JEMBER – Anggota Komisi B DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho yang akrab dipanggil Nuki mengingatkan kembali agar perusahan tambak yang beroperasi di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas menghentikan operasionalnya.
Perusahaan diminta mengikuti rekomendsi hasil rapat dengar pendapat (RDP) Rabu (19/3/2025) bersama masyarakat yang tergabung pada Kelompok Perjuangan Masyarakat Kepanjen (KPMK) dan dinas terkait.
Saat ini, sedikitnya 200 hektar sawah di wilayah setempat rusak dan terancam gagal panen akibat luapan air limbah yang masuk ke areal persawahan warga.
“Pemkab Jember sudah mengambil sampel air PT Delta Guna Sukses (DGS) yang diduga mencemari persawahan milik warga. Untuk itu sebaiknya menunggu hasil laboratorium pihak perusahaan mengikuti hasil rekomendasi RDP,” tutur Nuki, Jumat (16/5/2025).
Saat ini, ungkap politisi banteng jebolan universitas di Jepang tersebut, selain rekomendasi penghentian sementara waktu operasional PT DGS, DPRD juga minta Pemkab menguji air yang diduga mencemari persawahan warga itu pada laboratorium yang recommended.
Dan jika hasilnya terbit, dan terbukti air yang disampling itu mengakibatkan pencemaran, perusahaan diminta bertanggung jawab atas pencemaran yang diakibatkannya.
Selanjutnya intalasi pengolahan air limbah (IPAL) dipastikan kembali bekerja secara optimal.
“Intinya kami tidak ingin menutup peluang investasi di Jember, hanya saja jika benar mencemari harus segera diperbaiki sistem pengelolaan limbahnya,” tegas politisi PDI Perjuangan yang juga pengusaha SPBU itu.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, warga Desa Kepanjen yang tergabung KPMK melurug kantor dewan guna meminta keadilan atas pencemaran lingkungan yang dialaminya.
Di gedung dewan di JL Kalimantan 86, komisi B memfasilitasi tuntutan warga itu dengan cara mempertemukan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, serta Dinas Lingkungan Hidup.
Sayangnya kehadiran beberapa dinas terkait itu tidak diikuti kehadiran perwakilan PT DGS. (art/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










