Rabu
07 Oktober 2026 | 7 : 43

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Jangan Rusak Solidaritas Hanya Karena Berebut Jadi Ketua PAC”

SAMSUNG CAMERA PICTURES
SAMSUNG CAMERA PICTURES
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana saat memberi sambutan dimulainya tes tulis bagi bakal calon Ketua PAC, Minggu (25/1/2015).

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengajak semua kader dan jajaran pengurus menjaga kesolidan yang sudah terjaga kuat selama lima tahun terakhir. Dia tidak ingin solidaritas itu jadi rusak hanya gara-gara berebut ingin jadi pimpinan pengurus PDI Perjuangan.

“Satu modal dasar yang kita jaga bersama adalah solidaritas, kesolidan kita. Jangan sampai kesolidan ini ternodai, jadi rusak hanya karena rebutan jadi Ketua PAC,” tandas Whisnu, saat menyampaikan pengantar pembukaan dimulainya tes tulis bagi bakal calon Ketua PAC PDI Perjuangan se-Surabaya, di Gedung Wanita Jalan Kalibokor, Minggu (25/1/2015) sore.

Menurut Whisnu, sejak lima tahun terakhir, kader-kader PDI Perjuangan Surabaya sudah bersama-sama membangun kembali kebesaran partai sejak keterpurukan 2009. Hal itu, jelasnya, dibuktikan dengan kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya saat pemilu legislatif dan pemilu presiden pada 2014.

Dalam mekanisme konsolidasi partai yang baru ini, tambah Whisnu, sangat memungkinkan bagi kader PDI Perjuangan untuk tetap solid. Karena sesuai SK DPP No 066 dan 067, katanya, amanatnya sudah jelas, yakni tidak ada voting. “Harus bermusyawarah mufakat dalam memilih Ketua PAC,” ujarnya.

Dengan model konsolidasi seperti ini, imbuh Whisnu, harusnya semua kader bisa meletakkan seluruh kepentingan pribadi demi kepentingan partai yang lebih besar.

Sesuai SK 066-067, kata Whisnu, semuanya harus bisa introspeksi, mengaca kepada diri masing-masing, agar tidak merasa paling lebih baik dari yang lain. Sebab, lanjutnya, karena semua manusia pasti punya kekurangan.

“Tinggal bagaimana kita bersama-sama saling menutup kekurangan kita masing-masing untuk kesolidan partai. Dan harus kita tunjukkan, kalau kemarin dua pemilu bisa kita menangkan, maka momen Pilkada Surabaya 2015 sebagai pembuktian terakhir kita, Surabaya tetap milik PDI Perjuangan,” tegas politisi yang juga Wakil Wali Kota Surabaya itu. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Gandeng BSI, Bupati Ipuk Perkuat Upaya Pengentasan Kemiskinan

BANYUWANGI – Upaya pengentasan kemiskinan di Banyuwangi terus diperkuat melalui kolaborasi banyak pihak. Kali ini, ...
EKSEKUTIF

Eri Ungkap Alasan 13 Kepala PD Surabaya Diganti: Bukan Soal Suka atau Tidak Suka

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan alasan pergantian 13 kepala perangkat daerah dalam setahun. Evaluasi ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Minta Kompetensi Guru di Kabupaten Kediri Ditingkatkan

KEDIRI – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta kompetensi guru di Kabupaten Kediri terus ditingkatkan ...
KRONIK

Bupati Lukman Resmikan Pengaktifan Pompa P2AT Tragah, Harap Tingkatkan Intensitas Tanam

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mengaktifkan kembali pompa P2AT (Proyek Pengembangan Air Tanah) di ...
KRONIK

Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba

BANYUWANGI – Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, mulai camat hingga kepala Organisasi Perangkat ...
EKSEKUTIF

Sanusi Tegaskan Program Sampah di Malang Tak Boleh Berhenti Jadi Pilot Project

MALANG – Bupati Malang Sanusi menegaskan penanganan sampah tidak boleh berhenti sebagai proyek percontohan atau ...