Senin
26 Oktober 2026 | 3 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Yusuf Widyatmoko Sosialisasikan UMK Banyuwangi

pdip jatim - Yusuf Widyatmoko

pdip jatim - Yusuf WidyatmokoBANYUWANGI – Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko minta seluruh perusahaan di Kabupaten Banyuwangi menerapkan upah minimum kabupaten (UMK) sebesar Rp 1.426.000 pada 2015 depan. Pernyataan itu disampaikan Yusuf Widyatmoko saat membuka acara sosialisasi UMK Banyuwangi 2015 di Aula Minakjinggo, Rabu (3/12/2014).

“Kebijakan UMK Banyuwangi sebesar Rp 1.426.000 merupakan proses yang telah diputuskan dewan pengupahan dan asosiasi perusahaan, dengan mendapat persetujuan Gubernur Jatim,” kata Yusuf.

Selama ini, ungkapnya, struktur upah di perusahaan cenderung tidak tetap. Bahkan lebih tinggi ketimbang upah tetap dan didasarkan pada masa kerja sehingga kurang bisa merata.

“Dalam kondisi tertentu, misalnya pekerja sakit, cuti, maka pekerja akan dirugikan karena hanya diberikan dengan standar upah tetap,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi itu.

Malah, sebut Yusuf, masih banyak perusahaan belum membuat skala upah yang baik dan layak. Sehingga diharapkan dengan sosialisasi penerapan UMK Banyuwangi itu bisa dilaksanakan seluruh perusahaan, agar pekerja bisa sejahtera dan produktivitas perusahaan meningkat.

Sebelumnya Pemkab Banyuwangi mengajukan besaran UMK Rp 1.350.000 ke Gubernur Jatim. Tapi melihat pertumbuhan ekonomi, inflasi dan lain sebagainya, akhirnya UMK Banyuwangi ditetapkan Rp 1.426.000. UMK ini naik Rp 186.000 dari UMK 2014.

Setelah UMK ditetapkan, semua perusahaan kecil, sedang dan besar harus melaksanakan penetapan gubernur ini. Kalau tidak bisa melakukan ketetapan dengan membayar gaji karyawannya sesuai UMK, perusahaan harus membuat permohonan penangguhan pembayaran sesuai UMK kepada gubernur melalui pemkab. Saat ini di Banyuwangi ada sekitar 1.170 perusahaan.

Sosialisasi UMK dihadiri seluruh anggota lembaga kerjasama tripartit, terdiri dari asosiasi perusahaan, kamar dagang dan industri (kadin), federasi serikat pekerja/serikat buruh, pimpinan perusahaan, dan organisasi pekerja se-Kabupaten Banyuwangi. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Merah Muda Fest 2026: Belajar Memahami Sesama, Merawat Alam, dan Menumbuhkan Kepedulian

JAKARTA – Kepedulian tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia tumbuh dari kesediaan mempelajari cara ...
SEMENTARA ITU...

Banteng Futsal League Ngawi: Dari Wazza yang Juara hingga Rizky yang Belajar dari Kekalahan

NGAWI – Usianya baru 14 tahun. Bangku sekolah masih menjadi kesehariannya, tetapi Minggu (25/10/2026), Wazza ...
KRONIK

Merah Muda Fest 2026, Repdem Dorong Ruang Politik bagi Anak Muda

Banu Lesmana Bagaskara menilai Gen Z bukan generasi apolitis, tetapi masih menghadapi hambatan masuk partai ...
KRONIK

Dari Sumenep ke Jakarta, Rafiq Membawa Cerita Madura dan Semangat Merawat Indonesia

JAKARTA – Perjalanan dari Sumenep menuju Jakarta bukan sekadar perpindahan dari satu kota ke kota lain bagi ...
EKSEKUTIF

Marhaen Djumadi Dorong Penguatan Pangan dan Kesejahteraan Petani Nganjuk

NGANJUK – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menilai kebijakan pemerintah pusat terkait harga gabah membantu memberikan ...
SEMENTARA ITU...

165 Pecatur Ikuti Piala Ketua DPRD Trenggalek, Doding Bidik Atlet Berprestasi

TRENGGALEK – Sebanyak 165 pecatur dari Trenggalek dan luar daerah mengikuti turnamen terbuka catur Piala Ketua DPRD ...