Minggu
01 November 2026 | 7 : 19

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pembangunan Rampung, Mas Ipin Resmikan Jembatan Bhinneka Tunggal Ika

pdip-jatim-231108-jembatan-guyangan-1

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meresmikan Jembatan Guyangan atau Jembatan Bhinneka Tunggal Ika, Rabu (8/11/2023).

Jembatan tersebut menghubungkan tiga desa di Kecamatan Tugu yaitu Gondang, Winong, dan Banaran.

Jembatan yang rampung pembangunannya tersebut memiliki bentang 45×5 meter. Jembatan yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 5 miliar tersebut dibangun tanpa menggunakan tiang penyangga tengah.

Nama Jembatan Bhinneka Tunggal Ika sendiri disematkan oleh KH. Sulaiman, pengasuh Pondok Pesantren Al Badar Desa Gondang.

“Ini termasuk proyek yang kemarin dibiayai investasinya oleh PT SMI. Jadi kita memang punya effort di sini untuk bisa mewujudkan jembatan ini,” jelas Mas Ipin, sapaannya.

Pembangunan jembatan sendiri sebenarnya telah diusulkan sejak lama. Tapi karena kondisi fiskal pemerintah daerah saat itu, akhirnya baru bisa rampung dibangun tahun ini.

Jembatan tersebut konstruksinya dibangun menggunakan beton precast. Sehingga menurut Mas Ipin spesifikasinya bukan main-main.

Sedangkan tanpa tiang penyangga tengah dimaksudkan meminimalisir resiko kerusakan jembatan akibat banjir.

Di samping jembatan, Mas Ipin sekaligus meresmikan fasilitas TPS 3R di Desa Banaran. Di kesempatan itu, Mas Ipin berharap kepada ibu-ibu yang disebutnya sebagai green angel, bisa mengolah sampah menjadi berkah.

“Ibu-ibu ini kreatif, tahu kalau di sini banyak pembudidaya ikan, maka nanti sampahnya dikelola dengan mekanisme maggot, jadi yang organik-organik mekanisme maggot,” terang politisi PDI Perjuangan tersebut.

“Nanti sebagian untuk pupuk, karena di sini juga basisnya pertanian, perkebunan, dan tadi di beberapa tempat sudah ada bank sampah yang digunakan untuk sampah-sampah yang bernilai jual sudah didayagunakan,” sambung Mas Ipin.

Kemudian ke depan sembari dikaji kembali untuk penanganan sampah yang tidak bisa diolah. Sehingga cita-cita Kabupaten Trenggalek di tahun 2030 atau 2045 benar-benar bisa menjadi kota dengan nol persen sampah dan polusi. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Pendataan Digital Bansos Harus Sesuai Kondisi Riil, Bukan Like and Dislike

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengingatkan proses pendataan kependudukan secara digital untuk ...
HEADLINE

Deni Wicaksono Dorong Kader GMNI Isi Ruang Strategis di Lembaga Negara

SURABAYA – Ketua DPD Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jawa Timur, Deni Wicaksono, ...
LEGISLATIF

Salah Tafsir Kuota Perempuan BPD, Komisi A DPRD Jember Minta Pengisian Dievaluasi

JEMBER – Komisi A DPRD Jember menemukan dugaan salah tafsir penerapan kuota minimal 30 persen keterwakilan ...
LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...