Minggu
20 September 2026 | 6 : 12

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sirmadji: Tak Ada Pengerahan Massa

Sirmadji-jokowi

Sirmadji-jokowiSURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur H Sirmadji Tj memastikan, tak ada pengerahan massa terkait sidang akhir Mahkamah Konstitusi yang akan memutuskan perkara sengketa hasil pemilu presiden 2014. “Tak ada pengerahan massa. Semua kita percayakan kepada MK,” tandas Sirmadji, Rabu (20/8/2014).

Menurut Sirmadji, semua elemen pendukung Jokowi-JK di Jatim akan menghormati apa pun putusan MK. Dia juga mengajak masyarakat memberikan keleluasaan kepada majelis hakim untuk memberikan keputusan. “Apapun keputusannya, maka kita hormati,” ujarnya.

Sirmadji berharap tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan menjelang pembacaan putusan MK. Pihaknya juga siap menghormati andaikata majelis hakim mengabulkan gugatan pemohon, sekalipun memutuskan pilpres ulang di sebagian tempat.

“Tetap kita hormati, tetap kita ikuti. Tetap bergotong-royong untuk memilih calon yang merakyat,” katanya. “Diulang berapa kalipun, presiden dan wakil presidennya tetap Jokowi-JK,” tegasnya.

Tim advokasi Jokowi-JK, tambah dia, telah memberikan data-data yang diperlukan dalam persidangan di MK. Oleh karena kitu, pihaknya yakin MK akan memberikan keputusan yang seadil-adilnya.

Seperti diketahui, MK akan memutus perkara sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa pada Kamis (21/8/2014). Kubu Prabowo-Hatta menuding penyelenggara pemilu melakukan kecurangan secara terstruktur, terencana, masif hingga menetapkan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

Sementara itu, Relawan Joko Widodo-Jusuf Kalla Jawa Timur mengimbau seluruh massa pendukung tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas yang berujung pada pengerahan massa, dalam menyikapi putusan MK.

“Imbauan ini untuk seluruh massa pendukung Jokowi-JK se-Jatim, kami minta semua tenang di rumah masing-masing dan berdoa, ndak usah pengerahan massa,” kata Marhaen Djumadi, Wakil Ketua Tim Relawan Jokowi-JK Jawa Timur.

Menurut Marhaen, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa lebih utama ketimbang berunjuk rasa yang berujung pada perpecahan. Dia optimistis, MK dalam mengambil keputusan akan objektif sehingga keputusannya tidak akan terpengaruh oleh tekanan maupun intimidasi dari pihak manapun. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Mia Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS Kesehatan Pekerja

MALANG — Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperketat ...
KRONIK

Haru Penjaja Tape Anaknya Dikhitankan Kader Banteng dan Sejumlah Komunitas

MAGETAN — Biaya khitan bagi sebagian masyarakat kerap menjadi beban finansial yang tidak ringan, terutama bagi ...
KRONIK

Ketika Lari Menjadi Panggung: Soekarno Run BWX 2026 dan Cerita Kreativitas dari Banyuwangi

PAGI itu, garis start Soekarno Run BWX 2026 tidak hanya dipenuhi pelari. Ada Indonesia yang datang dengan beragam ...
KRONIK

Soekarno Run BWX 2026, Anak Usia 4 Tahun Ikut Lari di Kategori 1K

BANYUWANGI – Anak-anak usia dini ikut ambil bagian dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi. Bahkan, peserta ...
HEADLINE

Eri Cahyadi: Soekarno Run Ajarkan Generasi Muda Berdiri di Atas Kaki Sendiri

BANYUWANGI – Semangat berdiri di atas kaki sendiri menjadi pesan utama dalam Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, ...
SEMENTARA ITU...

Romy Soekarno Dorong Gen Z Kawal Pemilu 2029 di Tengah Tantangan Digital

BLITAR – Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno mendorong generasi Z (Gen Z) memahami pengawasan partisipatif sejak ...