Selasa
11 Agustus 2026 | 6 : 34

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tiada Kunjungan Dapil Tanpa Pembumian Pancasila

pdip-jatim-ristu-nugroho-150621

MADIUN – Membumikan Pancasila tak pernah terlewatkan oleh Ristu Nugroho, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Propinsi Jawa Timur. Di setiap kunjungan ke dapilnya, Ristu selalu semangat dalam menyampaikan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satunya saat meninjau progres pembangunan jembatan di Desa Rejosari, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun beberapa waktu lalu.

Di hadapan segenap warga desa setempat, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melupakan sejarah. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa dengan sejarahnya.

Ristu Nugroho mengatakan, kunjungan yang ia lakukan bersama para pengurus DPC PDI Perjuangan dan anggota DPRD Kabupaten Madiun dari fraksi PDI Perjuangan tersebut adalah dalam rangka memperingati dan menyemarakkan bulan Bung Karno untuk menanamkan pengamalan Pancasila.

Ristu menyerukan, sebagai generasi penerus harus mewarisi api semangat perjuangan Bung Karno. Apalagi dalam membangun desa, semangat gotong royong yang selalu digaungkan oleh Bapak Bangsa sekaligus merupakan jati diri bangsa Indonesia, harus selalu dijaga dan dilestarikan.

“Seperti jalan yang dibangun di Desa Rejosari adalah hasil kerjasama semuanya, bukan hasil kerja kepala desa saja, atau anggota dewan saja. Tapi hasil kerjasama gotong royong,” kata Ristu, Selasa (15/6/2021).

Legislator Banteng ini menambahkan, meskipun sekarang semua sudah diperhatikan oleh pemerintah, tapi semangat gotong royong jangan sampai hilang. Kalau ada jalan PU kemudian rusak diperbaiki, jangan hanya menunggu pemerintah.

“Paling tidak sebulan sekali, warga diharap gotong royong bersih bersih lingkungan, toh itu demi kebaikan masyarakat desa itu sendiri,” imbuhnya.

“Bisa maju dan sejahtera harus ada semangat gotong royong. Guyub rukun adalah modal utama dalam melaksanakan pembangunan” terangnya.

Ristu menambahkan, Bung Karno juga sering menyampaikan dalam pidato-pidatonya bahwa bangsa Indonesia harus berkepribadian dalam kebudayaan dan berdaulat dalam berpolitik. Seperti menjaga tradisi, nguri-uri budaya bangsa.

“Jangan sampai malah kita mengikuti budaya bangsa lain. Terbalik itu namanya. Pancasila itu jangan hanya sering didengar dan hafal saja tetapi tidak dilaksanakan,” pungkas Ristu. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...
SEMENTARA ITU...

Andreas Buka Peluang UMKM Eks Dolly Tembus Pasar Ekspor, Risma Tekankan Pasar Lokal Harus Kuat

Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo membuka peluang UMKM eks Dolly menembus pasar ekspor, sementara Risma ...
KRONIK

Bupati Bupati Ipuk Lepas 32 Kontingen Pramuka Banyuwangi ke Jambore Nasional ke-12 di Cibubur

BANYUWANGI – Sebanyak 32 Pramuka Penggalang siswa berbagai SMP di Banyuwangi akan mengikuti Jambore Nasional ...
KRONIK

Guntur Wahono: Tiban Bukan Sekadar Adu Skill, Tapi Merawat Persaudaraan Antar Daerah

BLITAR – Seni tradisi Tiban tidak semestinya berhenti sebagai tontonan budaya. Di balik pertarungan para jawara di ...
OLAHRAGA

Kalah 1-4 dari Jabar, Deni Wicaksono Tegaskan Peluang Banteng Jatim Masih Terbuka

SURABAYA – Kekalahan telak 1-4 dari Banteng Jawa Barat membuat langkah Banteng Jatim di Soekarno Cup 2026 langsung ...
OLAHRAGA

Aji Santoso Dorong Soekarno Cup Berkelanjutan, 400 Talenta Muda Dibuka Jalan ke Klub Profesional

SURABAYA – Lapangan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar tempat bagi pemain muda mengejar kemenangan. Di balik ...