MALANG – Kearifan Lokal adalah sesuatu yang memiliki nilai-nilai budaya yang baik yang sebenarnya sudah diajarkan semenjak lama dari nenek moyang kita terdahulu.
Seiring dengan perkembangan zaman kearifan lokal mendapatkan tantangan untuk bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri ditengah derasnya arus globalisasi.
Hal tersebut menjadi perhatian anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang Dra. Hj. Tutik Yunarni saat menjadi narasumber kegiatan sosialisasi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Sumbermanjing, Jumat (26/3/2021).
Pengembangan pariwisata juga, ujar Tutik Yunarni menjadi prioritas dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten Malang. Hal tersebut membuktikan pemerintah hari ini memiliki keseriusan dalam pengembangan pariwisata kedepan.
“Tiga strategi pembangunan Kabupaten Malang yang tertuang dalam RPJMD adalah penurunan angka kemiskinan, pelestarian lingkungan hidup, dan pengembangan pariwisata. Tiga strategi tersebut harus diupayakan agar saling sinergis dan mendukung satu sama lainnya,” terang Tutik Yunarni.
Dia juga berpandangan wilayah Kecamatan Sumbermanjing sebagai daerah yang kaya akan potensi pariwisata alam yang dapat dikembangkan lebih jauh lagi jangan sampai meninggalkan kearifan lokalnya.
“Kecamatan Sumbermanjing ini memiliki banyak potensi pariwisata alamnya baik berupa laut dan pantai. Nah, tinggal bagaimana mengembangkan dan menjaga industri pariwisata di Malang Selatan agar bisa terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Salah satunya dengan memasukan konsep kearifan lokal yang berkolaborasi dengan bidang pariwisata,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi kearifan lokal dalam pengembangan pariwisata dapat memberikan manfaat dalam bidang ekonomi, fisik, maupun sosial budaya.
“Dengan menjaga potensi kearifan lokal yang menjadi sebagai salah satu komoditi industri pariwisata, kelak dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungannya, serta menambah nilai ekonomi industri pariwisata yang ada. Tentunya juga akan mengungkit dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” bebernya.
“Apabila hal ini dapat diwujudkan masyarakat lebih sejahtera tentunya dan akan terjadi penurunan angka kemiskinan,” tambah dia.
Semakin kearifan lokal itu dilestarikan, imbuh Tutik, maka semakin sejahtera masyarakatnya.
Maka dalam akhir penyampaiannya Tutik Yunarni memperkenalkan hastag “Semakin di Lestarikan, Semakin Mensejahterakan” sebagai sebuah kalimat penyemangat kepada jajaran perangkat desa, kecamatan, dan masyarakat yang hadir untuk bisa mengembangkan potensi pariwisata yang mereka miliki lebih maksimal lagi. (ace)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










