Rabu
13 Mei 2026 | 9 : 28

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tekan Angka Pengangguran, Banteng Pacitan Ini Pertahankan Usaha Sempolan

PDIP-Jatim-Sempol-19042021

PACITAN – Jajanan pasar sempolan lumrah ditemui di Kabupaten Pacitan. Penjual sempolan biasanya menggunakan gerobak untuk berjualan. Pandemi Covid-19 cukup memberi pukulan yang mendalam bagi nasib penjual sempolan.

Tatang Prayogi, salah seorang penjual sempolan mengaku bahwa pandemi Covid 19 berpengaruh banyak terhadap hasil penjualan sempolan. Dirinya sempat berhenti berjualan kurang lebih tiga bulan. Tetapi menjelang Lebaran 2020 sempolan ini kembali berjalan.

“Saat awal pandemi lapak tutup selama kurang lebih tiga bulan. Baru saat mendekati lebaran tahun lalu, kembali buka. Itu pun dengan pendapatan omzet separuh dari biasanya” ujar Tatang, Senin (19/4/2021).

Sebelum pandemi, Tatang biasanya mendapatkan omzet sekitar 300-400 ribu satu hari. Hal itu kadang bisa bertambah banyak jika bertepatan dengan momentum tertentu, misalnya ada hiburan atau pertunjukan seni.

Di masa sulit pandemi Covid-19 itu,  Tatang terus berinovasi dalam menjual sempolannya. Salah satu invasi itu menjual sempolannya dengan sistem delivery order. Sayangnya, inovasi delivery order ini tidak bisa bertahan lama mengingat cuaca sering hujan, menyebabkan medan di wilayahnya rusak berat.

“Sempat menggunakan trobosan delivery order. Tapi itu hanya berjalan kurang lebih satu minggu, karena medan dan cuacanya tidak bersahabat, ” jelas Tatang.

Seiring berjalanya waktu dan usaha tak kenal menyerah, kader PDI Perjuangan itu mempertahankan usaha sempolannya sampai saat ini. Ke depan Tatang berharap dengan adanya vaksin Covid-19, kondisi kembali normal.  

“Adanya vaksin ini semoga dapat meredakan pandemi ini, hiburan-hiburan rakyat bisa berjalan agar omzet sempolan ini kembali naik, ” beber Tatang dengan nada penuh harap.

Tatang memulai usaha kecil berjualan sempolan pada tahun 2017. Usaha sempolan ini berlokasi di Jalan Pacitan-Ponorogo, tepatnya di depan Kantor BRI Pasar Kebondalem, Kecamatan Tegalombo.

Di awal usahanya Tatang berjualan sendiri. Akan tetapi setelah berjalan beberapa bulan Tatang menggunakan tiga orang untuk membantunya dalam produksi maupun pemasaran. Dengan usaha sempolan itu Tatang berharap dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda di desanya.

“Selain untuk mendapatkan keuntungan pribadi, di sini saya juga memiliki tujuan untuk mengurangi angka pengangguran terutama pemuda desa,” ujar pria yang tercatat sebagai fungsionaris Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan itu.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...