Surabaya Pilar Utama PDI Perjuangan

pdip-jatim-hasto-rakercab-surabayaSURABAYA – Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto minta kader PDIP Surabaya tidak euforia dengan kemenangan di Pemilu Legislatif (pileg) 2014 dan Pilkada 2015. Justru, pilihan rakyat kepada PDI Perjuangan itu menjadi awal ujian, apakah PDIP berhasil mengemban amanah dan harapan rakyat Surabaya.

“Ketua Umum Ibu Megawati mengatakan justru kemenangan PDIP menjadi awal dari ujian bagaimana pemimpin yang berasal dari PDIP bisa mengambil keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Kemenangan Bu Risma di pilkada lalu juga menjadi bukti bagaimana para pemimpin akan dicintai bila memberikan dedikasi hidupnya bagi masyarakat miskin,” kata Hasto.

Pernyataan ini dia sampaikan, saat membuka Rapat Kerja Cabang PDI Perjuangan Surabaya di Gedung Wanita Jalan Kalibokor, Sabtu (20/2/2016) malam. Rakercab dihadiri ratusan jajaran struktur dan kader partai ini juga dihadiri dua kader PDI Perjuangan yang baru saja dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini – Whisnu Sakti Buana.

Hasto menambahkan, kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya memberi suatu kesimpulan, bahwa siapapun yang jadi pemimpin, baik itu sebagai anggota dewan maupun kepala daerah dinilai sebagai pemimpin bila menyatu dengan kekuatan rakyat. Dan memberikan dedikasi hidup bagi rakyat miskin. (Hasto: Risma Bangun Sistem Pencegahan Korupsi yang Andal)

Dia minta agar pengurus dan kader PDIP Surabaya, menyusun berbagai agenda kerakyatan. Sehingga Kota Pahlawan ini menjadi pilar utama PDI Perjuangan dalam meraih kemenangan di Pilgub Jatim 2018, dan Pileg 2019 mendatang.

Hasto juga minta agar semangat “Iki Suroboyo” saat Pilkada Surabaya 2015, dimaknai secara luas, sehingga kader PDIP Surabaya memiliki militansi tinggi, dan memahami ajaran Bung Karno. Bahkan kader tersebut bisa dikirim ke wilayah lain untuk melaksanakan tugas-tugas partai.

Sementara Whisnu Sakti Buana mengatakan, PDI Perjuangan Surabaya akan terus melakukan konsolidasi dan tidak lupa diri.“Masih banyak pekerjaan rumah, antara lain bila pada Pemilu 1999 Surabaya memperoleh 22 kursi dewan, maka untuk 2019 menargetkan meraih 20 kursi. Ini bukan pekerjaan ringan,” ucap Wawali yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya itu.

Sedang Risma dalam kesempatan itu juga mengingatkan bahwa dirinya bersama Whisnu sebagai kader PDIP yang mendapat dukungan luas saat pilkada lalu, akan bekerja keras dan merancang berbagai program-program yang langsung terasa oleh masyarakat. Sehingga PDIP akan selalu memperoleh dukungan yang luas dan tidak mengalami penurunan dukungan suara. (goek)