Selasa
28 Juli 2026 | 3 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ternyata Jadi PRT di Saudi, Belasan TKI Minta Dipulangkan

pdip-jatim-tki-saudi-arabia-ilustrasi

pdip-jatim-tki-saudi-arabia-ilustrasiMAKKAH – Belasan TKI perusahaan Mehan yang kesemuanya perempuan, minta pemerintah memulangkan mereka ke Indonesia. Sebab, mereka dipekerjakan perusahaan yang berpusat di kota Riyadh tersebut, tidak sesuai kontrak kerja.

Para TKI formal itu dijanjikan bakal dipekerjakan sebagai cleaning service. Tapi setibanya di Saudi Arabia, para tenaga kerja wanita (TKW) tersebut ‘diperjualbelikan’ sebagai pekerja kontrak sektor rumah tangga atau pembantu rumah tangga (PRT).

Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia yang menerima laporan dari TKI Mehan, langsung mengontak KBRI Riyadh.

“Kami pada Jumat (30/9/2016) telah melakukan komunikasi dengan salah satu pejabat KBRI Riyadh, Dede Achmad Rifai, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler 1,” kata Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Dasan Suprija, Senin (3/10/2016).

Kepada Bima, sapaan Dasan Suprija, Dede Acmad Rifai menjelaskan, bahwa KBRI Riyadh tidak bisa memaksa perusahaan untuk memulangkan mereka ke Indonesia. Yang bisa memaksa perusahaan tersebut adalah Kementerian Tenaga Kerja Saudi Arabia, kalau perusahaan tersebut melanggar peraturan Saudi Arabia.

“KBRI Riyadh sudah minta PPTKIS untuk bertanggung jawab memulangkan mereka (TKI) ke Indonesia. Sebab pihak perusahaan minta ganti rugi bagi TKI yang minta pulang sebelum waktu kontrak kerja selesai,” sambung Dede Achmad.

KBRI Riyadh juga sudah mengirim konsultan hukum ke perusahaan tersebut. Mereka juga sudah menemui perusahaan dan beberapa TKI di perusahaan tersebut.

“Perusahaan belum bersedia memulangkan mereka sebelum mereka (TKI) membayar ganti rugi,” tambah dia.

Dede menyarankan agar para TKI melaporkan langsung kasus mereka ke Maktab Amal (Kemnaker) Saudi di kota Dammam. KBRI akan mendampingi mereka sebagai penerjemah dan konsultan hukum sebagaimana dilakukan KBRI pada kasus – kasus TKI lainnya, seperti TKI di Bin Ladin Group dan Saudi Oger.

Dasan Suprija menyayangkan permasalahan TKI Mehan berlarut–larut tak kunjung ada titik terang. Bahkan dia mendapat informasi, ada tindakan tidak manusiawi yang dilakukan pihak perusahaan. Seperti menyekap TKI dalam ruangan dan lainnya, bila tidak menuruti perintah perusahaan.

“Kami dengar perusahaan tersebut sudah di black list, tetapi sepertinya masih leluasa melakukan perekrutan. Ini bukan lagi zamannya perbudakan, TKI itu manusia, bukan barang yang untuk diperjual belikan,” kata Dasan.

DPLN PDIP Saudi minta pemerintah pusat perlu turun tangan seperti melakukan penekanan atau menjatuhkan sanksi ke PPTKIS (Pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta) terkait, seperti PT. Fim Anugerah Prakasa, PT. Putra Timor Mandiri, dan lainnya.

“Tapi saya meragukan hal ini bisa cepat tuntas, karena dilihat pimpinan BNP2TKI-nya yang harusnya ikut bertanggung jawab, sedang sibuk dengan urusan Pilkada DKI Jakarta,” sambung pria yang juga Ketua Pengurus Cabang Posko Perjuangan TKI (Pospertki) Kota Makkah ini.

DPLN Saudi juga mempertanyakan keseriusan KBRI Riyadh dalam menangani kasus TKI Mehan. Sebab, kata Dasan, karena kasus TKI Mehan ini sudah lama dalam penanganan KBRI Riyadh.

“Kita tidak bisa samakan kasus Bin Laden dan Saudi Oger. TKI di perusahaan Mehan tersebut adalah perempuan semua. Mereka datang sebagai TKI formal cleaning service, tapi sesampainya disini dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga. Tentu semua mahfum akan hal tersebut kondisi perempuan di Saudi Arabia,” ucapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Jadikan Peringatan Kudatuli sebagai Edukasi Politik bagi Generasi Muda

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar memanfaatkan peringatan 30 tahun Kudatuli sebagai sarana edukasi politik bagi ...
LEGISLATIF

Wiwin Sumrambah: Saya Datang untuk Kulak Masalah, Bukan Sekadar Jalani Reses

Anggota DPRD Jatim Wiwin Sumrambah menegaskan reses adalah momentum “kulak masalah” untuk menyerap dan mengawal ...
KRONIK

Darul: Kudatuli Membuka Jalan Lahirnya Kepala Daerah dan Anggota Dewan dari Rakyat Biasa

SUMENEP – Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996 dinilai menjadi tonggak penting yang membuka ruang demokrasi lebih luas ...
KRONIK

Refleksi 30 Tahun Kudatuli di Banyuwangi, Sonny Ajak Generasi Muda Jaga Demokrasi

BANYUWANGI – Tiga dekade telah berlalu sejak peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Tragedi Kudatuli. ...
LEGISLATIF

Yordan Batara Goa Dorong Lansia Produktif Tetap Dapat Akses Bantuan UMKM

SURABAYA – Anggota DPRD Jawa Timur, Yordan M. Batara Goa, menilai warga lanjut usia (lansia) yang masih sehat dan ...
KABAR CABANG

Percepat Konsolidasi, PAC PDIP Wonoasri dan Balerejo Gerak Cepat Gelar Musran

MADIUN — Instruksi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono untuk mempercepat konsolidasi ...