oleh

Wabup Didik Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

-Eksekutif-12 kali dibaca

MALANG – Dalam rangka membantu percepatan pemulihan warga terinfeksi Covid-19, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengajak para penyintas Covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen.

“Kami mengajak warga yang pernah positif Covid-19 untuk melakukan donor plasma. Plasma darah konvalesen tersebut diberikan kepada warga yang masih sakit atau terpapar Covid-19,” kata Didik, Selasa (20/7/2021).

Menurutnya, terapi menggunakan plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 secara ilmiah sangat efektif dalam membantu percepatan penyembuhan pasien yang saat ini sedang terinfeksi.

“Secara teori bahwa mereka yang pernah terinfeksi maka dalam  tubuhnya akan membentuk antibodi. Sehingga mereka bisa mengatasi infeksinya. Sehingga saat plasma darah dari penyintas Covid-19 diberikan maka mereka yang masih terinfeksi diharapkan mampu mengatasi infeksinya, karena sudah ada antibody,” terangnya.

Kondisi di Kabupaten Malang sendiri, terangnya, masih sangat minim pendonor plasma konvalesen. Sehingga dia mengajak warga yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk mau membantu percepatan pemulihan kondisi saudara-saudara kita yang saat ini masih terpapar dan membutuhkan pertolongan.

Mengenai persyaratan pendonor, Didik mengungkapkan, pendonor plasma konvalesen adalah penyintas yang sudah dibuktikan terbebas dari Covid-19 dengan ketentuan minimal 14 hari dan maksimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh.

“Sebelum mendonorkan darahnya, pendonor akan lebih dulu diperiksa kesehatannya oleh tim medis. Harapannta sengan pemeriksaan medis secara detail maka diperoleh plasma darah yang berkualitas, dan menyembuhkan warga lainnya yang terpapar Covid-19,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut.

Melalui donor plasma konvalesen ini, Didik berharap akan dapat menekan dan meminimalisir angka kematian pasien yang terpapar virus Covid-19. “Karena ada antibodi di tubuh pasien, sehingga daya tahan hidupnya lebih kuat, dan meminimalisir terjadi risiko kematian,” pungkasnya. (ace/pr)

Komentar