Kamis
06 Agustus 2026 | 6 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Gerakan Bikin Masker Sendiri dapat Respon Masyarakat Magetan

pdip-jatim-masker-magetan1

MAGETAN – Gerakan “Warga melindungi Warga” terkait upaya melawan penyebaran virus Corona yang digagas anggota Komisi A dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana Amaliyah Verawatiningsih mulai dapat sambutan elemen masyarakat di Kabupaten Magetan.

“Dua hari setelah gagasan #maskeruntuksemua dibagikan ke beberapa jaringan, ternyata ada yang merespon dengan cukup antusias. Sudah ada beberapa desa, dan pondok pesantren mulai membikin masker kain yang akan dibagikan gratis kepada masyarakat,” ungkap Diana Sasa, Selasa (7/4/2020).

Baca juga:

> Jokowi: Keluar Rumah, Wajib Pakai Masker!

> Diana Sasa Gerakkan Warga Produksi Masker Sendiri

Legislator yang juga pegiat literasi dan penulis ini menyebut Ponpes Roudlotul Huda, Desa Kedungpanji, di Kecamatan Lembeyan, mulai membuat masker kain dengan menyulap ruang praktik tata busana menjadi tempat produksi.

“Pengasuh pondok ini cepat tanggap. Senyampang santrinya libur/dipulangkan, sebagian yang tetap tinggal di pondok memilih jadi relawan menjahit masker. Nantinya masker kain itu akan dibagikan gratis pada warga sekitar pondok,” jelasnya.

Anggota dewan dari dapil 9 Jatim (Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi) ini juga mencontohkan Desa Turi di Kecamatan Panekan.

Menurut Sasa, pamong Desa Turi merespon gerakan saling peduli warga dengan menggalang donatur desa untuk membeli kain. Kemudian relawannya menjahit maskernya.

“Info yang masuk, segera menyusul 8 desa lain yang akan membuat masker kain dengan memanfaatkan relawan setempat. Masker yang mereka buat nantinya dibagikan gratis untuk warga desa setempat. Alhamdulillah, ini sungguh membahagiakan,” ucap dia.

Jika gerakan ini sudah meluas di masyarakat, sebutnya, maka ini mendukung imbauan terbaru dari pemerintah, yakni mewajibkan masyarakat memakai masker setiap keluar rumah.

Dalam proses produksi masker kain ini, Diana Sasa membantu bahan kain. “Tidak banyak, hanya untuk stimulan. Selanjutnya desa bisa menganggarkan dari dana desa,” jelasnya.

Dengan pola seperti ini, dia optimistis konsep “warga melindungi warga” itu dapat terwujud. “Bagi saya, ini juga sebagai bentuk akhir dari implementasi Pancasila, yakni terwujudnya gotong royong di masyarakat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

PEREMPUAN

PWI Gresik Nobatkan Nila Yani Jadi Tokoh Inspiratif Penggerak UMKM

GRESIK – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gresik-Lamongan, Nila Yani Hardiyanti dikenal sebagai wakil rakyat yang ...
LEGISLATIF

Andreas Eddy Susetyo Dorong Evaluasi KUR, UMKM Harus Naik Kelas Lewat Pendampingan Usaha

BATU – Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, mendorong pemerintah ...
LEGISLATIF

Perkuat Perlindungan Driver dan Kepastian Tarif, DPRD Jatim Siapkan Perda Transportasi Online

DPRD Jawa Timur menyiapkan Perda Transportasi Berbasis Aplikasi untuk memberikan kepastian tarif, perlindungan bagi ...
KRONIK

Rencana “Ekspansi” UNESA di Kebonagung Magetan, Fraksi PDI Perjuangan Minta Ada Jurusan Pertanian dan UMKM

MAGETAN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Magetan menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan Kampus ...
KRONIK

Kawal Swasembada Gula, Sonny PDIP Tegaskan Kepentingan Petani Harus Jadi Prioritas

BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada ...
HEADLINE

Said Abdullah: Pertumbuhan Ekonomi 5,29% Ditopang Faktor Musiman, Industri dan Pertanian Harus Diwaspadai

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menilai pertumbuhan ekonomi 5,29 persen ditopang faktor musiman, namun ...