Sabtu
26 September 2026 | 1 : 47

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

TKN: Serangan Hoaks untuk Tutupi Kelemahan Prabowo-Sandi

pdip-jatim-hasto-safari-kebangsaan-x

BANDA ACEH – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin Hasto Kristiyanto, menanggapi hoaks yang melibatkan emak-emak pendukung Prabowo-Sandi.

Pasalnya, sebuah video beredar di Makassar, Sulsel, dimana dikampanyekan bahwa mata kurikulum agama dan pesantren akan dihapus bila Jokowi-KH Ma’ruf Amin menang pada Pilpres 2019.

Hasto mengatakan, bahwa hoaks digunakan sebenarnya untuk menutupi kelemahan dari Prabowo-Sandi sendiri.

“Sebenarnya hoaks itu untuk menutup kelemahan dari mereka. Ketika mereka menggunakan isu Pak Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin tidak islami, bagaimana mungkin seorang ulama besar tidak islami? Itukan untuk menutup mereka (Prabowo-Sandi) yang tidak islami,” kata Hasto di sela Safari Kebangsaan X menyusuri Propinsi Aceh, Rabu (6/3/2019).

Sekjen PDI Perjuangan ini pun menaruh curiga dari perbuatan emak-emak penyebar hoaks itu. Ia menyebut, jika hoaks itu dilancarkan guna menutupi pihak Prabowo-Sandi ketika menggunakan isu LGBT untuk menyerang Jokowi-KH Ma’ruf.

Kata Hasto, pihaknya mengajak semua pihak berpolitik secara positif seperti yang dilakukan oleh Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hasto pun merespon keras soal hoaks azan dilarang kalau Jokowi-Ma’ruf menang. “Bagaimana mungkin Kiai Ma’ruf mau melarang adzan? Justru Pak Prabowo yang tidak mendengar azan,” jelas Hasto.

Sementara itu, Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Maruf Amin, Ade Irfan Pulungan, melaporkan dua rekaman video dan satu rekaman suara yang dinilai mengandung unsur ujaran kebencian dan fitnah ke Bareskrim Polri.

Salah satu rekaman video menyebut pendidikan agama Islam akan dihapus jika Jokowi menang di pilpres 2019.

“Yang kami laporkan ke Bareskrim, ketiga-tiganya kami anggap melakukan fitnah kepada paslon 01. Kedua, menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi Ade Irfan Pulungan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Dalam video pertama yang dilaporkan TKN, berisi pernyataan dari dua orang pria yang menyebut calon presiden Jokowi menggunakan fasilitas negara dalam kegiatan kampanyenya.

Sedangkan, video kedua berisi seorang ibu di Sulawesi Selatan yang menyatakan bahwa pendidikan agama Islam akan dihapus jika Jokowi terpilih. Ia pun menduga, video dan rekaman suara tersebut merupakan bagian dari kampanye hitam.

“Ini luar biasa fitnahnya, keji,” ucap Ade Irfan. Sedangkan, untuk satu rekaman suara yang dilaporkan, berisi suara yang menyatakan bahwa Jokowi adalah warga negara Cina yang akan mencoblos dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. “Kami sudah cek ini orang (pembuat rekaman). Ketiga inilah yang akan kita laporkan,” ujar Ade Irfan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...