Ultah ke-32, Novita Hardini Luncurkan Karya Bukunya, “Trenggalek Is Southern Paradise”

 172 pembaca

TRENGGALEK – Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardini Mochammad, meluncurkan buku berjudul Trenggalek Is The Southern Paradise, di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (22/11/2022).

Buku istimewa karya perempuan cantik tersebut mengulas tentang jejak kebudayaan Trenggalek, mulai sejarah hingga potensi budaya terkait usaha mikro di daerah setempat.

Peluncuran buku ini tergolong cukup spesial, mengingat peluncuran tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-32 Novita Hardini.

Buku Trenggalek Is The Southern Paradise, ini mengurai jejak budaya yang dimiliki Kabupaten Trenggalek.

Penelusuran dimulai dari sejarah awal Kabupaten Trenggalek, sampai pada perkembangan terkini.

Batik Trenggalek merupakan satu aspek yang diulas secara panjang lebar, karena menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Trenggalek. Adanya buku ini, diharapkan memberikan beberapa manfaat.

Pertama, buku ini adalah wujud dokumentasi atas kekayaan Trenggalek. Dokumentasi merupakan upaya mengumpulkan dan merawat khazanah kehidupan secara baik.

Kedua, buku ini adalah sarana pengenalan kepada masyarakat luas. Melalui buku ini diharapkan masyarakat luas semakin mengetahui hal-ikhwal Trenggalek, khususnya tentang batik.

“Sejarah baik kalau tidak ditulis dalam sebuah karya dalam sebuah tulisan, maka orang tidak akan tahu. Apalagi kita akan terus beregenerasi, yang tua tidak ada digantikan yang muda dan yang muda ini spiritnya. Jadi soul (jiwa) untuk mengenal sejarah ini harus terus ada,” tutur Novita, Rabu (23/11/2022).

Istri Bupati Trenggalek tersebut menambahkan, dengan membaca dan melihat buku ini akan menjadikan pembangunan yang sustain.

Karena tidak mungkin pembangunan yang sustain itu hanya dititikberatkan kepada pemerintah. Masyarakat juga punya peran yang dominan yang dibutuhkan.

“Setidaknya dari tulisan saya, ini bisa menjadi cahaya bagi setiap pembaca sehingga pembaca tergerak dari hatinya untuk memberikan kontribusinya bagi Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, turut mengapresiasi peluncuran Buku Trenggalek Southern Paradise.

“Buku Trenggalek Is Southern Paradise ini akan menjadi semacam buku bisa mengingatkan kita tentang sejarah, kebudayaan hingga nanti soal keunikan UMKMnya,” kata Arifin.

Bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek ini pun turut mendorong beberapa faktor utama, dalam beberapa kebijakan.

Di antaranya seperti program 5 ribu pengusaha perempuan, Sepeda Keren, serta bagaimana UMKM perempuan bisa naik kelas melalui UPRINTIS Indonesia.

“Dan sekarang masuk ke legacy bagaimana branding itu dimulai dari budaya, keunikan, yang kemudian ditulis di dalam buku southern paradise ini. Saya tentunya berterima kasih sekali,” ucap Arifin.

“Semoga, itu bisa dilakukan secara istiqomah, secara konsisten sehingga hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” sambung Guss Ipin, sapaan akrabnya.

Pada kesempatan itu, dihadirkan narasumber drh Eka Nur Prasetyawati yang juga penulis dari salah satu karya buku yang sempat viral berjudul Layangan Putus.

Dalam kesempata itu, Eka Nur Prasetyawati berbagi pengalamannya dalam menulis sebuah buku. (man/pr)

Tinggalkan Balasan