MADIUN – Suasana kekompakan dan kebersamaan begitu terasa saat jajaran kader PDI Perjuangan berkumpul di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Minggu (25/1/2026). Hari itu, Banteng-Banteng Madiun bukan sekadar merayakan ulang tahun, tetapi meneguhkan kembali semangat perjuangan.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menggelar tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dengan cara sederhana namun sarat makna.
Doa bersama dan pemotongan tumpeng menjadi rangkaian kegiatan yang merefleksikan nilai kebersamaan, kesederhanaan, dan keberlanjutan.
Di hadapan para kader, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun, Fery Sudarsono, menegaskan bahwa tasyakuran ini bukan sekadar agenda seremonial.
Lebih dari itu, peringatan HUT Megawati menjadi momentum refleksi dan konsolidasi ideologis bagi seluruh struktur partai.

“Bagi kami, ini adalah momen untuk memperkuat soliditas dan semangat perjuangan. Keteladanan Ibu Megawati mengajarkan konsistensi dalam berjuang, keberanian menjaga ideologi, dan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil,” ujar Fery, dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus hidup dalam kerja kader di lapangan. PDI Perjuangan, kata Fery, tidak boleh tercerabut dari akar ideologinya, yakni Pancasila dan semangat gotong royong yang membumi.
“Tasyakuran ini menegaskan kembali bahwa PDI Perjuangan adalah rumah perjuangan wong cilik. Ideologi Pancasila bukan sekadar jargon, tetapi harus hadir dalam kerja kerakyatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Usai tasyakuran HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun bertekad menerjemahkan pesan dan keteladanan sang Ketua Umum dalam kerja nyata.
Penguatan pelayanan masyarakat, pendampingan rakyat kecil, serta kehadiran kader di tengah persoalan warga menjadi fokus utama ke depan. (ahm/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










