Rabu
05 Agustus 2026 | 2 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Untuk Ini, Eri Prioritaskan Bonus Demografi Dalam Penyusunan RPJPD Kota Surabaya 2024-2045

pdip-jatim-240222-ec-banjir-3

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memprioritaskan bonus demografi atau kelompok usia produktif dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Surabaya tahun 2025-2045.

Menurut Eri, untuk menekan pengangguran di Kota Surabaya, jumlah penduduk dengan usia produktif atau angkatan kerja harus meningkatkan dan menggerakkan kemampuannya sehingga bisa mendapatkan pekerjaan.

“Jadi memaksimalkan investasi yang ada untuk pergerakan ekonomi dan untuk menyelesaikan bonus demografi. Karena itulah dalam RPJPD 2025-2045, bagaimana kita bisa memanfaatkan bonus demografi, itu yang terpenting,” kata Eri.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah melalui program 1 Keluarga Miskin (Gamis) 1 Sarjana. Selanjutnya, jumlah mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi itu akan dipetakan berdasarkan program studi (prodi).

Dengan demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat memperkirakan, serta memetakan proyeksi kebutuhan kota.

“Upaya komitmen salah satunya adalah 1 Keluarga Miskin 1 Sarjana. Ketika sudah sarjana, kita tahu sarjana jurusan apa? Maka kita bisa memperkirakan di 5 tahun ke depan, kegiatan apa yang terbesar sehingga kita arahkan kesana,” terangnya.

Oleh karena itu, untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Surabaya. Bahkan, IPM Kota Surabaya berada di angka 83,99 dengan kategori sangat tinggi menjadi modal untuk meraih hasil dari bonus demografi.

“Yang saya kuatkan adalah SDM, karena jika tidak menyelesaikan SDM maka semakin banyak orang yang masuk ke umur produktif tapi tidak memiliki kemampuan,” ujar dia.

Eri mengaku bahwa dalam merencanakan pembangunan selama dua puluh tahun ke depan bukanlah perkara yang mudah.

Potensi perkembangan industri di wilayah sekitar Surabaya harus mampu dimanfaatkan untuk dapat mendorong penguatan sektor perdagangan dan jasa di Kota Pahlawan agar perekonomian dapat tumbuh merata.

“Memaksimalkan investasi untuk pergerakan ekonomi dan menyelesaikan bonus demografi. Contoh di Margomulyo di belakangnya ada Kecamatan Asemrowo, Jalan Tambak Pring, berarti manfaatnya apa dari pergudangan? Maka harus bermanfaat untuk kampung sekitar. Sebetulnya Kampung Madani ini adalah pijakan untuk menuju kesana,” jelasnya. (dhani/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim Minta Trauma Healing Jadi Prioritas Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa II

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur minta pemerintah menjadikan trauma healing sebagai prioritas dalam ...
LEGISLATIF

DPRD Jatim Sepakati Anggaran Rp274 M untuk Tambahan Tunjangan Profesi Guru ASN

Komisi E DPRD Jatim memastikan alokasi Rp274 miliar melalui APBD untuk membayar tambahan TPG yang menjadi komponen ...
HEADLINE

Soekarno Cup 2026 Buka Jalan Talenta Muda Menuju Timnas dan Liga Profesional

Soekarno Cup 2026 diikuti 16 provinsi dengan target melahirkan talenta sepak bola yang mampu menembus klub ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Iuran HUT RI di Kampung Tidak Dipatok, Harus Sukarela

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik ...
KRONIK

Bupati Lukman Lepas Kontingen Jamnas XII: Menyala Pramuka Bangkalan!

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Minta Aparat Usut Tuntas Jaringan Penadah Pencurian Aset Publik

SURABAYA – Komisi C DPRD Kota Surabaya minta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan penadah barang bekas ...