Minggu
09 Agustus 2026 | 10 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Soal Wacana Komisioner KPU dari Parpol, Ini Penjelasan Legislator

pdip-jatim-arif-wibowo-dpr

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Arif Wibowo menyatakan, munculnya wacana keanggotaan komisioner KPU dari partai politik merupakan autokritik atas independensi KPU yang saat ini beranggotakan nonparpol.

Menurut Arif, belajar dari penyelenggaraan pemilu sebelumnya, ada komisioner KPU yang setelah masa jabatannya habis justru menjadi pengurus parpol.

Bahkan, kata anggota Komisi II DPR, ada yang di tengah masa jabatan teridentifikasi sebagai pengurus parpol.

“Itu yang akhirnya menginspirasi, apakah KPU nonparpol telah berkesesuaian dengan tugas pokok dan fungsinya selama ini,” kata Arif, Senin (27/3/2017).

Menurut dia, fenomena itu kemudian menjadi masukan bagi Pansus Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu saat studi banding ke Jerman dan Meksiko.

Arief menegaskan, dalam mewacanakan ide tersebut, DPR tetap berpegang teguh pada prinsip kemandirian dan independensi KPU selaku penyelenggara pemilu.

Ia pun menambahkan, saat ini pansus belum memutuskan apakah akan memasukkan unsur parpol ke dalam keanggotaan KPU.

“Itu harus dalam frame jernih. Apakah sudah memungkinkan anggota parpol jadi komisioner KPU,” jelasnya.

Sementara itu, Komisi II DPR RI akhirnya memutuskan untuk melanjutkan proses seleksi terhadap calon anggota KPU-Bawaslu yang sempat tertunda karena menunggu selesainya pembahasan RUU Pemilu.

Payung hukum pemilihan komisioner KPU-Bawaslu Periode 2017-2022 itu menggunakan UU Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. DPR menargetkan 6 April 2017 mendatang nama-nama komisioner disahkan di sidang paripurna.

“Rapat Komisi II sepakat lanjutkan proses fit and proper test KPU dan Bawaslu dengan target 6 April laporkan hasil dalam Paripurna DPR RI,” kata anggota Komisi II DPR Sirmadji Tjondro Pragolo, Selasa (28/3/2017).

Soal jumlah anggota KPU-Bawaslu yang akan dipilih, apakah terbatas atau tetap sesuai amanat UU lama, politisi PDI Perjuangan ini menyatakan, rapat internal Komisi II pada Senin (27/3/2017) hanya membahas dan menetapkan tindak lanjut dan target waktu pelaksanaan seleksi.

Adapun tentang hasil seleksi, termasuk berapa jumlah anggota yang akan dipilih, ditentukan setelah ada proses uji kelayakan dan kepatutan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Andreas Eddy Pilih Reses Tanpa Sekat, Turun ke Kampung dan Dengarkan Warga

MALANG – Anggota DPR RI Komisi XI Andreas Eddy Susetyo memilih cara berbeda untuk menyerap aspirasi masyarakat. ...
SEMENTARA ITU...

Persiga U-17 Dituntut Tampil Maksimal di Piala Soeratin 2026, Doding: Harus Menang dan Lolos

TRENGGALEK – Persiga Trenggalek U-17 dituntut memaksimalkan status sebagai tuan rumah Piala Soeratin 2026 dengan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Harap Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Besuki Tingkatkan Kemenangan Pemilu 2029

TULUNGAGUNG – Jajaran Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Besuki resmi terbentuk. ...
LEGISLATIF

Andreas Dorong Masyarakat Melek Keuangan agar Tak Jadi Korban Penipuan Digital

MALANG – Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo mendorong masyarakat memperkuat literasi keuangan di tengah ...
SEMENTARA ITU...

Lewat Dramasoka Pendekar Caping Gunung, Rijanto Ajak Warga Guyub Bangun Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak masyarakat memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai modal utama ...
LEGISLATIF

Anggota Dewan Ratih Damayanti Bantu Warga Tak Mampu yang Koma 3 Hari dan Terkendala BPJS

LUMAJANG – Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Lumajang yang juga menjabat sebagai anggota Komisi D DPRD Kabupaten ...