Senin
08 Juni 2026 | 11 : 03

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Udara Sudah Terlalu Bising, Kita Bicara Hal yang Positif-positif Saja”

pdip-jatim-hasto-sekjen-parpol-diwawancara

JAKARTA – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menanggapi dingin kicauan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief yang menyebut Capres Prabowo Subianto terkesan malas-malasan dan tidak serius dalam berkampanye.

“Kalau Twitter ya, yang menjawab Andi Arief sudah banyak,” ujar Hasto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Hasto berharap semua pihak agar menghadirkan sesuatu yang positif dalam berpolitik di darat. Sebab menurutnya di udara sudah terlalu bising sehingga semua pihak harus menghadirkan sesuatu yang positif.

“Udara sudah terlalu bising, kita bicara hal yang positif-positif saja,” ucap Hasto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan ini.

Karenanya, dia mengimbau kepada seluruh tim pemenangan agar berbicara sesuatu yang positif kepada masyarakat sehingga udara tidak terlalu bising. “Kalau terlalu panas ini bisa memancing sesuatu hal yang kurang kondusif di darat. Saya enggak nanggapin,” tandasnya.

Sementara itu, meski Prabowo memiliki anggapan bahwa ekonomi Indonesia rapuh, calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin tetap bergeming dan selalu optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

Saat di Pondok Pesantren Jagat Arsy, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/10/2018), Ma’ruf Amin mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat tonggak pembangunan ekonomi yang luar biasa.

“Saya ekonomi optimistik, tidak ekonomi pesimistik. Saya sangat optimis yang diletakkan Pak Jokowi itu patok-patok milestone. Yang akan nanti terjadi lompatan apabila kita mampu memaksimalkan maximize utility yang ada,” kata Ma’ruf.

Terkait dengan ucapan Prabowo soal ‘ekonomi kebodohan’, Ma’ruf berpendapat, justru akan terjadi lompatan ekonomi ke depan jika bisa memaksimalkan yang telah dibuat oleh Jokowi.

“Saya kira boleh saja, tapi kalau buat saya, apa yang dilakukan Pak Jokowi itu kan milestone, tonggak-tonggak pembangunan ekonomi yang besar dan luar biasa. Memang sekarang belum, tapi nanti kita berikan potensi yang sudah ada ini memberi maximize utility namanya,” tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung soal istilah ‘ekonomi kebodohan’ saat rapat kerja nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta Timur, Kamis (11/10). Istilah itu disebut Prabowo karena dia mengklaim jutaan hektare tanah dikuasai swasta. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Pemkab Kediri Fokus Tekan Pengangguran, Mas Dhito Genjot Pelatihan Kerja hingga Job Fair

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan Pemkab Kediri fokus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka ...
KRONIK

Ganjar Ajak Generasi Muda Suarakan Kegelisahan Bangsa Lewat Film dan Seni

Ganjar Pranowo mengajak generasi muda menyalurkan gagasan, kritik sosial, dan kegelisahan terhadap kondisi bangsa ...
KABAR CABANG

Urun Rembug Barisan Marhaen, Cara DPC Ngawi Kenalkan Sepak Terjang Bung Karno kepada Gen Z 

NGAWI – Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi disulap layaknya studio siniar pada Sabtu malam ...
KRONIK

Banteng Jatim FC U-17 Bungkam Deltras EPA 3-0, Modal Berharga Menuju Soekarno Cup 2026

Banteng Jatim FC U-17 mengalahkan Deltras EPA 3-0 dalam laga uji coba di Surabaya. Hasil ini memperpanjang tren ...
HEADLINE

Hasto Kristiyanto: Bulan Bung Karno Momentum Pembebasan Rakyat Marhaen

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak kader menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum pembebasan ...
KRONIK

Ratusan Warga Padati Makam Bung Karno pada Peringatan Hari Lahir ke-125 Sang Proklamator

Ratusan warga mengikuti doa bersama di Makam Bung Karno, Kota Blitar, untuk memperingati Hari Lahir ke-125 Sang ...