Kamis
25 Juni 2026 | 6 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Wajar, Jika PDIP Teratas di Jatim karena Coattail Effect Pencalonan Jokowi

pdip-jatim-bambang-logos-diklat-kader

SURABAYA – Lembaga survei Surabaya Survei Centre (SSC) merilis hasil survei terbarunya terhadap pemilih partai politik di Jawa Timur. Hasilnya, PDI Perjuangan memimpin persentase dengan 24,2 persen.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Juwono menilai wajar jika PDIP mendapatkan efek ekor jas (coattail effect) dari pencalonan Presiden Joko widodo atau Jokowi dalam Pilpres 2019.

“Pak Jokowi dan PDIP itu satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, karena memang kan yang mengusungnya itu PDIP karena Pak Jokowi merupakan salah satu kader terbaik PDIP,” kata Logos, sapaan akrab Bambang Juwono, Minggu (13/1/2019).

Namun, dia menegaskan bahwa elektabilitas Jokowi berbeda dengan PDIP karena Jokowi mendapat apresiasi dari lintas partai dan bahkan sampai nonpartai.

“Elektabilitas PDIP pun juga ikut mendorong elektabilitas Pak Jokowi. Jadi kita juga punya andil yang signifikan agar Pak Jokowi punya elektoral yang tinggi di Pilpres,” tegasnya.

Salah satu perintah partai, lanjut Logos, untuk meningkatkan elektabilitas partai dibarengi dengan elektabilitas Jokowi adalah pada setiap kampanye para Caleg PDIP dan kader ditugaskan untuk menaruh gambar Jokowi dalam alat peraga kampanye (APK).

“Sebagai timbal baliknya, Pak Jokowi pun memberikan elektoral yang besar juga untuk PDIP. Pak Jokowi sebagai presiden, tapi personnya kan tetap kader PDIP, saling memperkuat, melengkapi, dan support,” jelas pria yang juga anggota DPRD Provinsi Jatim ini.

Sementara itu, sesuai survei SSC, setelah PDIP yang elektabilitasnya 24,2 persen, di posisi kedua adalah PKB dengan 21,2 persen. “PDI P dan PKB bersaing di puncak dengan selisih yang masih berada di bawah margin of error,” kata peneliti SSC, Surokim Abdussalam saat rilis hasil survei SSC, Rabu (9/1/2018) lalu.

Direktur SSC, Mochtar W Oetomo mengungkapkan bahwa di antara penyebab masih besarnya dukungan kedua partai tersebut disebabkan masih adanya pemilih tradisional yang kemungkinan besar tak berpindah partai. Belum lagi dengan adanya efek ikutan pemilihan presiden (coattail effect).

Di antaranya, PDI Perjuangan dengan figur Joko Widodo, serta PKB dengan KH Ma’ruf Amin. “Khususnya bagi PKB yang juga diuntungkan dengan persamaan nomor urut antara nomor partai dengan nomor pasangan capres Jokowi-Ma’ruf Amin,” jelas Mochtar. Hal ini pula yang membuat Partai Gerindra dengan figur kuatnya Calon Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Sandiaga mengekor di urutan ketiga. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

MH Said Abdullah Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Guru Ngaji

SUMENEP – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Malang Soroti Wacana WFH ASN, Minta Pemkot Tertibkan Penggunaan BBM Subsidi

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang mempertanyakan urgensi wacana Work From Home (WFH) bagi ASN pasca-kenaikan ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Terima Kunjungan KPU, Tegaskan Kesiapan Sipol Hingga Kuota Perempuan

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menerima kunjungan kerja dari jajaran ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Siapkan Direksi BUMD Berkontrak Kinerja, Targetkan PAD Kediri Terdongkrak

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan akan mengisi kekosongan jabatan direktur BUMD dengan figur yang ...
KABAR CABANG

Rumah Ngatemin Jadi RTLH ke-12 yang Dibedah PDIP Kota Batu, Wujud Nyata Ajaran Bung Karno

Rumah Ngatemin, warga Dusun Junggo, Kota Batu, menjadi rumah ke-12 yang dibedah DPC PDI Perjuangan Kota Batu sejak ...
SEMENTARA ITU...

Kwarcab Pramuka Surabaya Desak Pemkot Bangun Bumi Perkemahan, Dinilai Mendesak untuk Pendidikan Karakter

Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya mendesak Pemkot Surabaya segera merealisasikan pembangunan Bumi Perkemahan. ...