Kamis
08 Oktober 2026 | 9 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Di Akhir Hajatan Rakyat, Ganjar “Bangkitkan” Dono Warkop DKI dengan Kaus Clean Government

pdip-jatim-240211-kaus-dono-1

SEMARANG – Calon presiden (Capres) nomor urut 03 Ganjar Pranowo menjadi sorotan, saat Hajatan Rakyat, kampanye akbar terakhir di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/2/2024).

Di balik jaket bombernya, Ganjar mengenakan kaus putih bertuliskan ‘JOIN US WE FIGHT FOR A CLEAN GOVERNMENT’ yang artinya ‘Ikut kami. Kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih.

Kalimat ‘JOIN US WE FIGHT FOR A CLEAN GOVERNMENT’ pada kaus yang dikenakan Ganjar, sama persis dengan yang dikenakan mendiang Wahjoe Sardono alias Dono Warkop DKI, saat ditangkap tentara pada tahun 1974, saat unjuk rasa mahasiswa dalam aksi Malapetaka Lima Belas Januari atau Malari. Diketahui, selain terkenal sebagai komedian, Dono juga merupakan aktivis.

Bahkan, Dono turut dalam aksi-aksi demonstrasi pada 1998 yang menumbangkan presiden otoriter Soeharto. Dono, kerap kali berada di barisan depan massa demonstran.

Bukan tanpa alasan, Ganjar sengaja memakai kaus tersebut karena selaras dengan visi misi Ganjar- Mahfud untuk melakukan bersih bersih di pemerintahan. Memberantas korupsi, kolusi, nepotisme (KKN).

Dilansir dari jabar.tribunnews.com, Komika Ernest Prakasa sempat mengunggah foto Dono saat dikepung sejumlah tentara pada masa Orde Baru di instagramnya.

Dalam foto yang diunggah, terlihat Dono mengenakan kaus putih bertuliskan ‘Join Us. We Fight for a clean government’ yang artinya ‘Ikut kami. Kami berjuang untuk pemerintahan yang bersih.’

Seperti diketahui, mendiang Dono termasuk sosok yang kritis saat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia (UI). Pada masa itu, Dono sempat ikut dalam demo mahasiswa menolak dominasi ekonomi Jepang di Indonesia.

Pada masa Orde Baru itu aksi Dono berbuah pil pahit karena menyinggung pemerintah. Rumah orangtua Dono di Delanggu sempat didatangi intel dan kepolisian.

Pada 1998, Dono muda kembali turun ke jalan. Ia dan teman-temannya menghadang aparat keamanan yang mencoba merangsek masuk ke Universitas Katolik Atmajaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Keberanian Dono memperjuangkan reformasi, diungkapkan dalam buku ‘Warkop Main-Main Jadi Bukan Main’ karya Rudy Badil dan Indro Warkop. Jurnalis Kompas, Budiarto Shambazy yang dipercaya menuliskan kata pengantar, masih mengingat dengan jelas kejadian bersejarah tersebut.

Saat itu Jumat, 13 November 1998, ketika Jakarta masih mencekam karena peristiwa 12 Mei 1998 yang menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti. Saat itu, mahasiswa menuntut Soeharto mundur sebagai Presiden.

Budiarto yang berada di lokasi mengatakan, dia dan ratusan mahasiswa yang berlindung di UAJ diberondong senjata api selama satu jam. Rentetan tembakan tersebut berlangsung sejak pukul 20.30 WIB.

“Dono memang nekat. Setiap kali berondongan senjata diarahkan ke kampus, dia malah menantang badai. Dengan wajah melas tapi kocak, dengan barisan giginya yang ‘maju tak gentar’, Dono dinobatkan mahasiswa menjadi penyemprot utama selang raksasa,” tulis Budiarto.

Selang itu diarahkan Dono ke barisan tentara yang berada di jalur kanan Jalan Jenderal Sudirman. Sebagian prajurit yang melihat ulah Dono hanya bisa menggelengkan kepala sambil tersenyum.

Budiarto menjelaskan, Dono menjadi aktivis politik yang ikut menyusun lahirnya Reformasi 1998 dan bertujuan menggulingkan Soeharto. Bahkan, Dono juga turut menyiapkan terms of reference untuk seminar-seminar, mengatur kunjungan ke DPR, hingga menyiasati demo-demo mahasiswa. (red/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Puan di Forum IPU: Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Haruslah Adil

Puan Maharani menegaskan di Sidang Umum IPU ke-153 bahwa tata kelola pemerintahan yang baik haruslah adil, ...
LEGISLATIF

Desak PSU Perumahan Vaganza Segera Diserahkan ke Pemkab Malang, DPRD Siap Kawal

MALANG – Komisi III DPRD Kabupaten Malang mendesak Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) Perumahan Vaganza segera ...
SEMENTARA ITU...

Prof Kyungyon Moon Apresiasi Inovasi Bupati Trenggalek, Siapkan Program Pemberdayaan Pemuda

TRENGGALEK – Inovasi Pemerintah Kabupaten Trenggalek mendapat apresiasi dari Prof. Kyungyon Moon dari Jeonbuk ...
LEGISLATIF

DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Pembentukan Produk Hukum Daerah untuk Dibahas

BANYUWANGI – DPRD Kabupaten Banyuwangi mengajukan Rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif tentang ...
UMKM

Bupati Gresik Perintahkan Dinas Koperasi Tetap Lakukan Pendampingan Pasca-Pelatihan kepada UMKM

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Program Bunda Puspa tidak berhenti pada pelatihan. Para alumni ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Peringatan HUT Ke-81 TNI di Lumajang, Agus Wicaksono Sampaikan TNI Kuat Bersama Rakyat

LUMAJANG – Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara ...