Sabtu
31 Oktober 2026 | 9 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDI Perjuangan Minta Pemerintah Evaluasi Proyek KCJB dan Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat

pdip jatim 251102 sekjen

BLITAR – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangannya terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang belakangan kini menjadi sorotan publik.

Menurutnya, pembangunan nasional seharusnya menempatkan kebutuhan rakyat sebagai prioritas utama, bukan sekadar proyek prestise.

“Rakyat jauh lebih membutuhkan pendidikan, riset, pupuk, dan bendungan bagi petani dibandingkan proyek-proyek besar yang belum tentu menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” kata Hasto dalam keterangannya kepada wartawan di Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Dia menjelaskan, Megawati Soekarnoputri pernah memberikan masukan agar pembangunan difokuskan pada transportasi dasar dan pemerataan infrastruktur di daerah, seperti jalur kereta di Sumatera dan kawasan-kawasan strategis lain.

“Kalau kereta cepat dikerjakan oleh anak bangsa, tentu lebih membanggakan. Tapi jika hanya berorientasi pada simbol kemajuan tanpa manfaat langsung bagi rakyat, itu perlu dikaji ulang,” tuturnya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan telah tiga kali memberikan masukan kepada pemerintah terkait arah pembangunan transportasi nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami mendorong agar kebijakan pembangunan lebih berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan sektor produktif di desa,” kata Hasto.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek strategis, termasuk soal jaminan negara dan penguasaan teknologi.

“Proses pembangunan harus memperkuat daya saing bangsa, bukan menambah ketergantungan,” tegasnya.

“Spirit Bung Karno mengajarkan kemandirian nasional. Itulah yang harus kita wujudkan dalam setiap kebijakan pembangunan,” sambung dia.

Hasto juga menyinggung soal potensi pada aspek geologis proyek Kereta Api Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) yang harus menjadi perhatian.

Dia menilai harusnya pemerintah membuat program-program yang dibutuhkan rakyat untuk mengangkat martabat rakyat khususnya sektor ekonomi kerakyatan.

Sebagaimana diketahui KCJB ditetapkan menjadi proyek strategis nasional (PSN) pada 2016 dengan nilai investasi yang fantastis. Biaya total dari proyek ini mencapai 7,27 miliar dolar AS atau senilai Rp 118,37 triliun.

Sebagian besar pembiayaan KCJB berasal dari utang yang berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Pinjaman yang diberikan oleh CDB mencapai 75 persen dari biaya total proyek. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Dewanti Rumpoko Dorong Trans Jatim Malang Raya Terintegrasi dengan Angkot, Lindungi Pendapatan Sopir

SURABAYA – Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong integrasi Bus Trans Jatim Koridor II Malang ...
KRONIK

Baguna Ngawi Jenguk Nenek Usia 97 Tahun, Korban Angin Kencang di Kwadungan

NGAWI – Di usianya yang hampir satu abad, Saelah (97 tahun) harus menghadapi kenyataan pahit setelah rumahnya ...
KRONIK

Guru Madin Keluhkan Kesejahteraan, Hj. Ansari Siap Memperjuangkan

PAMEKASAN – Seorang guru madrasah diniyah, Moh. Jufri, menyampaikan keluh kesahnya pada anggota Fraksi PDI ...
KRONIK

Dua Kasus Perusakan Situs Purbakala di Jember, Candra: Belum Ada Kejelasan

JEMBER – Penanganan kasus hilangnya dua batu yoni di Desa Pocangan, Kecamatan Sukowono, dan perusakan situs Gumuk ...
EKSEKUTIF

ASN Pemkab Blitar Diterjunkan dalam Gerakan ASRI, Rijanto Minta Jadi Teladan Masyarakat

BLITAR – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar diterjunkan dalam Gerakan ...
LEGISLATIF

Novita Hardini Dorong Anak Muda Trenggalek Jadi Pencipta Gim, Buka Peluang Ekonomi Digital

TRENGGALEK – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong generasi muda Trenggalek memanfaatkan peluang ...