Selasa
25 Agustus 2026 | 3 : 04

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Agus Wicaksono Sosialisasi Manajemen Konflik Sosial di Tahun Politik

IMG-20240129-WA0042_copy_749x419

JEMBER – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Agus Wicaksono, S.Sos melaksanakan sosialisasi di rumah bapak Hariyono, Desa Puger Wetan Kecamatan Puger, Jum’at (26/1/2024).

Sosialisasi kali ini, pihaknya mengangkat tema Manajemen Konflik Sosial di Tahun Politik dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan Indonesia dan pesertanya merupakan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda se-Desa Puger.

H. Agus Wicaksono, S.Sos, mengatakan bahwa pesta demokrasi sudah dekat, yakni 14 Februari 2024. Pihaknya mengajak, supaya momentum Pemilu digunakan sebagai proses bagaimana memperbaiki bangsa Indonesia melalui demokrasi.

“Agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik dan transparan. Meskipun, kita ketahui bersama masih saja kita temui kasus korupsu di pemerintahan ini,” terang Agus Yudha sapaan akrabnya.

Meski demikian, kata Agus Yudha, demokrasi di Indonesia tidak sepenuhnya salah. Pasalnya, demokrasi di Indonesia nampak sangat liberal sekali.

“Siapa yang punya uang, akan dipilih. Sementara, calon yang tidak punya uang, meskipun mempunyai semangat dan kualitas serta siap memperjuangkan hak rakyat, tidak akan dipilih,” jelasnya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Timur itu menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap masyarakat kini sangat minim sekali. Pasalnya, masih banyak calon pemimpin ketika sudah jadi ternyata tidak berani teriak lantang dalam mengupayakan dan menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.

Tegas Agus Yudha, memilih pemimpin haruslah calon pemimpin yang berani berteriak lantang ketika hak-hak masyarakat belum diberikan oleh pemerintah. Oleh karena itu, sebagai warga negara harus memilih calon pemimpin yang bisa memikul beban berat guna menyelamatkan bangsa Indonesia.

“Masyarakat Indonesia sangat mudah sekali diadu domba. Siapapun calon yang didukung, baik calon legislatif maupun calon presiden. Mari berkampanye secara santun, berpolitik bahagia untuk semua masyarakat,” tegasnya.

Hal tersebut menjadi kewajiban semua masyarakat guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kata Agus Yudha, jangan sampai memilih calon pemimpin yang mengedepankan politik identitas dalam meraup suara di pemilu.

“Setiap insan politik, tidak boleh keluar dari koridor agama, agama itu suci. Orang politik tidak boleh membawa agama dalam meraih suara, tapi bermanfaatlah untuk agama jika sudah terpilih,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Agus Yudha berpesan supaya masyarakat harus cerdas memilih pemimpin. Pasalnya, pemilu bukan hanya sekedar memilih calon pemimpin, namun untuk menjaga keberlangsungan bangsa Indonesia dari perpecahan. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kecamatan Sendang Targetkan Penambahan Kursi DPRD Tulungagung Dapil 5

TULUNGAGUNG – Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musranran) PDI Perjuangan se-Kecamatan ...
KRONIK

Megawati Terharu Saksikan Visual Drone di Closing Ceremony Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Closing ceremony Final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (24/8/2026), ...
KRONIK

Soekarno Cup Jaga Rumput GBT, Panggung Penutupan Ditempatkan di Jogging Track

Soekarno Cup 2026 menempatkan panggung penutupan di jogging track GBT untuk menjaga rumput tetap prima dan ...
LEGISLATIF

Reses, Erix Maulana Siap Fasilitasi Persoalan Hukum Warga

BOJONEGORO – Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi PDI ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buktikan Talenta Sepak Bola Bisa Lahir dari Lapangan Kampung

SURABAYA – Turnamen Soekarno Cup 2026 membuktikan pemain sepak bola berkualitas tidak hanya lahir dari akademi ...
KRONIK

Ribuan Suporter Panaskan Final Soekarno Cup 2026, Dukung dengan Semangat Sportivitas

SURABAYA – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya dipenuhi gegap gempita pada laga final Soekarno Cup ...