Senin
10 Agustus 2026 | 8 : 16

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Sambut Tim Eksepedisi Bengawan Solo, Bupati Gresik Ajak Generasi Milenial Sadar Sejarah

pdip-jatim-eksekutif-150822-fandi-akhmad-yani-1

GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyambut tim Misi Ekspedisi Bengawan Solo (MEBS) 2022 di tempat pemberhentian terakhir, Desa Bedanten Kecamatan Bungah.

“Ini ekspedisi yang luar biasa dengan riset dan penelitian terpanjang yang dilakukan oleh komunitas Misi Ekspedisi Sungai Bengawan Solo (MEBS) dan Komunitas lainnya,” kata Bupati Fandi Akhmad Yani di Desa Bedanten, Minggu (14/8/2022).

Ekspedisi merupakan bentuk kolaborasi Pemdes Bedanten dengan MEBS (Misi Ekspedisi Bengawan Solo) dan beberapa komunitas. Seperti Ademos Indonesia, National Geographic, Oi, Saya Pejalan Bijak, Stand Up Paddle dan lainnya.

Gus Yani menyebut, tim ekspedisi berangkat dari Wonogiri Jawa Tengah pada 14 Juli dan berakhir di Desa Bedanten pada 14 Agustus 2022.

Ekspedisi sungai ini merupakan terpanjang di Pulau Jawa. Memakan waktu selama 30 hari, dengan menempuh jarak sejauh 462 kilometer, melintasi 491 desa yang berada di 12 kota dan kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Naditira Bedanten merupakan Pit Stop terakhir dari ekspedisi. Desa Naditira paling hilir yang mempunyai catatan sejarah dan jejak peninggalan juga menyambung sejarah dengan Bengawan Solo,” kata Gus Yani.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu menjelaskan, wilayah Kabupaten Gresik, sesuai dengan prasasti Canggu, desa-desa tepian Bengawan Solo yang disinggahi oleh Raja Hayam Wuruk berturut-turut salah satunya adalah di Madanten (kini dikenal sebagai Bedanten).

Madanten sebagai salah satu desa tepian sungai yang melayani jasa tambangan atau penyeberangan (naditira Pradeca).

Pada kesempatan itu Gus Yani mengajak generasi muda sekrang dan yang akan datang untuk sadar sejarah.

“Dari sejarah kita dapat belajar tentang kejayaan masa lampau dan dari sejarah pula kita dapat melihat kehancuran,” imbuhnya.

Didampingi anggota DPRD Gresik Noto Utomo, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Abu Hassan, Forkopimcam Bungah, dan Kepala Desa Bedanten Abdul Madjid, Gus Yani juga meresmikan museum untuk menyelamatkan temuan kuno atau peninggalan masa lalu. Serta ziarah makam Mbah Syayid Husaini.

Pada akhir rangkaian acara ekspedisi, digelar sarasehan bedah sejarah dan budaya “Naditira Madanten” 1358. Acara ini sebagai refleksi nilai leluhur dalam upaya menjaga dan melestarikan bengawan.

Sarasehan menghadirkan pembicara dan ahli sejarah serta diramaikan oleh musik adhibaya kesenian desa dan hiburan lainnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Persiapan Tiga Bulan, Banteng Istimewa Yogyakarta Siap Rebut Piala Soekarno Cup

SURABAYA – Tim Banteng Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) datang ke Surabaya sebagai kontingen perdana dengan rasa ...
OLAHRAGA

PSSI Jatim: Soekarno Cup Perbanyak Panggung Pemain Muda untuk Regenerasi Timnas

PSSI Jatim menilai Soekarno Cup 2026 memperbanyak panggung pemain U-17 dan membantu regenerasi Timnas Indonesia. ...
KRONIK

Tim Banteng Jatim FC Siap Ukir Sejarah Juara Berturut-turut di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan, tim Jawa Timur (Jatim) memikul misi besar dalam perhelatan ...
OLAHRAGA

Jersey Soekarno Cup 2026, Ketika Identitas Daerah Menjelma di Lapangan

SURABAYA – Di lapangan sepak bola, jersey biasanya hanya dipandang sebagai seragam. Dipakai untuk membedakan satu ...
OLAHRAGA

16 Tim Bertemu di Soekarno Cup, Komarudin: Sepak Bola Harus Jadi Ruang Persatuan Anak Muda

Komarudin Watubun menegaskan Soekarno Cup 2026 bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ruang ...
OLAHRAGA

Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Pelosok, Eri: Ini Realisasi Mimpi Anak Petani dan Nelayan

Soekarno Cup 2026 membuka panggung bagi talenta muda dari pelosok, termasuk anak petani dan nelayan. Eri Cahyadi ...