Rabu
07 Oktober 2026 | 5 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tekan Angka Pengangguran, Banteng Pacitan Ini Pertahankan Usaha Sempolan

PDIP-Jatim-Sempol-19042021

PACITAN – Jajanan pasar sempolan lumrah ditemui di Kabupaten Pacitan. Penjual sempolan biasanya menggunakan gerobak untuk berjualan. Pandemi Covid-19 cukup memberi pukulan yang mendalam bagi nasib penjual sempolan.

Tatang Prayogi, salah seorang penjual sempolan mengaku bahwa pandemi Covid 19 berpengaruh banyak terhadap hasil penjualan sempolan. Dirinya sempat berhenti berjualan kurang lebih tiga bulan. Tetapi menjelang Lebaran 2020 sempolan ini kembali berjalan.

“Saat awal pandemi lapak tutup selama kurang lebih tiga bulan. Baru saat mendekati lebaran tahun lalu, kembali buka. Itu pun dengan pendapatan omzet separuh dari biasanya” ujar Tatang, Senin (19/4/2021).

Sebelum pandemi, Tatang biasanya mendapatkan omzet sekitar 300-400 ribu satu hari. Hal itu kadang bisa bertambah banyak jika bertepatan dengan momentum tertentu, misalnya ada hiburan atau pertunjukan seni.

Di masa sulit pandemi Covid-19 itu,  Tatang terus berinovasi dalam menjual sempolannya. Salah satu invasi itu menjual sempolannya dengan sistem delivery order. Sayangnya, inovasi delivery order ini tidak bisa bertahan lama mengingat cuaca sering hujan, menyebabkan medan di wilayahnya rusak berat.

“Sempat menggunakan trobosan delivery order. Tapi itu hanya berjalan kurang lebih satu minggu, karena medan dan cuacanya tidak bersahabat, ” jelas Tatang.

Seiring berjalanya waktu dan usaha tak kenal menyerah, kader PDI Perjuangan itu mempertahankan usaha sempolannya sampai saat ini. Ke depan Tatang berharap dengan adanya vaksin Covid-19, kondisi kembali normal.  

“Adanya vaksin ini semoga dapat meredakan pandemi ini, hiburan-hiburan rakyat bisa berjalan agar omzet sempolan ini kembali naik, ” beber Tatang dengan nada penuh harap.

Tatang memulai usaha kecil berjualan sempolan pada tahun 2017. Usaha sempolan ini berlokasi di Jalan Pacitan-Ponorogo, tepatnya di depan Kantor BRI Pasar Kebondalem, Kecamatan Tegalombo.

Di awal usahanya Tatang berjualan sendiri. Akan tetapi setelah berjalan beberapa bulan Tatang menggunakan tiga orang untuk membantunya dalam produksi maupun pemasaran. Dengan usaha sempolan itu Tatang berharap dapat membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda di desanya.

“Selain untuk mendapatkan keuntungan pribadi, di sini saya juga memiliki tujuan untuk mengurangi angka pengangguran terutama pemuda desa,” ujar pria yang tercatat sebagai fungsionaris Badan Kebudayaan Nasional PDI Perjuangan Kabupaten Pacitan itu.

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Dari Tegang hingga Pecah dalam Sorak, Ribuan Warga Kediri Rayakan Kemenangan Timnas

KEDIRI – Malam di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, berubah menjadi lautan sorak. Ribuan warga ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Gelar Temu Media, Tegaskan Pentingnya Sinergi dan Kritik Konstruktif

MAGETAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menggelar agenda temu media bersama insan pers. ...
EKSEKUTIF

Rumah Inspirasi Hadir di Pelosok Trenggalek, Mas Ipin Berharap Cetak Generasi Berkarakter

TRENGGALEK – Kehadiran Rumah Inspirasi Trenggalek PAUD Al Huda di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, diharapkan ...
KRONIK

Ditanya Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, Puan: Kami Menghormati Proses yang Berjalan

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani memilih tidak berspekulasi mengenai gugatan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Minta APBD Jatim 2027 Diukur dari Dampak Nyata, Bukan Serapan

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur meminta keberhasilan APBD 2027 tidak diukur hanya dari tingginya ...
LEGISLATIF

Tok! DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan UU Satu Data Indonesia

JAKARTA – DPR RI mengesahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan yang dirancang memperkuat hak pekerja sekaligus menjaga ...