Minggu
06 September 2026 | 8 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sosialisasikan Gerakan Cegah Perkawinan Anak, Novita Hardini Ajak Santri Menjadi Pejuang Masa Kini

pdip-jatim-231025-novi-perak-2

TRENGGALEK – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini mengajak santri bisa menjadi pejuang-pejuang masa kini dengan menjadi agen perubahan mengajak teman sebaya menjadi generasi harapan bangsa.

Ajakan itu dia sampaikan di acara sosialisasikan gerakan Cegah Perkawinan Anak (Cepak) dan peningkatan kapasitas Pondok Pesantren Ramah Anak, di Kecamatan Dongko, Selasa (24/10/2023).

Angka perkawinan usia anak menjadi salah satu alasan Master Of Economic UIN Satu itu berupaya menggerakkan semua lini yang ada untuk bisa menjaga generasi penerus, menjadi generasi berkualitas.

Menurut Novita, hamil di usia muda sangatlah berisiko. Karena selain belum matang dan berisiko anak cacat atau stunting karena rahim anak belum kuat.

Pernikahan di usia belum matang, sebutnya, akan membebani orangtua dan cenderung menciptakan kemiskinan baru. Hal inilah yang mejadikan alasan kenapa istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin itu getol memerangi perkawinan anak.

“Menikah itu tidak hanya modal cinta, perlu dibarengi ilmu dan pengetahuan cukup. Alasannya karena menikah itu tujuannya mencari berkah. Maka dari itu menikah itu perlu dibarengi pengetahuan dan bekal yang cukup, sehingga dapat mencapai tujuan yang di inginkan keluarga yang berkah dan sejahtera,” tutur Novita.

Dalam kesempatan itu, dia mengajak santri tidak hanya ngaji Al Quran melainkan juga mau mengaji kehidupan. “Ada tanggung jawab kita mengajak teman sebaya kita menjadi generasi harapan Kabupaten Trenggalek. Aktifkan lingkungan kita menjadi lingkungan yang sehat,” ujarnya.

Tugas kita saat ini, tambah dia, tidak hanya dalam lingkup keluarga melainkan juga berjuang untuk lingkungan dan juga Trenggalek. “Ajak para santri bisa menjadi pejuang-pejuang masa kini,” imbaunya.

Novita berharap di Kecamatam Dongko bisa dibuka ruang-ruang diskusi untuk generasi muda. Sehingga diakusi tidak hanya pada ruang-ruang resmi saja, bisa dilakukan sewaktu waktu meskipun di ruang terbuka.

Penggiat perempuan dan anak itu menambahkan, generasi muda punya hak untuk diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam menyampaikan pendapat.

Menurutnya, korban kekerasan verbal lebih cenderung tidak berani bersuara melaporkan kekerasan yang dihadapi. Diharapkan dengan adanya fasilitas ruang diskusi mereka berani bersuara.

Novita Hardini juga berharap generasi muda bisa menjadi agen perubahan dengan memanfaatkan dunia digital. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

Semeru Erupsi, Eko Yunianto Minta Mitigasi Bencana Diperkuat

Anggota DPRD Jatim Eko Yunianto meminta mitigasi Gunung Semeru diperkuat, jalur evakuasi dipastikan siap, serta ...
KABAR CABANG

Komitmen Perkuat Konsolidasi, Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Rejotangan Siap Menangkan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Rejotangan terbentuk dengan ...
BERITA TERKINI

Yuzar Rasyid Dorong Warga Segera Urus Perubahan Desil Agar Bansos Tepat Sasaran

KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid mendorong warga yang mengalami kenaikan desil secara tiba-tiba untuk ...
BERITA TERKINI

Arjuna Minta Verifikasi Data Kemiskinan Dilakukan Jemput Bola

SURABAYA — Sekretaris Komisi D DPRD Surabaya Arjuna Rizki Dwi Krisnayana meminta proses verifikasi dan koreksi data ...
KRONIK

Kekeringan Tahunan di Tuban, Fraksi PDI Perjuangan Dorong Pembangunan Embung dan Pipanisasi

​TUBAN — Kekeringan berdampak krisis air bersih terjadi saban tahun di sebagian wilayah Kabupaten Tuban. Diperlukan ...
BERITA TERKINI

Novita: Budaya Harus Jadi Kekuatan Ekonomi, Infrastruktur Wajib Jadi Prioritas

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mendorong agar kebudayaan tidak berhenti sebagai atraksi yang ...