Jumat
14 Agustus 2026 | 4 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

6 Catatan Kritis PDI Perjuangan DPRD Tulungagung terhadap Raperda RPJMD 2025-2029

PDIP-Jatim-Fraksi-PDIP-Tulungagung-20082025

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung menggelar rapat paripurna penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025-2029 di Kantor DPRD setempat, Rabu (20/8/2025).

Seluruh fraksi DPRD Tulungagung menerima dan menyetujui Raperda tersebut untuk ditetapkan menjadi Perda setelah mendapat keputusan evaluasi dari Gubernur Jatim.

Meski demikian, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung memberikan beberapa catatan kritis yang dituangkan dalam dokumen pendapat akhir fraksi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung, Sumarno,mengatakan, ada 6 catatan kritis yang dirangkum dalam pendapat akhir fraksi terhadap Raperda RPJ MD Tulungagung Tahun 2025-2029.

Menurutnya, RPJMD merupakan dasar perwujudan dari visi-misi kepala daerah yang dijabarkan dalam program prioritas di setiap tahunnya.

Untuk itu, Fraksi PDI Perjuangan berharap proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa ditingkatkan dan seluruh potensi pendapatan dikelola secara maksimal.

“Kami meminta agar pembiayaan dilaksanakan dengan tepat sasaran sebagaimana yang telah dirumuskan di dalam visi-misi untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan,” ujar Sumarno.

Catatan kritis berikutnya adalah meminta program prioritas pemerintah daerah menjadi strategi dalam mewujudkan rencana pelaksanaan program yang telah dirumuskan di dalam target realisasi kegiatan setiap tahun.

Fraksi PDI Perjuangan juga meminta agar RPJMD Kabupaten Tulungagung menjadi arah pembangunan daerah yang berkeadilan dan berpihak kepada rakyat kecil.

“Catatan kritis kelima adalah meminta pemerintah daerah untuk mewujudkan program-program kerakyatan seperti kesehatan gratis, pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi lokal dan menjadi prioritas utama dalam implementasi RPJMD,” terangnya.

Terakhir, Fraksi PDI Perjuangan meminta agar pemerintah daerah melakukan penguatan nilai-nilai gotong royong, keberpihakan kepada petani, buruh dan UMKM sebagai ujung tombak perekonomian rakyat. (sin/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Krisis Air Bersih meluas di Bojonegoro, Abidin Fikri Kembali Kirim Bantuan

BOJONEGORO – Dampak kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah ...
HEADLINE

Banteng Jatim FC Tahan Banteng Kalbar, 25 Talenta Muda Terus Ditempa di Soekarno Cup

Banteng Jatim FC menahan imbang Banteng Kalbar di laga kedua Soekarno Cup 2026. Tim ini membawa 25 talenta terbaik ...
LEGISLATIF

Ririk Dorong Potensi Munjungan Dikembangkan, dari Wisata hingga Perikanan

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Trenggalek, Ririk Wahyumawati, mendorong potensi ...
KRONIK

Ketua DPRD Sumenep Sambut Audiensi Mahasiswa Terkait Usulan Regulasi LGBT

SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spear of Justice menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan ...
KRONIK

Lumpia Ipung dan Riuh Soekarno Cup: Empat Dekade Mengais Rezeki di Gelora 10 November

SURABAYA – Peluit pertandingan belum lama berbunyi. Suara suporter bersahutan. Para pemain muda berlari mengejar ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Ingatkan Anak Muda Kediri Dampak Bullying dan Pernikahan Dini

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kembali mengingatkan dampak bullying dan dispensasi pernikahan dini serta ...