Sepasang Kaki untuk Teguh

Loading

NGAWI – Teguh, warga Desa Karanggupito, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi terbata-bata mengungkapkan rasa syukurnya. Ekspresi itu tergambar, kala Teguh ‘menjemput harapan’ lewat kaki palsu bantuan dari Diana Sasa, di Gedung Fatmawati DPC PDI Perjuangan Ngawi, pada Sabtu (23/9/2023).

Ditemani sang istri, Teguh berangkat ke Ngawi naik sepeda motor. Berdua berboncengan berangkat pagi-pagi sekali, demi tidak terlambat sampai lokasi penyerahan kaki palsu prostektik dari Diana Sasa.

Sekira pukul 09:00 WIB pagi, Teguh dan puluhan sesama penyandang disabilitas telah berkumpul di Gedung Fatmawati. Di hadapan mereka, duduk Diana Amaliah Verawatiningsih atau Diana Sasa. Sosok anggota Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur itu tengah menyampaikan prakata.

Tiba waktunya pemasangan kaki. Teguh dan penyandang disabilitas lainnya, secara bergilir dan bergantian dipasang kaki atau tangan pengganti oleh para teknisi.

Teguh seorang penyandang disabilitas. Awalnya Teguh seperti yang lain. Terlahir dengan kondisi anggota badan yang utuh. Tetapi medio 2008 awal, takdir berkehendak lain. Teguh menderita sakit, hingga terpaksa merelakan dua kaki kanan dan kirinya di amputasi.

“Saya cedera mas, hingga akhirnya sakit (hingga diamputasi). Sekitar awal tahun 2008,” kata Teguh saat dikonfirmasi pdiperjuangan-jatim.com.

Semenjak itu, Teguh menjadi tuna daksa. Sejak itu juga, hingga belasan tahun lamanya, Teguh mengandalkan kaki palsu sebagai tumpuan berjalan. Kaki pengganti itu dia beli secara mandiri.

“Saya beli di Solo mas. Harganya mahal, sekitar Rp4 juta sampai Rp10 juta untuk sepasang kaki,” kata Teguh mengenang.

Adanya bantuan kaki palsu dari Diana Sasa tentu membuat Teguh senang bukan kepalang. Apalagi kaki palsu itu diberikan cuma-cuma. Teguh mengaku baru kali ini dia dapat bantuan kaki palsu.

“Nggih, seneng banget. Alhamdulillah banget pakoknya. Baru kali ini dapat bantuan,” sahut istri Teguh, seakan tercekat suaranya.

Teguh pun pulang dengan kaki palsu baru. Kaki pengganti lamanya ditenteng istrinya. Sedangkan Teguh, memegang sebuah bingkai foto. Bingkai foto itu tergambar dirinya dan Diana Sasa.

“Nyaman mas, kaki palsu dari Mbak Diana Sasa,” kata Teguh sambil berlalu.

Diana Sasa Gandeng Yayasan Internasional, Bawakan Kaki Palsu untuk Disabilitas Ngawi

Bantuan kaki palsu oleh Diana Sasa di Kabupaten Ngawi menyasar 50 an orang penyandang disabilitas. Bantuan kaki palsu itu berasal dari yayasan internasional. Diana Sasa menggandeng Gereja LDS, sebagai donatur kaki palsu.

Diana Sasa bilang, alokasi anggaran pemerintah daerah untuk alat bantu penyandang disabilitas terbilang minim. Terlepas dari harga yang tak murah, kebanyakan daerah menggandeng CSR untuk mewujudkan bantuan kaki palsu.

“Kalau kursi roda mungkin agak banyak, tapi kalau kaki palsu memang agak mahal, sehingga anggaran pemerintah itu kurang. Maka saya ingin membantu pemerintah dengan mendatangkan donatur,” kata Diana Sasa.

Sebelum realisasi bantuan kaki palsu, Diana Sasa bekerjasama dengan Pemkab Ngawi untuk mendapatkan daftar pasien calon penerima kaki atau tangan palsu. Dari data itu, dilakukan pengukuran sekira beberapa bulan lalu. Lantas dilakukan pencetakan hingga penyerahan saat ini.

Bantuan kaki palsu upaya dari Diana Sasa bukan kali pertama. Aktivis buku itu menegaskan, apabila masyarakat masih membutuhkan, pihaknya akan mengupayakan kembali.

“Kalau memang masyarakat masih membutuhkan, pasti akan kami upayakan kembali. Terutama untuk kursi roda, akan kami perbanyak,” jelas Diana Sasa (amd/hs)