oleh

3 Kepala Daerah di Jatim Masuk ‘Radar’ Kandidat Cagub DKI

pdip-jatim-hasto-bedah-bukuJAKARTA – Selain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, tiga kepala daerah di Jawa Timur, juga masuk ‘radar’ DPP PDI Perjuangan sebagai kandidat Calon Gubernur DKI Jakarta.

Tiga kepala daerah dari PDI Perjuangan itu dinilai sukses memimpin wilayahnya, dan mampu memenangkan pilkada dengan raihan suara lebih dari 80 persen.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya lebih memprioritaskan menjaring calon gubernur DKI Jakarta dari internal. PDIP lebih mengutamakan para kepala daerah yang sukses memenangkan pilkada sebelumnya dengan raihan 82 persen suara.

Menurut Hasto, hal itu lebih mendesak dilakukan untuk memastikan jalannya mesin partai dan juga regenerasi di tubuh partai.

“Beberapa nama yang berpotensi contohnya Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu), dan M Samanhudi Anwar (Wali Kota Blitar),” kata Hasto, kemarin.

Jika nantinya jadi mengusung Calon Gubernur DKI Jakarta dari para kepala daerah yang menang dengan suara minimal 82 persendi pilkada serentak 2015, jelas Hasto, PDIP tak khawatir soal elektabilitas mereka yang masih rendah.

Menurut dia, yang perlu diutamakan bukan elektabilitas, tetapi kapasitas dari sang calon gubernur.

“Elektabilitas itu kan hanya soal mesin partai dan pengenalan ke masyarakat. Sekarang masih ada 10 bulan lagi sebelum pencoblosan. 6 Bulan saja cukup kok untuk mengangkat elektabilitas, apalagi 10 bulan,” tutur Hasto.

Terkait penjaringan dan penyaringan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta 2017, sebelum berlanjut ke tes kecakapan dan kelayakan, semua berkas masih diteliti para psikolog yang direkrut DPP PDI-P untuk meneliti rekam jejak para bakal calon gubernur itu.

Hingga saat ini, PDI Perjuangan juga memprioritaskan pembahasan untuk pilkada di daerah lainnya.

“Yang kami hadapi kan bukan pilkada di Jakarta saja. Tapi pilkada serentak, yang artinya kami punya target kemenangan juga di daerah lainnya,” ujar Hasto.

Sedang Pilgub DKI Jakarta, sebutnya, memiliki porsi tersendiri yang harus disiapkan sematang mungkin. Hal ini karena DKI Jakarta merupakan representasi sesungguhnya dari Indonesia.

“Rabu minggu depan (11/5/2016) kami akan mendalami berkas calon gubernur yang sudah masuk. Tahapannya, kami mau dengarkan tanggapan resmi dulu dari seluruh DPC. Bagaimana pun juga DPC harus didengar suaranya karena itu representasi partai di akar rumput,” ucap Hasto. (goek)