Selasa
27 Oktober 2026 | 5 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Program DITO yang Digagas Bupati Kediri Mulai Tunjukkan Hasil

pdip-jatim-240425-dito-1

KEDIRI – Program Desa Inovasi Tani Organik (DITO) yang digagas Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana sejak awal kepemimpinannya, mulai menunjukkan hasil.

Program DITO terbukti berhasil meningkatkan produktivitas padi para petani di Kabupaten Kediri. Apalagi, penggunaan pupuk organik juga menghasilkan bulir padi yang lebih berisi.

Sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri, program DITO bertujuan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

Kepada media, Bupati Hanindhito Himawan Pramana kemarin mengatakan, pertanian organik tidak hanya menekan biaya produksi, tapi juga meningkatkan kesuburan tanah, dan hasil panen. Meski memerlukan proses cukup panjang, hasilnya sangat menguntungkan.

Data peningkatan produktivitas hasil panen padi di Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa semakin banyak petani yang tertarik dengan pertanian organik.

“Pemerintah daerah juga memberikan bantuan peralatan pertanian dan benih untuk mendukung sektor pertanian, guna menekan biaya produksi,” katanya.

Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri, Anang Widodo, menyebut bahwa pada tahun 2024 bantuan benih disalurkan untuk cakupan lahan seluas 6.000 hektare.

Para petani mulai melakukan panen padi pada akhir bulan Maret dan mengalami puncak panen di bulan April. “Hanya saja yang perlu diwaspadai saat ini karena cuaca hujan yang masih tinggi dan pengaruh angin, padi rawan roboh,” ujarnya.

Program DITO dikenalkan kepada petani melalui pembuatan demplot atau lahan percontohan. Melalui demplot ini, petani dapat melihat hasil penggunaan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia.

Selain itu, melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL), dispertabun memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dan pestisida hayati kepada kelompok tani di tiap desa. Kesadaran petani untuk menggunakan pupuk organik pun semakin meningkat.

Data dari Dispertabun Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa rata-rata produksi gabah kering giling pada tahun 2022 mencapai 6,19 ton/hektare. Pada tahun 2023, angka ini naik menjadi 6,22 ton/hektare, dan di tahun 2024 kembali naik menjadi 6,24 ton/hektare.

Luasan lahan padi di Kabupaten Kediri secara keseluruhan mencapai 48 hektar. Wilayah yang menjadi sentra padi berdasarkan pemetaan kawasan agropolitan meliputi wilayah Palem Pari (Pare, Plemahan Papar, dan Purwoasri). (putera/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...