Selasa
28 Juli 2026 | 1 : 55

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Terlalu Sulit Pertemukan Kembali Para Mantan Presiden

pdip-jatim-mega-sby-salaman

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Achmad Basarah menilai, berkumpulnya para mantan Presiden dan Wakil Presiden dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara, kemarin, membuktikan telah bersatunya karakter pemimpin Indonesia untuk menyatukan bangsa.

“Ini langkah awal yang baik dan harus kita syukuri dan tentu Presiden Joko Widodo mengambil langkah strategis,” ucap Basarah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).

Basarah mengungkapkan, tak sulit bila harus mengadakan kembali pertemuan para mantan pemimpin negara itu, asalkan semuanya bersatu dalam melihat ancaman perpecahan negara saat ini.

“Kita lihat urgensinya nanti. Karena karakter pemimpin bangsa kita bersatu melihat ancaman di depan kita nyata, saya kira pertemuan itu tidak selalu sulit,” jelasnya.

Diketahui, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat hadir untuk pertama kalinya dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara setelah dua tahun tak lagi menjabat sebagai presiden.

Bahkan di acara itu, SBY bisa bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden ke-5 RI.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut pertemuan kedua mantan presiden dan ketum parpol ini memberikan angin segar bagi demokrasi Indonesia.

Pasalnya pertemuan SBY dan Megawati itu menunjukkan bahwa di tengah perbedaan masih ada titik temu demi membangun Indonesia.

“Ini tentu membangun optimisme kolektif bahwa di tengah perbedaan kita semua bisa bersatu untuk membangun kualitas demokrasi yang lebih baik. membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Ini luar biasa, pesta kemerdekaan ke-72 ini membuat kita semakin optimis, kita bisa maju menjadi bangsa yang besar,” katanya.

Hendrawan juga memuji kemampuan Presiden Joko Widodo dalam berkomunikasi politik. Sehingga pada perayaan HUT ke-72 RI ini hampir seluruh pemimpin negara ini bertemu di Istana Merdeka menggunakan berbagai macam pakaian adat.

“Kita memberi apresiasi kepada Presiden Jokowi yang mampu membangun komunikasi politik yang cantik, semakin berkualitas. Jadi beliau memberi kredit poin, dari pertemuan-pertemuan hari ini apalagi sebelumnya kemarin beliau mengenakan pakaian adat, hari ini pakaian adat. Kita boleh beraneka tetapi kita satu jiwa,” ucap Hendrawan. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

BERITA TERKINI

DPC Tuban Gelar Renungan Kuda Tuli, Tegaskan jaga Demokrasi

TUBAN– DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar renungan dan peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 atau Kudatuli di ...
KABAR CABANG

Refleksi Kudatuli, PDI Perjuangan Sumenep Kobarkan Semangat Juang Bela Wong Cilik

SUMENEP – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep memperingati Refleksi 30 Tahun Peristiwa ...
EKSEKUTIF

Model Perlindungan Anak PMI Gresik Diapresiasi Nasional, Bupati Yani Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

GRESIK – Model perlindungan anak pekerja migran Indonesia (PMI) yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Gresik ...
KABAR CABANG

Gelar Dialog Publik Bersama Organisasi Kepemudaan, DPC Tulungagung Beber Peristiwa dan Sejarah Kudatuli

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar dialog publik bersama ...
KRONIK

Djarot Saiful Hidayat Ungkap Makna Filosofis Mendalam di Balik Monumen Kudatuli

JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat memaparkan makna filosofis mendalam di balik ...
HEADLINE

Megawati: Monumen Kudatuli Simbol Kesabaran Revolusioner yang Lahir dari Keyakinan dan Keberanian

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Kudatuli bertepatan 30 tahun peristiwa 27 Juli ...