Terbentuk, BPEK DPC Tulungagung Didominasi Milenial Pelaku UMKM

 83 pembaca

TULUNGAGUNG – Pembentukan Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Tulungagung banyak diminati generasi milenial.

Saat ini tercatat setidaknya 50 persen keanggotaan BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung berasal dari kalangan anak-anak muda.

“Ada sekitar 50 persen anggota BPEK Tulungagung yang berasal dari kalangan milenial. Mereka semua masih muda-muda dan bersemangat,” terang Kepala BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung, Heru Santoso, Minggu (27/6/2021).

Menurut dia, kebanyakan anggota BPEK DPC PDI Perjuangan merupakan pelaku usaha UMKM di bidang kuliner. Di samping juga di bidang kebugaran tubuh seperti senam, aerobik dan yoga.

“Kami akan bersama-sama mereka membangun keberdikarian rakyat di bidang ekonomi,” sambungnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Tulungagung ini mengungkapkan pembentukan kepengurusan BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung dilakukan pada Sabtu (26/6/2021) kemarin di Kantor DPC PDI Perjuangan Tulungagung.

Dalam pembentukan pengurus tersebut selain terpilih Heru Santoso sebagai kepala, juga terpilih Sekretaris BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung, yakni Rudi Patmono Adi, dan Bendahara BPEK Narjianto.

Heru Santoso menyebut saat ini BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung sedang menyusun kepengurusan lengkap.  Dan selanjutnya akan menyusun dan melaksanakan program kerja.

“Kemarin kami juga sudah lakukan rapat koordinasi dengan semua anggota. Sesuai rencana program kerja BPEK adalah melakukan pelatihan, bimbingan dan penyuluhan serta pendampingan usaha perekonomian rakyat,” paparnya.

Selain itu, imbuh Heru Santoso, BPEK DPC PDI Perjuangan Tulungagung akan menyusun rencana program pengembangan dan perlindungan usaha perekonomian rakyat. 

“Perekonomian rakyat yang dimaksud utamanya adalah pertanian, perkebunan rakyat, hutan rakyat, perikanan tradisional, koperasi rakyat dan usaha-usaha ekonomi rakyat berskala kecil dengan teknologi sederhana dan berdimensi lokal lainnya,” pungkasnya. (atu/pr)