Rabu
04 November 2026 | 12 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Tak Terlalu Sulit Pertemukan Kembali Para Mantan Presiden

pdip-jatim-mega-sby-salaman

JAKARTA – Wakil Sekjen PDI Perjuangan Achmad Basarah menilai, berkumpulnya para mantan Presiden dan Wakil Presiden dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara, kemarin, membuktikan telah bersatunya karakter pemimpin Indonesia untuk menyatukan bangsa.

“Ini langkah awal yang baik dan harus kita syukuri dan tentu Presiden Joko Widodo mengambil langkah strategis,” ucap Basarah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/8/2017).

Basarah mengungkapkan, tak sulit bila harus mengadakan kembali pertemuan para mantan pemimpin negara itu, asalkan semuanya bersatu dalam melihat ancaman perpecahan negara saat ini.

“Kita lihat urgensinya nanti. Karena karakter pemimpin bangsa kita bersatu melihat ancaman di depan kita nyata, saya kira pertemuan itu tidak selalu sulit,” jelasnya.

Diketahui, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat hadir untuk pertama kalinya dalam perayaan HUT ke-72 RI di Istana Negara setelah dua tahun tak lagi menjabat sebagai presiden.

Bahkan di acara itu, SBY bisa bertemu dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang merupakan Presiden ke-5 RI.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno menyebut pertemuan kedua mantan presiden dan ketum parpol ini memberikan angin segar bagi demokrasi Indonesia.

Pasalnya pertemuan SBY dan Megawati itu menunjukkan bahwa di tengah perbedaan masih ada titik temu demi membangun Indonesia.

“Ini tentu membangun optimisme kolektif bahwa di tengah perbedaan kita semua bisa bersatu untuk membangun kualitas demokrasi yang lebih baik. membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Ini luar biasa, pesta kemerdekaan ke-72 ini membuat kita semakin optimis, kita bisa maju menjadi bangsa yang besar,” katanya.

Hendrawan juga memuji kemampuan Presiden Joko Widodo dalam berkomunikasi politik. Sehingga pada perayaan HUT ke-72 RI ini hampir seluruh pemimpin negara ini bertemu di Istana Merdeka menggunakan berbagai macam pakaian adat.

“Kita memberi apresiasi kepada Presiden Jokowi yang mampu membangun komunikasi politik yang cantik, semakin berkualitas. Jadi beliau memberi kredit poin, dari pertemuan-pertemuan hari ini apalagi sebelumnya kemarin beliau mengenakan pakaian adat, hari ini pakaian adat. Kita boleh beraneka tetapi kita satu jiwa,” ucap Hendrawan. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan Sorot RAPBD 2027, dari Rencana Hutang hingga Turunnya Anggaran Pendidikan

KABUPATEN PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pasuruan menyoroti sejumlah persoalan dalam Rancangan ...
KRONIK

11 Mahasiswa Unesa Maospati Jadi Korban Pelecehan Nonfisik, Polisi Diminta Bertindak

MAGETAN – Kasus pelecehan seksual nonfisik seperti catcalling dan pengintaian membayangi para mahasiswa Universitas ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Ingatkan Ancaman Algoritma terhadap Demokrasi, Siapa yang Mengendalikan Data?

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan transformasi digital membawa tantangan baru bagi demokrasi. ...
SEMENTARA ITU...

Punjul Santoso Inisiasi Teba Modern di Kota Batu, Sampah Organik Diolah Jadi Kompos

BATU – Sampah organik rumah tangga di Kota Batu didorong untuk diolah langsung dari lingkungan permukiman agar ...
EKSEKUTIF

Cegah Banjir Musim Hujan, Mas Ipin Siapkan Normalisasi Sungai Ngasinan Trenggalek

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek menyiapkan normalisasi Sungai Ngasinan di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, ...
KRONIK

Bupati Fauzi Raih Cita Negeri 2026: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Sumenep

JAKARTA – Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, meraih Anugerah Cita Negeri 2026 yang diselenggarakan ...