Senin
20 Juli 2026 | 5 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sekjen PDI Perjuangan Minta Pemerintah Evaluasi Proyek KCJB dan Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat

pdip jatim 251102 sekjen

BLITAR – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyampaikan pandangannya terkait proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang belakangan kini menjadi sorotan publik.

Menurutnya, pembangunan nasional seharusnya menempatkan kebutuhan rakyat sebagai prioritas utama, bukan sekadar proyek prestise.

“Rakyat jauh lebih membutuhkan pendidikan, riset, pupuk, dan bendungan bagi petani dibandingkan proyek-proyek besar yang belum tentu menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” kata Hasto dalam keterangannya kepada wartawan di Kota Blitar, Sabtu (1/11/2025).

Dia menjelaskan, Megawati Soekarnoputri pernah memberikan masukan agar pembangunan difokuskan pada transportasi dasar dan pemerataan infrastruktur di daerah, seperti jalur kereta di Sumatera dan kawasan-kawasan strategis lain.

“Kalau kereta cepat dikerjakan oleh anak bangsa, tentu lebih membanggakan. Tapi jika hanya berorientasi pada simbol kemajuan tanpa manfaat langsung bagi rakyat, itu perlu dikaji ulang,” tuturnya.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan telah tiga kali memberikan masukan kepada pemerintah terkait arah pembangunan transportasi nasional agar tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

“Kami mendorong agar kebijakan pembangunan lebih berpihak kepada ekonomi kerakyatan dan sektor produktif di desa,” kata Hasto.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan proyek strategis, termasuk soal jaminan negara dan penguasaan teknologi.

“Proses pembangunan harus memperkuat daya saing bangsa, bukan menambah ketergantungan,” tegasnya.

“Spirit Bung Karno mengajarkan kemandirian nasional. Itulah yang harus kita wujudkan dalam setiap kebijakan pembangunan,” sambung dia.

Hasto juga menyinggung soal potensi pada aspek geologis proyek Kereta Api Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) yang harus menjadi perhatian.

Dia menilai harusnya pemerintah membuat program-program yang dibutuhkan rakyat untuk mengangkat martabat rakyat khususnya sektor ekonomi kerakyatan.

Sebagaimana diketahui KCJB ditetapkan menjadi proyek strategis nasional (PSN) pada 2016 dengan nilai investasi yang fantastis. Biaya total dari proyek ini mencapai 7,27 miliar dolar AS atau senilai Rp 118,37 triliun.

Sebagian besar pembiayaan KCJB berasal dari utang yang berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB). Pinjaman yang diberikan oleh CDB mencapai 75 persen dari biaya total proyek. (arif/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti SiLPA Rp154,7 Miliar, Minta Pemkot Madiun Benahi Perencanaan Anggaran

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menerima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 dengan catatan strategis, ...
HEADLINE

Hasto: Pemilu Harus Bebas dari Intervensi, Demokrasi Memerlukan Kritik dan Kebebasan Berpendapat

SURABAYA – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa kualitas demokrasi Indonesia hanya ...
KABAR CABANG

PDIP Kabupaten Blitar Targetkan Musran 22 Kecamatan Rampung Sebelum 17 Agustus

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menargetkan Musyawarah Ranting di 22 kecamatan rampung sebelum 17 Agustus 2026 ...
KRONIK

Mobil Legends, Nobar Piala Dunia, dan Ekonomi Kreatif Anak Muda Ponorogo

PONOROGO – Antusiasme anak muda mewarnai turnamen Mobile Legends yang digelar di kafe WOW KWB Ponorogo, Minggu ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Jember Siapkan Kader Muda hingga Gen Z, Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2029

DPC PDI Perjuangan Jember memperkuat kepengurusan ranting di Sumbersari, Sukowono, dan Ajung dengan merekrut kader ...
KRONIK

Nobar Final Piala Dunia, Bupati Bangkalan Berbaur dengan Masyarakat

BANGKALAN – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Pendopo Agung Bangkalan saat ratusan masyarakat dari ...