Senin
05 Oktober 2026 | 7 : 08

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Batu Pastikan Kelestarian Ekosistem, Proyek Wisata Sumberbrantas Bakal Dipanggil

MALANG – DPRD Kota Batu memastikan kelestarian ekosistem lingkungan menjadi perhatian utama dalam setiap ...
KRONIK

Sunarijati Bersama Banser Ngawi Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Dua Desa Kekeringan

NGAWI – Kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngawi. Di tengah musim kemarau yang panjang, warga ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Ajak Warga dan RT-RW Makin Peduli dengan Tonggo Kanan-Kiri

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengajak masyarakat, terutama pengurus RT dan RW, semakin ...
LEGISLATIF

Puan Maharani: Sebagai Prajurit yang Lahir dari Rahim Rakyat, TNI Tak Boleh Lupa Akarnya

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan seluruh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar tidak ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, PAC PDIP Banyuwangi Kota Gelar Musran dan Musanran

BANYUWANGI – Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Banyuwangi menggelar Musyawarah Ranting (Musran) ...
LEGISLATIF

Budi Leksono: Pengawasan Tempat Hiburan Surabaya Tak Cukup Cek Perizinan

SURABAYA – Pengawasan terhadap tempat hiburan di Kota Surabaya dinilai tidak cukup hanya memastikan kelengkapan ...