Wabup Ngawi Blusukan Mencari Warga Miskin Ekstrem, Ketemu Langsung Eksekusi

 166 pembaca

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko memimpin sebuah tim, blusukan ke desa. Bersama perangkat kampung tujuan, bermusyawarah meneliti data-data warga miskin. Sekaligus memutuskan nama warga yang paling papa, lalu cek fakta lapangan hari itu juga. Dan, dilakukan tindakan esok harinya.

Masalah kesejahteraan sosial masih menjadi momok di Kabupaten Ngawi. Upaya-upaya percepatan pengentasan kemiskinan pun terus dilakukan Pemkab setempat.

Melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) yang dipimpin oleh Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, komitmen itu diwujudkan dalam berbagai bentuk langkah strategis. Verifikasi dan validasi data kemiskinan melalui Musyawarah Desa salah satunya.

Secara teknis, masyarakat miskin masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun demikian, verifikasi dan validasi juga masih perlu dilakukan, agar upaya penanggulangan itu bisa tepat sasaran.

Sebagaimana Musdes di Desa Kuniran, Kecamatan Sine, Ngawi, pada Kamis (23/12/21) kemarin. Desa ini masuk kategori kemiskinan ekstrem. Dengan data DTKS mencapai 600 orang sebagaimana survei yang dilakukan pemdes setempat.

“Desa Kuniran menjadi pilot projects dalam penanganan kemiskinan ekstrem, dan nantinya bisa diikuti desa-desa lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan bisa melakukan verifikasi dan validasi data tersebut. Sehingga nanti siapa yang menerima bisa tepat sasaran,” ucap Wabup Antok.

Selain tindak lanjut dari survei Pemdes Kuniran, pada kesempatan itu, Wabup Antok mengatakan, melalui kegiatan itu juga menyampaikan solusi atas permasalahan kemiskinan. Tidak hanya sebatas penyelesaian secara parsial, namun juga bagaimana memberikan pemahaman terkait menejemen ekonomi seperti pengelolaan pengeluaran rutin, agar masyarakat bisa berkurang beban hidupnya.

“Juga bagaimana kita memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, agar bisa memiliki aktivitas ekonomi yang baik, sehingga dapat mewujudkan kemandiriannya,” urai Wabup Antok.

Pada kegiatan Musdes itu, juga menjadi kesempatan untuk mengusulkan nama-nama warga yang perlu dibantu segera. Diantaranya muncul dua nama, yakni Nenek Sikem, dan Sumali. Keduanya warga Dusun Krajan, Desa Kuniran, Sine.

Usai kegiatan Musdes, Wabup Antok melakukan tinjauan kondisi sosial ekonomi warga Desa Kuniran. Kegiatan seperti ini akan menjadi role mode penanganan kemiskinan di tahun mendatang. Pelaksanaannya menyasar hingga seluruh desa se-kabupaten Ngawi.

Gotong Royong Bedah Rumah

Jumat (24/12/2021) pagi, dua tim yang berasal dari warga sekitar dan relawan bergotong royong memperbaiki rumah Nenek Sikem dan Sumali. Langkah ini tindaklanjut dari verifikasi dan validasi data dalam musyawarah desa sehari sebelumnya.

Nenek Sikem, tidak hanya miskin, namun juga sudah renta dan hidup sebatang kara.

Kondisi rumahnya begitu memprihatinkan. Dinding rumah hanya terbuat dari anyaman bambu yang sudah lapuk dan usang. Bangunan rumah pun sudah tidak simetris. Agak doyong dan rawan ambruk saat cuaca angin mengamuk.

Sementara itu, Sumali, penerima bantuan bedah rumah lainnya, hanyalah seorang penjual cilok. Penghasilan yang pas-pasan, membuat dirinya tak mampu memberikan rumah yang layak bagi anak isterinya.

Beruntung, saat verifikasi dan validasi DTKS Desa Kuniran kemarin, Wabup Antok bersilaturahmi dengan keluarga Sumali. Prihatin dengan kondisi rumah Sumali, Wabup Antok lantas mengusulkan perbaikan rumah milik penjual cilok itu.

Alhamdulillah hari ini (Jumat, 24/12) kami bersama warga dan relawan gotong royong memperbaiki rumah tidak layak huni. Kedua rumah warga itu belum masuk data RTLH,” ungkap Wabup Antok disela-sela gotong royong bedah rumah.

Pelaksanaan bedah rumah yang dilaksanakan usai Musdes Verifikasi dan Validasi DTKS, diharapkan Wabup Antok juga sebagai solusi konkret. Setelah dilakukan cek-ricek, kemudian ditindaklanjuti dengan aksi nyata seperti bedah rumah. (mmf/hs)