Kamis
16 April 2026 | 5 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Seperti Ini, Kedekatan Hubungan PDI Perjuangan dengan NU

pdip-jatim-220213-eri-baju-merah

JAKARTA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, dalam perjalanan sejarah, hubungan kaum nasionalis dan kaum santri ibarat dua sisi dalam satu keping mata uang yang tidak terpisahkan. Nasionalis dan santri, santri dan nasionalis menyatu dalam setiap perjuangan bangsa ini.

“Saya betul-betul merasakan bagaimana partai ini memiliki kedekatan dengan kalangan santri, kalangan kiai, jamaah dan jamiyah dari Nahdlatul Ulama. Di PDI Perjuangan kami juga diajarkan untuk mengambil tanggung jawab dalam memberdayakan umat melalui program-program kerakyatan, yang sasarannya di dalamnya juga ada para nahdliyin,” ujar Eri Cahyadi.

Hal ini dia ungkapkan dalam acara dialog PDI Perjuangan memperingati hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-96 di Jakarta, Sabtu (12/2/2022).

“Di awal berdirinya Republik, Bung Karno bertanya tentang hukum membela negara bagi umat Islam kepada KH Hasyim Asyari (pendiri NU). Dengan tegas Mbah Hasyim Asyari menyatakan bahwa perjuangan membela tanah air adalah bagian dari jihad fisabilillah,” bebernya.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin yang ikut hadir di acara dialog mengatakan, peringatan harlah NU ini bukan kebetulan.

“Bukan sekadar peristiwa politik tetapi kepada penguatan sejarah, dimana di setiap kesempatan Bung Karno selalu mengatakan bahwa beliau mengidolai Rasulullah Muhammad SAW, dimana revolusi Muhammad adalah summing up of many revolution in one big revolution. Revolusi di segala sisi yang mengubah peradaban dunia dari zaman jahiliyah menuju jaman Islam yang terang benderang,” jelas Bupati Arifin.

Baca juga: Bagi PBNU, PDIP Komponen Senyawa Dalam Perjuangan

“Saya sebagai kader PDI Perjuangan dan besar dalam keluarga NU, menyadari sepenuhnya bahwa nasionalisme adalah buah dari relijiusitas,” imbuhnya.

Sedang legislator DPR RI dari dapil Lamongan-Gresik, Nasyirul Falah Amru menilai NU dan PDI Perjuangan memiliki garis perjuangan sama mengenai kesejahteraan masyarakat. NU memikirkan umat, sedangkan PDI Perjuangan menjadikan wong cilik sebagai arus perjuangan.

“Jadi saya pikir NU dengan PDI Perjuangan, nasionalis-religius dalam konteks ini, ya, sama-sama bagaimana manusia itu dimanusiakan dan dalam hal ini masih banyak kaum yang termarginalkan,” sebut Sekretaris Umum Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini.

Pria yang akrab disapa Gus Falah itu juga menyampaikan Bung Karno sebagai rujukan pergerakan PDI Perjuangan sangat menghargai dan mencintai ulama sama halnya dengan NU.

Dia mencontohkan Bung Karno tak pernah lupa sowan ke ulama ketika berkunjung ke daerah-daerah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Pansus DPRD Jatim Soroti Program OPD, Anggaran Besar Belum Tekan Kemiskinan

DPRD Jatim menilai program OPD belum berdampak signifikan terhadap penurunan kemiskinan meski capaian administratif ...
KRONIK

Bupati Lukman Minta BUMD Tingkatkan Kinerja, Topang Perekonomian Daerah

JAKARTA – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, berkomitmen untuk mendorong kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ...
LEGISLATIF

Indri Dukung Larangan Vape, Soroti Potensi Disalahgunakan untuk Narkotika

Indriani Yulia Mariska mendukung larangan vape karena berpotensi disalahgunakan untuk narkotika dan membahayakan ...
LEGISLATIF

Yordan Soroti Kesenjangan Antarwilayah Jadi Tantangan Utama Pembangunan Jatim

Yordan M Batara Goa menyoroti kesenjangan antarwilayah sebagai tantangan utama pembangunan Jawa Timur dalam RKPD ...
LEGISLATIF

Pastikan Keselamatan Pengendara Jalur Magetan – Sarangan, Diana Sasa Minta Peremajaan Alat Tebang Pohon Bina Marga UPT Madiun

MAGETAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Timur melalui Bina Marga UPT Madiun ...
UMKM

Cerita Warsito, Kader Banteng Ngawi Merintis Usaha Greenhouse Anggur

NGAWI – Kesuksesan tidak melulu diukur dari gelimang harta yang melimpah ruah. Menemukan kepuasan batin dalam ...