Selasa
04 Agustus 2026 | 5 : 37

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

500 Penari Ramaikan Festival Langen Beksan di Blitar, Guntur: Bangun Kembali Kesadaran Budaya

pdip jatim 250727 langen beksan blitar 1

BLITAR – Sebanyak 500 penari dari 25 kelompok tari di Jawa Timur turut ambil bagian dalam Festival Langen Beksan yang digelar di Alun-alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (26/7/2025) malam.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Guntur Wahono, anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jawa Timur, sebagai upaya menghidupkan kembali warisan budaya Majapahit.

“Ini bukan sekadar pertunjukan seni, tapi bagian dari upaya membangun kembali kesadaran budaya masyarakat Jawa Timur,” jelas Guntur.

Langen Beksan merupakan tarian yang memiliki akar sejarah kuat dari masa kejayaan Majapahit.

Tarian ini dulunya dipentaskan sebagai bentuk syukur masyarakat agraris atas hasil panen, serta menjadi bagian dari prosesi penyambutan tamu kerajaan.

“Kata ‘klangen’ artinya kesenangan, dan ‘beksan’ adalah tarian. Jadi, ini adalah bentuk hiburan yang luhur maknanya,” bebernya.

Festival ini menampilkan dua gaya utama, yakni versi Tulungagung dengan 10 grup tari dan versi Malang dengan 15 grup. Masing-masing kelompok membawa gaya khas daerahnya, memperlihatkan kekayaan gerak dan karakter tarian.

“Ini bukti bahwa budaya kita begitu beragam dan hidup di tengah masyarakat,” imbuh Guntur.

Tidak hanya melestarikan, acara ini juga bertujuan menumbuhkan regenerasi. Guntur menargetkan 30 persen peserta berasal dari kalangan muda.

“Tanpa melibatkan generasi muda, tradisi akan mati perlahan. Maka, kami dorong anak-anak muda untuk terlibat aktif,” tegasnya.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta bersama tamu undangan dan pejabat daerah diajak menari bersama di arena festival.

Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus ajakan untuk merawat budaya bersama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bukan milik segelintir orang, tapi milik semua lapisan masyarakat,” ujar Guntur.

Dia berharap Langen Beksan dapat diterima kembali sebagai seni pertunjukan rakyat yang membanggakan, bukan hanya sebagai tontonan tradisi.

“Tarian ini harus kembali hadir di tengah masyarakat sebagai identitas budaya yang menyatukan dan membangun semangat gotong royong,” harapnya. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

PDI Perjuangan Jember: Efisiensi Anggaran Lebih Masuk Akal daripada Menambah Utang

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember menyatakan menolak rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember ...
KRONIK

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tulungagung Komitmen Kawal Usulan Warga hingga Tuntas

TULUNGAGUNG – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tulungagung, Sumarno, menegaskan komitmennya untuk terus ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan Soroti Raperda Pengawasan Gedung hingga Penguatan BUMDes

KABUPATEN PASURUAN – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) non-APBD ...
LEGISLATIF

DPRD Surabaya Usulkan Setiap Kelurahan Miliki Peralatan Normalisasi Saluran Air

SURABAYA – DPRD Kota Surabaya merekomendasikan agar seluruh 153 kelurahan memiliki satu paket peralatan dasar untuk ...
LEGISLATIF

Abrari Desak Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Pelayaran usai Tragedi KMP Mutiara Sentosa 2

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Abrari mendesak evaluasi menyeluruh sistem keselamatan transportasi laut ...
KRONIK

KONI Trenggalek Siap Jembatani Kejuaraan Renang Pelajar Digelar Secara Kontinyu

KONI Trenggalek siap menjembatani penyelenggaraan kejuaraan renang antarpelajar secara kontinyu untuk mencetak ...