Rabu
14 Oktober 2026 | 12 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soroti Eksploitasi Air Tanah, Novita Minta Negara Perketat Pengawasan Industri AMDK

pdip jatim 260205 NH

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengkritik lemahnya peran negara dalam mengawal industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), khususnya terkait perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan, pertumbuhan industri AMDK tidak boleh berjalan dengan mengorbankan sumber daya alam dan keselamatan publik.
Hal tersebut disampaikan Novita dalam rapat Panitia Kerja (Panja) bersama Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2027).

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil Jawa Timur VII itu menilai hingga kini belum ada pemaparan yang transparan dan terukur mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan-perusahaan AMDK yang tercatat di Kementerian Perindustrian. Padahal, industri ini memanfaatkan sumber daya air secara masif, terutama air tanah, yang di sejumlah daerah telah memicu kekeringan dan krisis air bersih.

“Negara harus tahu dan berani membuka data. Setiap tahun, apa kontribusi sosial dan lingkungan industri AMDK? Jangan sampai eksploitasi air berjalan, tapi tanggung jawabnya nihil,” tegas Novita.

Selain isu lingkungan, dia juga menyoroti lemahnya pengawasan pascaproduksi (post-market). Menurutnya, penurunan kualitas air minum kerap tidak terjadi di pabrik, melainkan pada tahap distribusi.

Novita mencontohkan galon air yang disimpan terlalu lama dan terpapar sinar matahari berpotensi memicu migrasi zat kimia dari plastik ke dalam air, sehingga membahayakan kesehatan konsumen.

“Air yang awalnya layak konsumsi bisa berubah menjadi ancaman kesehatan karena lemahnya pengawasan distribusi. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Novita, mencerminkan belum adanya standar disiplin dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah terhadap seluruh rantai pasok industri AMDK.

Ia menegaskan, Kementerian Perindustrian tidak cukup hanya mengawal proses produksi, tetapi harus hadir hingga tahap distribusi dan konsumsi.

Politisi PDI Perjuangan itu pun mendorong pelaku industri AMDK untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kesehatan publik. Sementara itu, pemerintah diminta memperkuat regulasi, transparansi data, serta menerapkan sanksi tegas bagi pelanggaran.

“Industri boleh tumbuh, tetapi keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan. Di sinilah negara harus berdiri tegas,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Deni Wicaksono Ajak Warga Trenggalek Rawat Toleransi untuk Perkuat Pembangunan Daerah

TRENGGALEK – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mengajak masyarakat Trenggalek terus memupuk toleransi dan ...
SEMENTARA ITU...

Sanusi Dorong TMMD Berlanjut Tiap Tahun, Pemerataan Infrastruktur Desa Jadi Prioritas

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi mendorong program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berlanjut setiap tahun ...
LEGISLATIF

Sri Untari Dukung Wacana Penghapusan Kenaikan Kelas Otomatis, Kompetensi Siswa Harus Terukur

SURABAYA – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyambut positif wacana penghapusan sistem kenaikan ...
LEGISLATIF

Kasus ISPA Jatim Tembus 212.914, Deni Wicaksono Desak Pengendalian Emisi Diperketat

SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Deni Wicaksono mendesak pemerintah memperkuat pencegahan infeksi saluran ...
EKSEKUTIF

Digitalisasi Data Bansos Kediri Sasar 122.393 KK, Mas Dhito Libatkan Agen Perlinsos

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat digitalisasi data perlindungan sosial (Perlinsos) untuk memastikan ...
KRONIK

Peringatan Hari Jadi Ke-351 Magetan, DPRD Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

MAGETAN – Masyarakat Kabupaten Magetan memperingati Hari Jadi Ke-351 Kabupaten Magetan dalam sebuah upacara yang ...