Jumat
24 April 2026 | 6 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Udara Sudah Terlalu Bising, Kita Bicara Hal yang Positif-positif Saja”

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-diwawancara

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi dingin kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut Capres Prabowo Subianto terkesan malas-malasan dan tidak serius dalam berkampanye.

“Kalau Twitter ya, yang menjawab Andi Arief sudah banyak,” ujar Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Hasto berharap semua pihak agar menghadirkan sesuatu yang positif dalam berpolitik di darat. Sebab menurutnya di udara sudah terlalu bising sehingga semua pihak harus menghadirkan sesuatu yang positif.

“Udara sudah terlalu bising, kita bicara hal yang positif-positif saja,” ucap Hasto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh tim pemenangan agar berbicara sesuatu yang positif kepada masyarakat sehingga udara tidak terlalu bising. “Kalau terlalu panas ini bisa memancing sesuatu hal yang kurang kondusif di darat. Saya enggak nanggapin,” tandasnya.

Sementara itu, meski Prabowo memiliki anggapan bahwa ekonomi Indonesia rapuh, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin tetap bergeming dan selalu optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Saat di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10/2018), Ma’ruf Amin mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat tonggak pembangunan ekonomi yang luar biasa.

“Saya ekonomi optimistik, tidak ekonomi pesimistik. Saya sangat optimis yang diletakkan Pak Jokowi itu patok-patok milestone. Yang akan nanti terjadi lompatan apabila kita mampu memaksimalkan maximize utility yang ada,” kata Ma’ruf.

Terkait dengan ucapan Prabowo soal ‘ekonomi kebodohan’, Ma’ruf berpendapat, justru akan terjadi lompatan ekonomi ke depan jika bisa memaksimalkan yang telah dibuat oleh Jokowi.

“Saya kira boleh saja, tapi kalau buat saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi itu kan milestone, tonggak-tonggak pembangunan ekonomi yang besar dan luar biasa. Memang sekarang belum, tapi nanti kita berikan potensi yang sudah ada ini memberi maximize utility namanya,” tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal istilah ‘ekonomi kebodohan’ saat rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah itu disebut Prabowo karena dia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Lamongan Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Program Genting

LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menunjukkan langkah konkret dalam mencetak generasi emas yang bebas ...
KRONIK

Ratusan Kasus Narkoba Menghantui Lumajang, Desa Tunjungrejo Perkuat Ketahanan Lewat Penyuluhan Hukum

LUMAJANG – Memajukan desa tak sekadar membangun infrastruktur. Juga bagaimana pembangunan sumber daya manusia (SDM) ...
KABAR CABANG

Ficky Septalinda: Sinergi Tiga Pilar Partai, Strategi Mencapai Kemenangan Kontestasi Politik

BANYUWANGI – Menjaga soliditas dan kekompakan tiga pilar Partai menjadi strategi dan kunci utama PDI Perjuangan ...
KRONIK

Erma Inisiasi Program Nelayan Ramah Lingkungan di Pantai Sidem Tulungagung

TULUNGAGUNG – Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menginisiasi program nelayan tanah ...
LEGISLATIF

Fery Sudarsono Serahkan 10 Ribu Bibit Buah, Dorong Kemandirian Pangan Warga Madiun

MADIUN – Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono membagikan 10 ribu bibit tanaman produktif kepada masyarakat di ...
KRONIK

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Pemkab Ngawi Petakan Sawah Rentan Terdampak dan Percepat Tandur 

NGAWI – Sejumlah langkah antipasi dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam menghadapi ancaman kemarau ekstrem ...