Sabtu
14 Februari 2026 | 5 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soroti Eksploitasi Air Tanah, Novita Minta Negara Perketat Pengawasan Industri AMDK

pdip jatim 260205 NH

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengkritik lemahnya peran negara dalam mengawal industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), khususnya terkait perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan, pertumbuhan industri AMDK tidak boleh berjalan dengan mengorbankan sumber daya alam dan keselamatan publik.
Hal tersebut disampaikan Novita dalam rapat Panitia Kerja (Panja) bersama Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (4/2/2027).

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil Jawa Timur VII itu menilai hingga kini belum ada pemaparan yang transparan dan terukur mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan-perusahaan AMDK yang tercatat di Kementerian Perindustrian. Padahal, industri ini memanfaatkan sumber daya air secara masif, terutama air tanah, yang di sejumlah daerah telah memicu kekeringan dan krisis air bersih.

“Negara harus tahu dan berani membuka data. Setiap tahun, apa kontribusi sosial dan lingkungan industri AMDK? Jangan sampai eksploitasi air berjalan, tapi tanggung jawabnya nihil,” tegas Novita.

Selain isu lingkungan, dia juga menyoroti lemahnya pengawasan pascaproduksi (post-market). Menurutnya, penurunan kualitas air minum kerap tidak terjadi di pabrik, melainkan pada tahap distribusi.

Novita mencontohkan galon air yang disimpan terlalu lama dan terpapar sinar matahari berpotensi memicu migrasi zat kimia dari plastik ke dalam air, sehingga membahayakan kesehatan konsumen.

“Air yang awalnya layak konsumsi bisa berubah menjadi ancaman kesehatan karena lemahnya pengawasan distribusi. Ini tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Novita, mencerminkan belum adanya standar disiplin dan pengawasan berkelanjutan dari pemerintah terhadap seluruh rantai pasok industri AMDK.

Ia menegaskan, Kementerian Perindustrian tidak cukup hanya mengawal proses produksi, tetapi harus hadir hingga tahap distribusi dan konsumsi.

Politisi PDI Perjuangan itu pun mendorong pelaku industri AMDK untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan lingkungan dan perlindungan kesehatan publik. Sementara itu, pemerintah diminta memperkuat regulasi, transparansi data, serta menerapkan sanksi tegas bagi pelanggaran.

“Industri boleh tumbuh, tetapi keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak boleh dikorbankan. Di sinilah negara harus berdiri tegas,” pungkasnya. (nia/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini Tawarkan Inkubasi UMKM bagi Guru PPG Non Sertifikasi

TRENGGALEK – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini menawarkan solusi alternatif bagi guru Pendidikan ...
KRONIK

Saat Banyak Usaha Tumbang, Sofi Justru Menemukan Peluang di Kandang Sapi

BONDOWOSO – Di saat banyak usaha terpukul pandemi Covid-19 pada 2020, Sofi Indriasari justru menemukan jalan baru ...
LEGISLATIF

Aspirasi Gen-Z Mencuat dalam Reses DPRD Jatim, Program Pelatihan Gratis Disiapkan

SURABAYA – Kebutuhan ruang pengembangan diri bagi generasi muda atau Gen-Z menjadi salah satu aspirasi utama yang ...
KRONIK

Jaga Stabilitas Harga Bapok Jelang Ramadan, Bupati Lukman Gelar Pangan Murah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok ...
EKSEKUTIF

Setiap Selasa dan Jumat Kerja Bakti, Ini Langkah Baru Pemkab Blitar

BLITAR – Upaya membangun budaya hidup bersih dan tertib lingkungan mulai diperkuat di Kabupaten Blitar. Pemerintah ...
KRONIK

Gerakan Jumat Naik Angkutan Umum, Bupati Ipuk Pilih Becak Listrik ke Kantor

BANYUWANGI – Gerakan menggunakan transportasi umum dan ojek online tiap Jumat konsisten dilakukan karyawan di ...