Sabtu
20 Juni 2026 | 8 : 25

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wujud Pro Difabel, Pemkot Mojokerto Dorong Pembangunan Inklusif dan Partisipatif

pdip-jatim-250507-ningita

MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto kembali menunjukkan keberpihakan terhadap kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, dengan mendorong pembangunan yang inklusif dan partisipatif.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa inklusi bukan sekadar wacana, melainkan arah nyata pembangunan kota yang melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk komunitas disabilitas atau difabel.

Hal ini disampaikan Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, saat memberangkatkan rombongan studi edukasi yang terdiri atas anggota dan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), guru, serta pengelola sekolah berkebutuhan khusus.

Rombongan ini dikirim untuk melakukan kunjungan ke institusi yang telah sukses menerapkan layanan rehabilitasi sosial secara inklusif.

“Ambil ilmu manfaatnya, lalu itu jadikan laporan. Hal-hal yang perlu kita replikasi di Kota Mojokerto sampaikan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Itu akan kami jadikan kebijakan jika memang belum masuk dalam skema pembangunan lima tahun ke depan,” tutur Ning Ita, Senin (5/5/2025).

Dia mengungkapkan, kegiatan studi edukasi ini bukan sekadar kunjungan. Melainkan bentuk komitmen konkret dalam memperkuat pemahaman aparatur dan masyarakat tentang rehabilitasi sosial yang efektif dan berkelanjutan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Pemkot Mojokerto membuka ruang partisipasi dari bawah, memberi kesempatan langsung bagi komunitas disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan dan aspirasinya.

Ini juga menandai pergeseran dari model pembangunan top-down menjadi bottom-up yang lebih inklusif dan responsif. “Perspektif gender itu bukan hanya soal laki-laki dan perempuan, tapi juga mencakup kelompok disabilitas,” katanya.

Pemerintah Kota Mojokerto berharap, hasil dari kunjungan tersebut dapat dirumuskan menjadi masukan kebijakan berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Walaupun jumlah komunitasnya tidak besar, pemerintah, khususnya saya sebagai pemimpin, berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang adil, yang tidak mengecualikan siapa pun dari sasaran pembangunan,” tegas dia.

Dengan pendekatan kolaboratif yang dibudayakan dalam birokrasi, Mojokerto meneguhkan diri sebagai kota inklusif yang berani mendengar semua suara, termasuk suara yang kerap terpinggirkan.

Langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata bahwa pembangunan yang adil dan berkelanjutan dimulai dari komitmen untuk melibatkan semua warga, tanpa terkecuali. (fath/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Soekarno Cup 2026 Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Voli Muda Blitar Raya

Turnamen Bola Voli Soekarno Cup 2026 di Kabupaten Blitar menjadi ajang menjaring bibit atlet muda berbakat dari ...
SEMENTARA ITU...

KONI Trenggalek Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi lewat Uprintis Futsal League 2026

Ketua KONI Trenggalek Doding Rahmadi berharap Uprintis Futsal League 2026 melahirkan bibit atlet berprestasi yang ...
KRONIK

Bupati Bangkalan: Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 Momentum Strategis

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa menjadi tuan rumah penutupan Munas Alim Ulama dan ...
KABAR CABANG

Ruang Ekspresi, PDI Perjuangan Banyuwangi Gelar Banteng Musik Jalanan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi menggelar Banteng Musik Jalanan dalam rangka Bulan Bung Karno 2026. ...
KRONIK

Kunjungi KKP, Bupati Fauzi Usulkan Pagerungan Kecil Jadi Kawasan Pengembangan Industri Perikanan

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kunjungan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan ...
KRONIK

Peringati Bulan Bung Karno 2026, Mas Wabup Dirham Ajak Gen Z Lamongan Melek Teknologi dan Rawat Alam

LAMONGAN – Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lamongan dikemas secara adaptif dan futuristik. DPC PDI ...