Sabtu
11 Juli 2026 | 9 : 05

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Terlalu Sulit Pertemukan Kembali Para Mantan Presiden

pdip-jatim-mega-sby-salaman

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Achmad Basarah menilai, berkumpulnya para mantan Presiden dan Wakil Presiden dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara, kemarin, membuktikan telah bersatunya karakter pemimpin Indonesia untuk menyatukan bangsa.

“Ini langkah awal yang baik dan harus kita syukuri dan tentu Presiden Joko Widodo mengambil langkah strategis,” ucap Basarah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).

Basarah mengungkapkan, tak sulit bila harus mengadakan kembali pertemuan para mantan pemimpin negara itu, asalkan semuanya bersatu dalam melihat ancaman perpecahan negara saat ini.

“Kita lihat urgensinya nanti. Karena karakter pemimpin bangsa kita bersatu melihat ancaman di depan kita nyata, saya kira pertemuan itu tidak selalu sulit,” jelasnya.

Diketahui, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat hadir untuk pertama kalinya dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara setelah dua tahun tak lagi menjabat sebagai presiden.

Bahkan di acara itu, SBY bisa bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden ke-5 RI.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut pertemuan kedua mantan presiden dan ketum parpol ini memberikan angin segar bagi demokrasi Indonesia.

Pasalnya pertemuan SBY dan Megawati itu menunjukkan bahwa di tengah perbedaan masih ada titik temu demi membangun Indonesia.

“Ini tentu membangun optimisme kolektif bahwa di tengah perbedaan kita semua bisa bersatu untuk membangun kualitas demokrasi yang lebih baik. membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Ini luar biasa, pesta kemerdekaan ke-72 ini membuat kita semakin optimis, kita bisa maju menjadi bangsa yang besar,” katanya.

Hendrawan juga memuji kemampuan Presiden Joko Widodo dalam berkomunikasi politik. Sehingga pada perayaan HUT ke-72 RI ini hampir seluruh pemimpin negara ini bertemu di Istana Merdeka menggunakan berbagai macam pakaian adat.

“Kita memberi apresiasi kepada Presiden Jokowi yang mampu membangun komunikasi politik yang cantik, semakin berkualitas. Jadi beliau memberi kredit poin, dari pertemuan-pertemuan hari ini apalagi sebelumnya kemarin beliau mengenakan pakaian adat, hari ini pakaian adat. Kita boleh beraneka tetapi kita satu jiwa,” ucap Hendrawan. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Said Abdullah Desak Pemerintah Segera Cairkan DBH Rp132 Triliun untuk Ringankan Tekanan Fiskal Daerah

Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah mendesak pemerintah segera mencairkan dana bagi hasil kurang salur Rp132 triliun ...
KRONIK

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sampang, Hj. Ansari Desak Penuntasan Hukum

PAMEKASAN – Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang mengguncang Kabupaten Sampang, mendapat perhatian dari ...
KRONIK

Rumah Baca Bringinan Ponorogo, 11 Tahun Memberdayakan Masyarakat

PONOROGO – Kebiasaan menyisihkan uang receh sejak usia dini terus dipertahankan di Desa Bringinan, Kecamatan ...
KRONIK

Ketua DPRD Tulungagung Gandeng Mahasiswa UGM Galakkan Program Tanam Kopi

TULUNGAGUNG – Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Marsono, menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Minta Pengaturan Fasilitasi Reses Diperjelas

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim meminta pengaturan fasilitasi reses dalam Raperda dirumuskan lebih jelas agar ...
KOLOM

Politik yang Tumbuh dari Tradisi Belajar

DI tengah politik yang semakin cepat bergerak, ukuran keberhasilan seorang politisi kerap disederhanakan pada ...