serta pengentasan gizi buruk dan gizi kurang pada anak,” ujarnya.

Dia menambahkan, pola konsumsi yang kurang memadai dapat berpotensi menyebabkan tiga masalah gizi. Yakni meliputi undernutrition yang dapat berdampak pada stunting hingga gizi buruk; overnutrition yang memicu obesitas dan kelebihan berat badan; serta defisiensi zat mikro misalnya anemia karena kekurangan zat besi.

Selain itu, permasalahan gizi juga dapat memicu beberapa dampak buruk. Di antaranya menghambat perkembangan kecerdasan otak serta menurunnya fungsi kognitif bagi penderita.

Sedangkan bila tidak segera tertangani, maka dalam jangka panjang juga dapat berdampak pada penurunan produktivitas.

Sementara itu, untuk dampak secara tidak langsung dari adanya permasalahan gizi tersebut di antaranya adalah menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi. “Maka yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang adalah mengarahkan pola konsumsi masyarakat ke arah konsumsi pangan B2SA,” imbuhnya.

Melalui Rumah Pangan B2SA tersebut, politisi PDI Perjuangan ini berharap bisa menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang akan diintegrasikan dengan kegiatan penanganan stunting lainnya.

“Rumah Pangan B2SA ini menjadi langkah preventif dalam menunjang upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Malang, termasuk di Kecamatan Bululawang,” pungkas Sanusi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Batu Dorong APBD 2027 Perkuat Kemandirian Fiskal, PAD Harus Dioptimalkan

DPRD Kota Batu mendorong APBD 2027 memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi PAD agar pembangunan tidak ...
HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...