Kamis
08 Oktober 2026 | 3 : 22

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Upaya Percepat Penurunan Stunting, Bupati Malang Turut Launching Rumah Pangan

pdip-jatim-240614-abahsan-rumah-pangan

MALANG – Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) melaunching Rumah Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Kegiatan Launching Rumah Pangan B2SA berlangsung di delapan kabupaten/kota di Jatim, termasuk di Kabupaten Malang.

Agenda launching yang di Kabupaten Malang diselenggarakan di Kantor Desa Bululawang, Jumat (14/6/2024).

“Kehadiran Rumah Pangan B2SA ini menjadi sarana untuk sosialisasi, edukasi, dan implementasi kepada masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan,” ujar Bupati Malang HM. Sanusi dalam sambutannya.

Rumah Pangan B2SA, jelas Sanusi, merupakan upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat. “Sehingga muaranya ditujukan dalam menunjang percepatan penurunan stunting serta pengentasan gizi buruk dan gizi kurang pada anak,” ujarnya.

Dia menambahkan, pola konsumsi yang kurang memadai dapat berpotensi menyebabkan tiga masalah gizi. Yakni meliputi undernutrition yang dapat berdampak pada stunting hingga gizi buruk; overnutrition yang memicu obesitas dan kelebihan berat badan; serta defisiensi zat mikro misalnya anemia karena kekurangan zat besi.

Selain itu, permasalahan gizi juga dapat memicu beberapa dampak buruk. Di antaranya menghambat perkembangan kecerdasan otak serta menurunnya fungsi kognitif bagi penderita.

Sedangkan bila tidak segera tertangani, maka dalam jangka panjang juga dapat berdampak pada penurunan produktivitas.

Sementara itu, untuk dampak secara tidak langsung dari adanya permasalahan gizi tersebut di antaranya adalah menimbulkan permasalahan sosial dan ekonomi. “Maka yang menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang adalah mengarahkan pola konsumsi masyarakat ke arah konsumsi pangan B2SA,” imbuhnya.

Melalui Rumah Pangan B2SA tersebut, politisi PDI Perjuangan ini berharap bisa menjadi sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang akan diintegrasikan dengan kegiatan penanganan stunting lainnya.

“Rumah Pangan B2SA ini menjadi langkah preventif dalam menunjang upaya menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Malang, termasuk di Kecamatan Bululawang,” pungkas Sanusi. (ace/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Doding Rahmadi: Pendidikan Agama Jadi Benteng Hadapi Hoaks dan Perubahan Zaman

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi mengingatkan pentingnya pendidikan agama sebagai salah ...
LEGISLATIF

Novita Minta Calon Dewas RRI Perhatikan Nasib Kontributor, Honorer, dan PPPK

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini meminta calon Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik ...
KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...