Minggu
31 Mei 2026 | 7 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

71 Desain Batik Asli Banyuwangi Tampil di Indonesia Fashion Week 2017

pdip-jatim-sekar-jagat-banyuwangi

BANYUWANGI – Banyuwangi menampilkan desain busana batik karya perajin lokal, di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2017. Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center, mulai Sabtu (4/2/2017) kemarin.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, sebanyak 71 desain busana batik karya perajin lokal Banyuwangi bakal tampil menjadi bagian di ajang mode tersohor tersebut.

“Ini merupakan kali kedua batik khas daerah ujung timur Pulau Jawa ini tampil di IFW,” kata Anas, kemarin.

IFW, sebut Anas, bakal dioptimalkan untuk mengerek nama batik asal Banyuwangi. Menurutnya, bisa dikatakan IFW adalah panggung busana paling bergengsi di Indonesia.

“Jadi kesempatan ini akan kami manfaatkan untuk mengglobalkan kekayaan batik asal Banyuwangi. Sehingga publik luas makin kenal dan pada akhirnya mengoleksi batik karya perajin Banyuwangi,” jelas bupati dari PDI Perjuangan itu.

Melalui IFW, kata Anas, gerbang yang menghubungkan antara industri fashion nasional dengan perajin lokal Banyuwangi akan semakin terbuka lebar.

Pada even IFW tahun ini, Pemkab Banyuwangi menggandeng desainer asli Banyuwangi yang sukses mengembangkan bisnis fashion hingga ekspor ke berbagai negara, yakni Irma Lumiga.

Irma, sebut Anas, punya passion tinggi untuk memajukan industri kreatif berbasis batik di tanah kelahirannya. Dalam penampilan IFW ini, yang dilibatkan adalah 100 persen perajin atau UMKM lokal.

“Ada proses dialog, ada transformasi dari desainer nasional ke perajin lokal. Ke depan ini akan semakin memajukan desainer-desainer muda di Banyuwangi, sehingga karyanya kian bisa diterima di level nasional,” urainya.

Pelibatan desainer yang sudah mapan seperti Irma Lumiga, sebut Anas, adalah bagian dari upaya mengonsolidasikan seluruh potensi Banyuwangi yang terserak di berbagai daerah dan bidang/profesi.

Apalagi, tambah dia, dalam beberapa tahun terakhir, kian banyak warga Banyuwangi di berbagai kota di dalam dan luar negeri ikut turun tangan membantu pengembangan daerah, termasuk terlibat di ajang promosi wisata di Banyuwangi Festival yang digelar sejak 2012.

“Ibaratnya, kami bersama-sama mengumpulkan tulang-tulang berserakan, dipadukan semuanya menjadi satu tubuh yang kuat untuk membawa Banyuwangi ke depan semakin baik lagi. Pariwisata, termasuk di dalamnya ada fashion, menjadi alat yang efektif untuk konsolidasi tersebut,” ujar Anas. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Harga Bahan Pangan Naik, Wiwin Sumrambah Sebut Faktor Global hingga Cuaca Ekstrem

JOMBANG – Kenaikan harga sejumlah bahan pangan di Jawa Timur menjadi sorotan DPRD Jawa Timur.Anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Deni Wicaksono Minta Kader PDIP Aktif di Medsos, Pertarungan Politik Terjadi di Dunia Maya

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, meminta seluruh kader Partai untuk aktif ...
KRONIK

Deni: PDI Perjuangan Memberi Anak Muda Ruang dan Tanggung Jawab Berjuang Bersama

PONOROGO – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengingatkan kader PDI Perjuangan untuk tidak ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Ponorogo Perkuat Kaderisasi dan Regenerasi Kepemimpinan

PONOROGO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo menggelar Musyawarah Anak Cabang ...
HEADLINE

Kecerdasan AI Jadi Bahasan Penting DPD saat Lantik PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Jombang

JOMBANG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu perhatian ...
KRONIK

Sadarestuwati Sebut PDIP Penyeimbang Tunggal, Soroti Rupiah Rp18.000 dan Ancaman Impor Pangan

JOMBANG – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI sekaligus Ketua Bidang Pertanian dan Pangan DPP PDI Perjuangan, Hj. ...